Gaya Hidup Kesehatan

Hati-Hati, Penyakit Meningitis Bisa Menular! Begini Cara Mencegahnya

4 menit

Penyakit meningitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit. Selengkapnya baca di sini.

Beberapa waktu lalu, Tanah Air kembali berduka dengan meninggalnya musisi terbaik Indonesia, Glenn Fredly.

Diketahui bahwa Glenn meninggal akibat penyakit radang selaput otak atau sering disebut dengan meningitis.

Menurut Dr. Istiana Sari, Sp.S, dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Utara yang dilansir dari Alodokter, mengatakan meningitis adalah penyakit yang sangat menular.

Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit.

Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan meningen yakni peradangan pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

Kondisi-kondisi tertentu, seperti melemahnya sistem imun tubuh, juga dapat memicu munculnya meningitis.

Semua golongan usia berpotensi terjangkit meningitis, termasuk bayi.

Apabila meningitis tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memburuk dan memicu komplikasi seperti kejang dan gagal ginjal.

Untuk lebih jelasnya ketahui tentang penyakit meningitis di bawah ini.

5 Faktor Penyebab Munculnya Penyakit Meningitis

penyakit meningitis

1. Bakteri dan Virus

Secara umum, dilansir dari situs Halodoc, penyakit meningitis bisa disebabpkan oleh bakteri dan virus.

Untuk kasus meningitis purulenta sendiri paling sering disebabkan oleh Meningococcus, Pneumococcus, dan Haemophilus influenzae.

Sedangkan penyebab utama meningitis serosa adalah Mycobacterium tuberculosis dan virus.

Bakteri Pneumococcus adalah salah satu penyebab meningitis terparah.

Risiko penularan meningitis Meningococcus meningkat pada lingkungan yang padat, seperti asrama atau perkemahan.

2. Penyakit Primer Pendahulu

Menurut dr. Henny Herawati, Sp.S, Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Karawang, yang dilansir dari Kompas.com, meningitis sendiri juga bisa disebabkan oleh penyakit primer pendahulu.

“Misal, pasien memiliki riwayat TBC paru, maka antibodi pasien akan melemah, sehingga kuman dapat menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan di selaput otak,” ungkap dr. Henny.

3. Melakukan Pengobatan Tidak Tuntas

Kasus lain yang bisa menjadi faktor penyakit meningitis adalah pengobatan yang dilakukan secara tidak tuntas.

Sehingga, kuman dapat menyebar ke daerah otak.

4. Daya Tahan Tubuh Melemah Bisa Menimbulkan Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis bisa juga disebabkan oleh daya tahan tubuh yang melemah.

Menurunnya sistem antibodi tidak dapat maksimal melawan infeksi meningitis.

Akibatnya, kuman-kuman menyebar ke sumsum tulang belakang dan selaput otak.

5. Benturan dan Operasi Otak

Meningitis juga bisa terjadi bila seseorang mengalami kecelakaan atau benturan di bagian kepala.

Sehingga, menyebabkan tulang kepala retak atau terbuka, sehingga bakteri masuk ke selaput otak.

Baca Juga:

13 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat dan Efek Samping

Gejala Penyakit Meningitis

penyakit meningitis

Meski gejalanya awalnya mirip dengan flu, penyakit meningitis tetap harus diwaspadai.

Sebab, dapat menimbulkan kejang dan kaku pada leher.

Pada bayi di bawah usia 2 tahun, meningitis umumnya ditandai dengan memunculkan benjolan di kepala.

Selain itu, usia remaja 15 – 24 tahun juga rentan terhadap meningitis jika menerapkan gaya hidup yang tidak sehat.

Penyakit meningitis bakteri sendiri dapat disebabkan oleh berbagai macam bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, Haemophilus influenza, Listeria monocytogenes, dan Staphylococcus aureus.

Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit meningitis bakteri yang harus diwaspadai:

  • Mual,
  • Muntah,
  • Sensitif terhadap cahaya terang,
  • Mudah marah,
  • Sakit kepala,
  • Demam,
  • Menggigil,
  • Leher kaku,
  • Munculnya area kulit berwarna ungu seperti lebam,
  • Mudah ngantuk, dan
  • Lemah lesu.

Ada beberapa faktor yang dapat memicu meningitis, antara lain:

  • Infeksi kuman,
  • Penyakit kanker dan lupus, dan
  • Efek samping obat dan operasi otak.

Risiko terkena penyakit meningitis pun bisa meningkat pada ibu yang sedang hamil atau lupa menjalani imunisasi.

Adapun gejala awal dari penyakit meningitis ini dapat bermacam-macam:

  • Nyeri kepala,
  • Nyeri leher,
  • Nyeri otot,
  • Mual,
  • Muntah,
  • Nafsu makan menurun,
  • Lesu, dan
  • Cepat mengantuk.

