Finansial Keuangan

10 Cara Mengatur Keuangan setelah Menikah yang Baik dan Benar. Cermati!

3 menit

Pastinya ada perbedaan dalam mengatur keuangan saat sebelum menikah dan setelah menikah.

Maka, tak heran banyak pasangan baru yang kebingungan bahkan cekcok ketika membahas keuangan keluarga.

Pasalnya, beberapa dari mereka belum mampu mengatur keuangan yang tepat setelah menikah.

Masalah keuangan ini bahkan bisa berlanjut dan mempengaruhi kehidupan berkeluarga.

Untuk menghindari masalah ini, 99.co telah menyusun 10 cara mengatur keuangan setelah menikah agar kehidupan berkeluarga dapat berjalan dengan baik.

Cara Mengatur Keuangan Setelah Menikah

1. Jangan Menghabiskan Uang dari Tamu Undangan

Saat melaksanakan resepsi pernikahan pastinya akan ada tamu yang memberikan uang atau hadiah.

Jika kamu mendapatkan hasil yang cukup besar dari tamu undangan jangan langsung menghabiskannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk keperluan masa depan, seperti mencicil KPR rumah, membayar utang pinjaman, atau untuk investasi keluarga.

Baca Juga:

Dijamin Sukses, Berikut 8 Tanaman Penghasil Uang Terbesar yang Bisa Ditanam di Rumah

2. Jangan Ada Dusta di antara Keluarga

Kamu harus terbuka dengan pasanganmu ketika sudah berkomitmen untuk menjalani hidup bersama.

Terbukalah dalam segala hal, baik dari hal pekerjaan sampai rencana memiliki anak.

Jangan sampai menimbulkan kecurigaan yang dapat menyebabkan percekcokan di dalam rumah tangga.

Kamu harus terbuka, berkompromi, dan bertanggung jawab agar kondisi keuangan rumah tangga tetap sehat dan aman.

3. Membuat Rekening Bersama

cara mengatur keuangan setelah menikah

Setelah menikah, ada baiknya kamu dan pasanganmu membuat rekening bersama.

Jadi, setelah menerima gaji atau pendapatan usaha, kamu dan pasanganmu harus menetapkan dulu jumlah uang yang akan disimpan di rekening bersama.

Uang yang berada di rekening bersama tidak boleh digunakan kecuali untuk kebutuhan darurat dan harus dikelola dengan baik.

4. Memilih Bendahara Keluarga

Idealnya di dalam sebuah keluarga harus ada satu orang yang dapat dipercaya untuk memegang dana.

Jika kamu termasuk pribadi yang teliti dan dapat mengelola keuangan keluarga, maka kamu bisa menjadi bendahara keluarga.

Menetapkan bendahara dapat memudahkan kehidupan rumah tangga karena ada satu orang yang bertugas untuk mengatur arus masuk dan keluar dana keluarga.

Sistem ini juga akan mempermudah perencanaan keuangan keluarga.

5. Tentukan Besaran Pengeluaran Keluarga Setiap Bulan

cara mengatur keuangan setelah menikah

Buatlah catatan kecil yang berisi kebutuhan rumah tangga, seperti bahan makanan, tagihan, pajak, dan pengeluaran lainnya.

Setiap akhir bulan, sempatkan waktu dengan pasanganmu untuk menghitung seluruh pengeluaran rutin rumah tangga.

Kamu dan pasanganmu juga dapat menyesuaikan pendapatan yang diperoleh dengan pengeluaran rumah tangga.

6. Alokasikan Gaji Masing-masing untuk Berbagai Kebutuhan

Bicarakan alokasi gaji dengan pasanganmu secara baik-baik.

Semua alokasi gaji untuk pengeluaran harus disepakati bersama pasangan karena keberhasilan sebuah keluarga dipengaruhi dari kemampuan mengatur keuangan keluarga.

7. Sisihkan Pendapatan untuk Tabungan Masa Depan

cara mengatur keuangan setelah menikah

Biasakan menyisihkan sebagai pendapatan yang diterima oleh kamu dan pasanganmu.

Tabungan yang telah dikumpulkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan di masa depan.

Biayaa tersebut mencakup biaya pendidikan anak, investasi, dan biaya pengobatan.

8. Tidak Lupa Berinvestasi untuk Keluarga

Investasi dipercaya dapat membantu keuangan keluarga tetap sehat.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk melakukan investasi demi keuangan keluarga.

Sebelum berinvestasi, ketahui keuangan keluarga agar produk investasi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tersebut.

9. Sediakan Dana Darurat

Sesuai dengan namanya, dana darurat digunakan untuk menutup biaya tak terduga, seperti sakit, kecelakaan, atau kematian.

Kejadian buruk dapat menimpa siapapun kapan saja, sehingga kamu dan pasanganmu wajib untuk menyiapkan dana darurat dari awal pernikahan.

Baca Juga:

Halal dan tanpa Riba, Ini Cara Investasi Saham Syariah yang Harus Kemu Ketahui | Dilengkapi Seluk-beluk

10. Menjaga Komitmen dan Disiplin

Tanpa adanya komitmen dan disiplin, rencana keuangan sesempurna apapun akan gagal.

Oleh karena itu, kamu dan pasanganmu harus tetap berkomitmen untuk menjalankan rencana yang sudah ditetapkan bersama.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Sahabat 99!

Nantikan artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dekat stasiun bekasi?

Pastikan untuk mencarinya lewat 99.co/id!

Shafira Chairunnisa

Jr. Content Writer for 99.co
Follow Me:

Related Posts