Rumah Tips & Trik

Seperti Ini Cara Menghitung Pemakaian Listrik Prabayar dalam Sebulan

3 menit

Listrik prabayar digadang-gadang memiliki sistem yang lebih mudah, tapi tetap akan percuma kalau kamu tidak tahu cara menghitung pemakaian listrik yang benar.

Mungkin kamu berpikir kalau listrik prabayar cuma sebatas beli token nominal tertentu, setelahnya tinggal tunggu habis baru diisi lagi.

Tidak ada salahnya berpikir seperti itu, kecuali kamu ingin lebih menghemat pemakaian listrik.

Bukan hanya listrik pascabayar saja yang memiliki rumus hitungannya sendiri, listrik prabayar juga punya rumus hitungan.

Simak cara menghitung pemakaian listrik berikut ini, yuk!

Cara Menghitung Pemakaian Listrik Prabayar

1. Ketahui Golongan Tarif Listrik

cara menghitung pemakaian listrik

Sumber: suara.com

Sebelum memulai cara menghitung pemakaian listrik, cari tahu dulu kategori golongan listrik rumahmu.

Total golongan yang ditetapkan oleh PLN ada 12 golongan yang dibagi berdasarkan jenis dan peruntukannya.

Mulai tahun 2020, PLN menentukan ketetapan berikut ini:

  • Golongan subsidi 450 VA dikenakan biaya Rp415/kWh
  • Golongan subsidi 900 VA dikenakan biaya Rp605/kWh
  • Golongan mampu 900 VA dikenakan biaya Rp1.352/kWh
  • Golongan mampu 1300 VA dikenakan biaya Rp1.467/kWh

Ada di golongan mana listrik rumahmu?

2. Menggunakan Perangkat Elektronik

cara menghitung pemakaian listrik

Sumber: harapanrakyat.com

Kalau kamu sudah tahu golongan listrikmu, saatnya beranjak ke perangkat elektronik yang ada di rumahmu.

Catat konsumsi yang dibutuhkan dari setiap perangkat elektronik yang kamu miliki, tak terkecuali.

Langkah ini perlu ketelitian dan mungkin akan memakan waktu, tapi hasilnya akan sangat bermanfaat bagimu untuk menentukan pemakaian listrik.

Buatlah daftar terperinci, lalu seleksi perangkat elektronik yang menjadi prioritas utama hingga prioritas yang paling akhir.

3. Menggunakan Rumus Manual

Sumber: katadata.co.id

Cara menghitung pemaikaian listrik yang pertama bisa kamu coba adalah dengan menggunakan rumus manual.

Rumus ini ditujukan untuk menghitung token listrik yang kamu beli dengan ketentuan golongan yang telah disebutkan di atas.

Contoh kamu membeli token listrik sebesar Rp200.000 dan kamu berada pada golongan 1.300 VA (domisili Bandung), berikut rumus perhitungannya:

  • Biaya admin

Saat ini perhitungan kWh biaya admin sudah tidak dimasukkan lagi, tapi pemotongan biaya admin masih tetap berlangsung.

Biaya admin yang dibebankan sebesar Rp4.000, maka sisanya Rp196.000.

  • Biaya materai

Biaya materai hanya dibebankan untuk pembelian token listrik di atas Rp250.000, biayanya Rp6.000

Karena pembeliannya Rp200.000, maka tidak ada biaya materai.

  • Pajak Penerangan Jalan (PPJ)

Nominal yang kamu beli akan dikurangi oleh PPJ dan nominalnya disesuaikan berdasarkan daerah.

PPJ untuk rumah tangga di Bandung sebesar 6%., maka pajaknya sebesar Rp11.760.

  • Nilai Token

Perhitungan nilai tokennya Rp196.000 – Rp11.760 = Rp184.240

  • Perhitungan kWh

Berapa kWh listrik yang didapat?

Rp184.240 / Rp1.467 = 125,59 kWh

4. Pembatasan Pembelian Token Listrik

Sumber: mediakonsumen.com

Setiap meteran listrik prabayar memiliki ambang batas token yang telah ditentukan oleh PLN.

Pembatasan ini ditujukan untuk menghindari penimbunan listrik dan mengatur penggunaan secara nasional/

Batasannya adalah 1 bulan atau 720 jam, artinya pembelian kamu akan ditolak jika melebihi ketentuan tersebut.

5. Cara Menghitung Pemakaian Listrik Per Hari

Sumber: beritabeta.com

Kini kamu sudah dapat besaran kWh listrik dari hasil pembelian token, yaitu sebesar 125,59 kWh.

Rumus pemakaian listrik = daya alat (watt) x lama pemakaian (jam), lalu akan didapat hasil dengan satuan watt. Hasil tersebut kemudian dibagi seribu untuk dijadikan satuan kWh listrik, setelah itu dikalikan dengan tarif listrik per kWh yang berlaku.

Berikut contoh cara menghitung pemakaian listrik per alat:

  • 7 lampu 30 watt menyala selama 12 jam per hari, 7 x 30 x 12 = 2.250 watt
  • 1 AC 750 watt menyala selama 8 jam per hari, 750 x 8 = 6.000 watt
  • 1 TV 50 watt menyala selama 5 jam per hari, 50 x 5 = 250 watt
  • 1 Kulkas 300 watt menyala 24 jam per hari, 300 x 24 = 2.400 watt

Berikut cara menghitung tarif listrik 2020:

2.250 + 6.000 + 250 + 2.400 = 10.900 watt per hari

Untuk mendapatkan satuan kWh tinggal dibagi 1.000.

Jadi, 10.900 / 1.000 = 10,9 kWh per hari

Sebulan habis berapa? Asumsikan satu bulan terdiri dari 30 hari, maka 30 x 10,9 kWh = 327 kWh

Berarti satu bulan kamu perlu dua kali isi token jika nominalnya Rp200.000, jadi total pengeluaran listrik sekitar Rp400.000 berdasarkan contoh tersebut.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts