Berita Ragam

Cara Mengqodho Sholat Fardhu yang Terlewat (Dilengkapi Syarat)

3 menit

Sholat 5 waktu itu wajib, tetapi bagaimana jika tertinggal? Pelajari cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat dengan benar dan syah di sini!

Salat 5 waktu merupakan salah satu pilar rukun Islam yang hukumnya fardu, atau wajib ditaati.

Itu lah mengapa meninggalkan salat fardu merupakan dosa besar bagi seorang Muslim.

Akan tetapi, ajaran Islam memberikan kelonggaran bagi umatnya yang terpaksa tidak bisa menjalani salat 5 waktu.

Walaupun begitu, kita tidak bisa sembarangan menqodho salat, Sahabat 99.

Untuk mengetahui cara mengqodho sholat fardhu secara syah, kita harus mengerti syarat-syaratnya.

Berikut panduan lengkapnya!

Hukum Mengqodho Salat Menurut Sunah

Sebelum kita membahas cara mengqodho sholat fardhu yang terlewat, mari kita pelajari dulu hukum sunahnya.

Memang benar sekali bahwa mengqodho sholat yang terlewat ini adalah hal yang dibolehkan di dalam ajaran agama.

Namun, dalam pelaksanaannya, qadha salat ini punya syarat dan aturannya sendiri, antara lain seperti:

1. Sirr dan Jahr

Salat fardhu yang dikerjakan pada waktunya disunnahkan untuk dikeraskan (jahr) bacaannya pada waktu shalat magrib, isya, dan subuh.

Sementara itu, bacaan pada shalat zuhur dan asar disunahkan untuk dibaca secara lirih (sirr).

Dalam hal salat yang terlewat dan diqodho, serta jahr dan sirr mengikuti asal salatnya atau dilakukan saat qadha.

Berikut adalah peraturannya menurut ulama yang berbeda:

  • Ikut Waktu Asal (Jumhur): Jumhur ulama di antaranya Mazhab Al-Hanafiyah, All-Malikiyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa jahr dan sirr dalam urusan shalat qadha mengikuti waktu asalnya.
  • Ikut Waktu Qadha (Asy-Syafi’iyah):  Bacaan qadha salat dikeraskan apabila dikerjakan pada salat malam hari, dan dilirihkan bila dilakukan pada salat siang hari.

2. Diurutkan

Praktek yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika terlewat salat 5 waktu dalam hari yang sama adalah dengan cara mengodho sholat secara berurutan.

Rasulullah SAW menqodho sholat sesuai urutan, mulai dari qadha salat zuhur, asar, magrib, dan terakhir isya.

Namun, sekarang para ulama tidak lagi mengharuskan qadha salat dilakukan dengan secara berurutan.

Sehingga salat mana saja yang dikerjakan pertama sudah tidak menjadi masalah.

3. Mengodho Sholat Berjamaah

Menqodho sholat berjamaah dibolehkan, bahkan hukumnya sunah.

Dalam cara menqodho sholat fardhu, dibolehkan antara imam yang menebus salat asar dengan makmum yang menqodho salat zuhur dan isya.

Namun, tidak dibenarkan hukumnya bila seorang imam mengqodho sholat zuhur, asar, atau isya, dan makmumnya melaksanakan qadha salat subuh atau magrib.

4. Didahului Adzan dan Iqamah

Ulama Jumhur sepakat bahwa qadha salat fardu hukumya tetap sunah untuk didahului dengan adzan dan iqamah.

Bila salat yang dikerjakan terdiri dari beberapa salat secara sekaligus.

Cukup dengan satu kali adzan namun setiap salat harus dipisahkan dengan iqamah yang berbeda.

Jika setiap salat qadha itu dikerjakan di antara waktu terpisah, maka masing-masing salat disunahkan untuk diawali dengan adzan dan iqamah.

Cara Menqodho Sholat yang Benar di Mata Agama

cara mengqodho sholat

1. Waktu Pelaksanaan Sholat Qodho

Para ulama dan petinggi agama setuju jika salat yang terlewat dikerjakan wajib untuk diqadha agar tidak meninggalkan dosa.

Akan tetapi, pelaksaan waktunya cukup beragam, ada yang bilang dengan segera dan sebagian lainnya memberikan waktu yang lebih longgar.

Ketentuan menqodho sholat harus dilakukan dengan segera datang dari Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah.

Pendapat mereka didasari dari sabda Nabi Muhammad Saw yang memerintahkan kita untuk segera melakukan salat tanpa menunda-nundanya.

“مَنْ نَسِيَ صَلاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا”

“Siapa yang terlupa shalat, maka lakukan shalat ketika ia ingat.” (HR. Bukhari)

Sedangkan keputusan mengqodho sholat boleh dilaksanakan dengan waktu yang lebih longgar ada di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:

“لاَ ضَيْرَ – أَوْ لاَ يَضِيرُ – ارْتَحِلُوا فَارْتَحَل فَسَارَ غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ نَزَل فَدَعَا بِالْوَضُوءِ فَتَوَضَّأَ وَنُودِيَ بِالصَّلاَةِ فَصَلَّى بِالنَّاسِ”

Rasulullah beliau menjawab,”Tidak mengapa”, atau ” tidak menjadi soal”. “Lanjutkan perjalanan kalian”. Maka beliau SAW pun berjalan hingga tidak terlalu jauh, beliau turun dan meminta wadah air dan berwudhu. Kemudian diserukan (adzan) untuk shalat dan beliau SAW mengimami orang-orang.

2. Langkah dan Tata Cara Mengqodho Sholat

cara menqodho sholat

Cara mengqodho sholat sebenarnya tidak rumit.

Menurut ajaran Rasulullah SAW, tidak ada lafal niat khusus yang wajib diucapkan dalam sebelum kita mengqadha shalat.

Misalkan, ketika seorang Muslim lupa melaksanakan salat karena tidak sengaja dan terpaksa, ia harus segera mengambil wudu.

Lalu, ia wajib melaksanakan salat dengan tata cara yang sama persis dengan salat yang ditinggalkan.

Apabila kita dengan tidak sengaja meninggalkan lebih dari satu salat, maka setelah salam akhir, kita harus berdiri kembali untuk menqodho sholat berikutnya.

***

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Pantau selalu informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari hunian minimalis, aman, dan tenteram seperti Primrose Summarecon?

Langsung saja kunjungi 99.co/id, ya!

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts