Berita, Berita Properti

Masa Sewa Habis? Begini Cara Mengusir Penghuni Kontrakan yang Benar

29 Mei 2019
cara mengusir penghuni kontrakan
3 menit

Penyewa menolak untuk meninggalkan rumah sewa? Kamu bisa saja mengusirnya dengan cara yang sah di mata hukum. Bagaimana cara mengusir penghuni kontrakan yang sah tersebut?

Hubungan sewa menyewa merupakan suatu hubungan yang biasa atau wajar dalam suatu masyarakat.

Hubungan ini dapat terjadi karena adanya salah satu pihak yang mempunyai rumah lebih atau tak terpakai.

Pada sisi lain ada pihak yang membutuhkan suatu rumah untuk ditempati.

Namun, belum mampu membeli dan merasa lebih praktis apabila menyewa rumah yang sudah ada.

Hak dan Kewajiban Penyewa Rumah

Dalam PP no.44/1994 dikatakan bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik dengan cara sewa-menyewa hanya sah apabila ada persetujuan atau ijin pemilik.

Persetujuan yang dimaksud adalah surat perjanjian kontrak yang dibuat oleh pemilik rumah dan ditanda-tangani oleh kedua belah pihak.

Ada 3 ketentuan yang patut dimasukkan dalam perjanjikan sewa-menyewa, yaitu:

1. Ketentuan Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban penyewa rumah yang kamu terima adalah menerima uang sewa dari penyewa.

Kemudian, menjaga rumah yang akan disewa tetap dalam kondisi yang baik mulai dari segi fisik, serta non fisik yaitu, sengketa dan jaminan-jaminan lain.

Sedangkan, penyewa mempunyai hak dan kewajiban untuk empergunakan dan menempati rumah sesuai dengan fungsinya.

Dalam ketentuan perjanjian perlu ditegaskan siapa yang akan membayar tagihan biaya selama penyewa menempati rumah (seperti listrik, telepon, PDAM, dan atau saluran televisi berlangganan).

cara mengusir penghuni kontrakan

Bila biaya-biaya tersebut ditanggung penyewa, sebaiknya kamu meminta uang jaminannya saat pembayaran pertama kali.

Uang jaminan ini digunakan bila terjadi tunggakan tagihan.

Tanpa ada jaminan ditakutkan pada akhir masa sewa, penyewa meninggalkan rumah dalam keadaan berhutang.

Pastinya kamu akan dirugikan sebagai pemilik rumah sewa.

Sedangkan tagihan pajak, dalam hal ini Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tidak ada kewajiban bagi penyewa untuk membayar tagihannya.

2. Ketentuan Jangka Waktu Sewa

Dalam perjanjian, kamu mesti mencantumkan ketentuan jangka waktu sewa-menyewa untuk memastikan kapan berakhirnya hak penyewa dalam menempati rumah.

Sehingga, jika penyewa tidak memperpanjang kontrak sewa maka dia berkewajiban meninggalkan rumah tersebut dan menyerahkan rumah dalam kondisi yang baik secara fisik dan non fisik.

Bila penyewa berniat memperpanjang masa sewa, kamu dan penyewa harus membuat perjanjian kontrak yang baru.

3. Ketentuan Harga Sewa

Besar harga sewa dalam perjanjian harus dicantumkan berdasarkan kesepakatan antara kamu dengan pihak penyewa.

Sebelum menetapkan harga, sebaiknya lakukan survei harga disekitar lokasi dengan tipe yang sama, agar harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi.

Sebelum masa perjanjian kontrak berakhir, kamu tidak berhak menaikkan harga sewa secara sepihak.

Kesepakatan pembayaran juga harus dibuat, apakah dibayar setiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.

Apabila uang sewa telah dibayarkan, pihak penyewa tidak berhak menarik kembali, kecuali adal hal-hal yang membuat pihak penyewa merasa dirugikan.

Misalkan, rumah yang disewa rusak oleh bencana alam dan tidak bisa dihuni kembali.

Bila hal ini terjadi, kamu sebagai pemilik rumah wajib mengembalikan uang sewa sesuai dengan waktu yang tersisa dari perjanjian masa sewa.

Baca Juga:

Pemilik Sewa Rumah Menyebalkan? Begini Kiat Hukumnya

Cara Mengusir Penghuni Kontrakan Dilihat dari Segi Hukum

cara mengusir penghuni kontrakan

Berdasarkan Pasal 1381 KUH Perdata sebuah perjanjian sewa-menyewa akan berakhir sesuai dengan yang tercantum pada kontrak.

Disebutkan bahwa perjanjian sewa-menyewa properti dapat berakhir karena dua hal, yaitu:

1. Masa Sewa Berakhir

Ketika masa sewa telah selesai sesuai perjanjian yang tercantum, lalu penyewa properti tidak melakukan perpanjangan masa kontrak, maka perjanjian sewa-menyewa akan berakhir.

Tanpa perlu ada penetapan dari pengadilan.

Hal itu diatur dalam Pasal 1570 KUH Perdata yang berisi:

Jika sewa dibuat dengan tulisan, maka sewa itu berakhir demi hukum, apabila waktu yang ditentukan telah lampau, tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu.

Coba saja cara mengusir penghuni kontrakan dengan memberikan teguran lisan atau tulisan berdasarkan bunyi dari pasal 1570 KUH Perdata di atas.

2. Terpenuhinya Syarat Tertentu dalam Perjanjian Sewa-Menyewa

Jika dalam perjanjian atau kontrak sewa tercantum kondisi-kondisi yang mengakibatkan pembatalan…

…atau penangguhan sewa, maka masa sewa rumah kontrakan bisa saja berakhir sebelum waktu yang ditentukan apabila kondisi tersebut terpenuhi.

Tentu saja, kondisi tersebut harus diketahui oleh pemilik properti maupun penyewa sebelum menandatangani perjanjian sewa-menyewa.

Berdasarkan Pasal 1575 KUH Perdata, meskipun ada salah satu pihak yang meninggal dunia, perjanjian sewa-menyewa tidak bisa diakhiri sebelum jangka waktu yang ditentukan.

Seluruh hak dan kewajiban diteruskan kepada ahli waris pemilik properti maupun penyewa.

Selain itu, perjanjian sewa-menyewa juga tidak dapat diputus jika barang yang disewakan dijual oleh pemilik.

Akan tetapi, masa sewa properti bisa diputus jika pemilik menjual properti tersebut ke pihak lain.

Dengan catatan hal tersebut sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian tertulis dan mendapat persetujuan dari pihak penyewa.

Baca Juga:

Rumah Kontrakan Belum Habis Tenggat Tapi Sudah Diusir, Bolehkah?

Semoga artikel di atas bermanfaat untuk Sahabat 99.

Temukan tipe hunian impian kamu hanya di 99.co/id

Kunjungi pula Blog 99.co Indonesia untuk lebih tahu informasi-informasi seputar properti.

You Might Also Like