Gejala yang lebih parah yang dapat terjadi yaitu:

  • Kejang,
  • Kaku kuduk (leher),
  • Penurunan kesadaran,
  • Nyeri kepala berat,
  • Demam tinggi di atas 38 derajat,
  • Gangguan penglihatan,
  • Kejang,
  • Gangguan konsentrasi,
  • Gangguan pendengaran,
  • Gangguan keseimbangan tubuh, dan
  • Lumpuh.

Cara Mencegah Penyakit Meningitis

Penyakit meningitis dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, hidup bersih, terutama jika kamu berisiko tinggi mengidap sakit ini.

Pola gaya hidup yang sehat guna mencegah timbulnya penyakit meningitis antara lain, beristirahat dengan cukup, tidka merokok, dan hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.

Jika Anda telah melakukan kontak langsung dengan penderita meningitis bakteri, biasanya dokter akan memberikan antibiotik pencegahan.

Untuk menurunkan risiko berkembangnya meningitis bakteri dalam tubuh.

Dilansir dari Kids Health, berikut beberapa pencegahan penyakit meningitis yang bisa kamu lakukan.

1. Melakukan Vaksinasi

Dilansir dari Halodoc, The Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat merekomendasikan anak usia 11 atau 12 tahun untuk memperoleh vaksin.

Kemudian vaksin tambahan di rentang usia 16–18 tahun.

Pasalnya, usia 18-21 tahun rentan terhadap risiko penularan meningitis.

Vaksin yang bisa mencegah meningitis, di antaranya:

  • Vaksin Haemophilus influenzae tipe B (Hib)
  • Vaksin konjugasi pneumokokus
  • Vaksin meningokokus

Selain itu, vaksin meningitis direkomendasikan untuk kamu yang hendak traveling ke negara di mana virus meningitis banyak ditemukan pada penduduknya.

Kemudian, memperoleh vaksinasi campak, gondong, rubella, dan cacar air juga membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus pemicu meningitis.

2. Jangan Berbagi Barang Personal dengan Orang Lain

Tahukah kamu bahwa penyakit meningitis bisa menular lewat sentuhan fisik?

Tak hanya itu, bisa juga lewat pertukaran udara dan penggunaan barang-barang pribadi.

Seperti, sikat gigi, baju, pakaian dalam, piring, lipstik, dan rokok dari orang yang terinfeksi meningitis.

Lebih baik untuk mencegah penularan meningitis tidak berbagi minuman, makanan atau barang-barang bersifat pribadi terhadap orang yang tidak kamu kenal.

3. Jaga Jarak dari Orang yang Terinfeksi Penyakit Meningitis

Bakteri penyebab meningitis yang terdapat pada hidung dan tenggorokan bisa menyebar melalui batuk dan bersin.

Kamu bisa terkena meningitis bila berada dalam jangkauan yang cukup dekat dengan orang yang mengidap meningitis.

Jika seseorang yang kamu kenal memiliki infeksi pernapasan, ada baiknya kamu menjaga jarak dan menggunakan pelindung masker.

4. Cuci Tangan Sebersih Mungkin

Sama seperti virus flu, virus dan bakteri yang menyebabkan meningitis bisa masuk ke mulut melalui tangan.

Kamu tidak bisa mengontrol perpindahan tanganmu ke tempat-tempat mana saja, tetapi kamu bisa menghindari penularan virus dan bakteri melalui mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun.

Mulai dari punggung tangan, sela-sela jari sampai telapak tangan kemudian diamkan selama 20 detik baru dibilas dengan air mengalir.

Baca Juga:

7+ Bahaya Menjemur Pakaian Didalam Rumah | Hati-Hati Penyakit!

Pengobatan Meningitis

Jika seseorang terindikasi meningitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan analisis riwayat kesehatan pasien tersebut.

Diagnosis dilakukan melalui alat CT Scan atau MRI, serta cek darah.

Selanjutnya, pasien dapat dilakukan lumbal fungsi.

Yaitu pengambilan cairan otak agar dapat memastikan penyebab terjadinya meningitis seperti virus, bakteri, atau jamur.

Pengobatan diberikan sesuai dengan penyebab dan etiologi.

Meningitis viral umumnya self-limiting maka diberikan terapi sintomatik dan istirahat.

Jika disebabkan oleh meningitis HSV dapat diberikan obat selama 14 hari serta terapi kortikosteroid untuk mengurangi inflamasi.

Jangan “bermain-main” dengan meningitis, terutama yang terjadi akibat virus dan bakteri.

Sebab, kondisi ini berisiko mengancam nyawa.

Seseorang juga tidak akan bisa tahu jenis meningitis jenis yang diidapnya, hanya dengan memahami gejalanya.

Bantuan dokter di rumah sakit sangat diperlukan untuk menangani kondisi meningitis.

***

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu untuk memperdalam penyakit meningitis, ya.

Temukan artikel kesehatan lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari situs jual rumah murah? Temukan di 99.co/id.

Selain itu, kamu akan menemukan beragam pilihan menarik, seperti proyek Grand Ciputat Residence, lo!

Follow Me:

Related Posts