KPR

Cara Menghitung Persen dalam Mengajukan KPR, dari DP hingga Cicilan Bunga

2 menit

Sahabat 99, kamu dalam waktu dekat akan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR? Supaya mendapat gambaran, ketahui cara menghitung persen angsuran pokok dan bungannya pada artikel ini, yuk.

Sebetulnya, pembayaran angsuran pokok dan besaran bunga akan dihitung oleh bank atau penyedia dana pinjaman.

Kamu tak perlu repot untuk menghitung secara manual.

Namun demikian, agar mendapat gambaran, sebaiknya kamu perlu mengetahui cara menghitung persen; uang muka, angsuran pokok, dan besaran bungannya.

Sebelumnya perlu diketahui, ketika hendak mengajukan KPR, kamu akan diminta untuk membayar sejumlah biaya.

Biaya tersebut umumnya harus dibayar di muka–selain DP–atau dibebankan pada cicilan tiap bulan.

Jumlah biaya yang akan dibebankan itu, nominalnya tak dapat dipastikan…

Sebab, setiap bank atau penyedia dana pinjaman mempunyai kebijakannya masing-masing.

Selengkapnya dapat kamu simak pada artikel di bawah!

Baca Juga:

Rekomendasi Lokasi Rumah Subsidi Di Jakarta. Harga Mulai Rp185 Juta-An!

Serba Serbi Cara Menghitung Persen dalam Pengajuan KPR

persentase kpr rumah

sumber: texastrustloans.com

1. Membayar DP atau Uang Muka

Bank Indonesia sudah mengatur besaran uang muka KPR untuk rumah pertama, rumah kedua, dan rumah berikutnya, yakni:

  • Rumah Pertama: 15%,
  • Rumah Kedua: 20%, dan
  • Rumah Ketiga serta Seterusnya: 25%

Maka cara menghitung uang muka atau DP, yaitu:

Asumsikan kamu akan membeli rumah pertama dengan harga Rp500 Juta, maka nominal yang dibayarkan dapat dihitung:

15%xHarga Rumah

15%xRp500 Juta

= Rp75 Juta.

Sehingga uang muka rumah pertama yang dibayarkan sebesar Rp75 Juta.

Perlu diingat, setiap bank atau penyedia dana pinjaman bisa saja membebankan biaya lain di awal selain uang DP.

Oleh karena itu, kamu perlu berdikusi dengan pihak bank secara seksama perihal ini, supaya tidak terkejut jika besaran ‘uang muka’ pengajuan KPR terbilang besar.

2. Cara Menghitung Persen Biaya Bunga

Sahabat 99, sebelum mengajukan KPR, pastikan kamu mengetahui jenis-jenis suku bunga.

Pasalnya, jenis suku bunga akan memengaruhi cara hitung KPR yang akan kamu bayarkan pada setiap bulan.

Pada umumnya, bank menyediakan tiga jenis suku bunga, yaitu flat, efektif, dan anuitas.

Ketiga bunga itu akan diulas pada ulasan di bawah:

Bunga Flat

Mungkin sebagian kita sudah tahu mengenai suku bunga flat.

Suku bunga ini mempunyai skema pembayaran cicilan pokok dan bunga yang sama atau datar setiap bulannya.

Cara menghitung besaran cicilan pokok dan bungannya ialah:

Cicilan pokok= Jumlah pinjaman : tenor atau jangka waktu pinjaman dalam satuan bulan.

Cicilan bunga= (persentase bunga x plafon atau jumlah kredit) : tenor atau jangka waktu pinjaman dalam satuan bulan.

Misalnya, kamu meminjam dana sebesar Rp240 Juta, dibebankan bunga 10%, dengan tenor 2 tahun, maka cara hitung besaran cicilan pokok dan bungannya:

Cicilan pokok= Rp240 Juta : 24 = Rp10.000.000

Cicilan bunga= (10%xRp240 Juta) : 24 = Rp24.000.000

Jadi, total angsuran yang harus kamu bayarkan setiap bulannya adalah:

Cicilan pokok + cicilan bunga

Rp10 Juta + Rp 24 Juta = Rp34 Juta.

Bunga Efektif

Pada suku bunga efektif, kamu akan membayar nominal cicilan yang berbeda dalam setiap bulan.

Kelebihan yang akan kamu dapatkan ialah: dalam setiap bulan, angsuran akan berkurang.

Serta, bunga akan dihitung berdasar sisa pinjaman yang dipakai.

Dilansir pada laman simulasikredi.com, rumus bunga efektif itu ialah:

Misal:

P = pokok pinjaman

i = suku bunga per tahun

t = lama kredit dalam bulan

Maka:

Cicilan pokok per bulan = P / t

Bunga bulan ke z = (P –  ((z – 1) x Cicilan pokok )) x i / 12

Cara praktis cara menghitung persen dari bunga efektif per bulan, bisa memakai kalkulator khusus yang dapat dicari di internet.

Bunga Anuitas

Terakhir ialah bunga anuitas.

Bunga anuitas adalah modifikasi dari bunga efektif.

Secara model, ia serupa perhitungannya dengan bunga efektif.

Perbedaanya terletak pada angsuran setiap bulan.

Jika bunga efektif, setiap bulannya angsuran bunga akan berkurang, sedangkan bunga anuitas akan dibuat sama jumlahnya di setiap bulan.

Rumus bunga anuitas terbilang rumit dan lebih baik menggunakan kalkulator khusus untuk menghitungnya.

Nantinya, kalkulator tersebut akan membantu kamu dalam menjumlah angsuran yang dibayar.

Kamu tinggal memasukan simulasi nominalnya saja.

***

Baca Juga:

Rekomendasi 4 Perumahan Subsidi Dari KSS Properti. Nomor 2 Dekat Dengan Kota Bandung!

Semoga bermanfaat, Sahaabt 99.

Nikmati suguhan berkualitas lainnya dari 99.co Indonesia.

Mencari rumah kini tak perlu ribet.

Kamu tinggal mencarinya di www.99.co/id dan dapatkan hunian impianmu!

Insan Fazrul

Junior Content Writer di 99.co Indonesia.
Follow Me:

Related Posts