Rumah, Tips & Trik

7 Cara Mengatasi Dinding Lembab Sebelum Diberi Cat

2 September 2019
3 menit

Kesal karena banyak area dinding di rumah lembap? Mungkin itu karena Anda tak tahu cara mengatasi dinding lembab yang benar sebelum mengecat rumah.

Ketika Anda tengah membangun atau merenovasi rumah, bagian dinding menjadi salah satu aspek bangunan yang patut menjadi perhatian.

Sebelum melakukan finishing pada permukaan dinding, cek terlebih dahulu kondisi kelembapannya.

Mengapa demikian?

Sebab, dinding yang lembap berpotensi menjadi sarang lumut dan menimbulkan bocor di masa depan.

Selain dua potensi tersebut, dinding yang lembap bisa membuat cat tak menempel sempurna dan bertahan lama.

Jika sudah terjadi demikian, tentunya Anda harus merenovasi dinding dan mengeluarkan dana ekstra bukan?

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, berikut ini kami sajikan untuk Anda beberapa cara tepat untuk mengenali dinding yang masih lembap.

7 Cara Mengatasi Dinding Lembab Secara Ampuh

1. Kasat Mata

Cara mengatasi dinding lembab yang pertama ini masih sangat mudah.

Saat dinding sudah diplester dan diaci, jangan langsung mengecat dinding. Pastikan dulu bahwa dinding sudah kering dengan sempurna.

Cara pertama sekaligus paling praktis untuk mengenali dinding yang masih lembap adalah dengan mata telanjang.

Secara kasat mata, dinding yang telah mengering akan terlihat lebih muda sementara dinding yang lembap tampak lebih tua karena terkandung air yang belum menguap.

2. Perkirakan Waktu Kering

Mengecek kondisi dinding yang lembap juga dapat dilakukan dengan memperkirakan waktu keringnya bahan semen yang digunakan.

Semen konvensional biasanya membutuhkan waktu kering sekitar tiga minggu setelah proses pengacian.

Sementara itu, semen yang lebih modern atau semen instan, membutuhkan waktu sekitar satu minggu dalam proses pengeringannya.

Jika kondisi cuaca sedang hujan dan suhu rendah, tentunya proses mengeringnya tembok akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

Baca Juga:

11 Desain Dinding Kamar Mandi Unik Dengan Nuansa Berbeda

3. Aluminium Foil

Cara selanjutnya untuk mengatasi dinding lembab adalah dengan menggunakan lembaran aluminium foil.

Anda dapat menemukan jenis pembungkus makanan ini di mana saja dan dengan harga yang murah.

Caranya, rentangkan lembaran aluminium foil lalu potong dengan ukuran 20 cm x 20 cm.

Rekatkan potongan tersebut ke permukaan dinding menggunakan lakban, lalu diamkan selama 24 jam.

Setelah satu hari, lepaskan rekatan dan periksa. Jika terdapat butiran air atau embun pada aluminium foil tersebut, maka dipastikan dinding tersebut belum kering sempurna.

Lakukan lagi cara ini beberapa hari kemudian untuk pengecekan lebih lanjut.

4. Protimeter

Menggunakan alat digital khusus pengukur kelembapan (protimiter/moisture meter) juga bisa jadi pilihan bagi Anda.

Alat ini memiliki dua lempengan besi yang ditusukkan ke dinding. Jika lampu indikator protimeter menyala, itu berarti dinding sudah kering dan layak cat.

Menyalanya lampu indikator yang berwarna hijau menandakan bahwa tingkat kelembapan dinding adalah 20%. Jika menyala dengan warna kuning ata merah, maka kelembapan dinding adalah di atas 20%.

Pada saat itu jangan sekali-kali memulai melakukan finishing touch pada dinding rumah Anda.

Selain mengukur kelembapan pada dinding, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kadar air pada kayu, bambu, kertas, dan juga tembakau.

5. Menangani Dinding Lembap

Jika nasi sudah menjadi bubur alias dinding rumah telah selesai kemudian muncul tanda lembap, cara mengatasinya adalah dengan menambah bagian yang telah berjamur.

Bongkar atau keruk seluruh plesteran dinding yang berjamur, lalu tambal dengan plesteran yang baru (1 semen : 3 pasir) atau bisa juga ditambahkan bahan kedap air.

Setelah sekitar dua minggu lalu aci dan cat dinding akan kembali seperti sedia kala.

6. Cat Ulang dengan Cat Waterproof

Cara mengatasi dinding lembab yang berikutnya adalah dengan mengaplikasikan cat waterproof.

Setelah dinding dilapisi dengan plesteran aci dan mengering, selanjutnya Anda hanya tinggal menyiapkan cat waterproof terbaik.

Pastikan cat yang dipilih adalah cat yang mengandung bahan waterproof berkualitas tinggi dan juga anti jamur.

Dengan cara ini dinding dapat terlindungi dari kebocoran atau rembesan air yang merusak.

7. Bersihkan Tembok Secara Rutin

Cara mengatasi dinding lembab yang terakhir sudah pasti dengan cara membersihkan tembok secara rutin.

Setidaknya, bila rajin dibersihkan maka tembok dan dinding rumah akan terbebas dari kotoran serta jamur yang melekat.

Seperti yang diketahui, jamur bisa jadi sumber lembapnya dinding rumah yang kemudian dapat mengarah pada kerusakan.

Ada banyak cara membersihkan tembok yang bisa Anda lakukan, tinggal pilih yang paling aman dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga:

7 Ide Dekorasi Piring di Dinding yang Akan Mengubah Suasana Rumah

Semoga ide dekorasi piring di dinding ini bisa menginspirasi ya, Sahabat 99.

Kunjungi Blog 99.co Indonesia untuk informasi menarik lainnya seputar properti dan hunian.

Jangan lupa, cari properti impian lewat 99.co/id!

You Might Also Like