Gaya Hidup Kesehatan

Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan Penyakit Epilepsi di Rumah. Bahaya Jika Tidak Dirawat!

3 menit

Penyakit epilepsi adalah penyakit yang menyerang saraf pusat. Penyakit yang dialami banyak orang ini disebabkan pola aktivitas listrik pada otak tidak normal.

Jumlah orang yang menderita epilepsi cukup banyak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2019, terdapat lebih dari 1,6 juta penduduk menderita epilepsi.

Data ini tidak menunjukkan jumlah sebenarnya karena banyak orang yang enggan membawa anggota keluarganya yang menderita epilepsi ke rumah sakit.

Pada beberapa orang, penyakit ini menimbulkan sejumlah gejala berikut:

  • Kejang dan hilang kesadaran;
  • Gigi gemeretak;
  • Air liur keluar tak terkendali;
  • Hilang kendali atas kandung kemih;
  • Tatapan mata kosong saat kejang;
  • Kaki dan tangan menyentak saat kejang.

Epilepsi juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Kelainan pada jaringan otak dan ketidakseimbangan zat kimia dipercaya menyebabkan gangguan pola aktivitas listrik pada otak.

Biasanya, seseorang didiagnosis epilepsi jika sudah mengalami dua kali kejang.

Gejala epilepsi juga dipercaya akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia.

Melansir berbagai sumber, berikut sejumlah penyebab dan cara penanganan penyakit epilepsi yang bisa kamu lakukan di rumah.

Baca Juga:

7 Cara Pencegahan Hepatitis yang Mudah Dilakukan | Jika Dibiarkan Bisa Sebabkan Kanker Hati!

Penyebab Penyakit Epilepsi

penyebab penyakit epilepsi

Secara umum, ada dua jenis epilepsi, yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simtomatik.

Epilepsi idiopatik adalah epilepsi yang tidak diketahui penyebabnya.

Sementara, penyakit epilepsi simtomatik adalah epilepsi yang terjadi karena sebuah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otak.

Berikut merupakan sejumlah gangguan yang kerap muncul pada penderita epilepsi:

1. Usia

Penyakit epilepsi umumnya dialami oleh anak-anak.

Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga terkena penyakit ini.

Dalam beberapa kasus, seorang penderita epilepsi menunjukkan gejala ketika berusia di atas 60 tahun.

2. Penyakit Epilepsi Disebabkan Faktor Keturunan

Epilepsi juga bisa disebabkan faktor genetika atau keturunan.

Seorang penderita epilepsi dipercaya memiliki kemungkinan menurunkan penyakitnya pada anak.

Hal ini disebabkan adanya gen tertentu bisa membuat seseorang sensitif terhadap kondisi lingkungan sehingga menimbulkan kejang.

3. Kecelakaan Parah

Penyakit epilepsi juga bisa disebabkan kecelakaan saat berkendara di jalan.

Kecelakaan yang parah dapat membuat cedera di sejumlah bagian tubuh hingga mengalami trauma pada kepala.

Trauma inilah yang dipercaya memicu terjadinya epilepsi.

4. Penyakit pada Otak

Gejala epilepsi juga bisa ditimbulkan dari penyakit pada bagian otak yang sudah ada sebelunnya.

Seorang penderita tumor otak atau stroke memiliki kemungkinan menderita epilepsi di kemudian hari.

Stroke juga dipercaya sebagai penyebab utama epilepsi pada orang dewasa di atas usia 35 tahun.

5. Penyakit Epilepsi yang Disebabkan Gangguan Janin

Saat hamil, seorang ibu bisa mengalami sejumlah gangguan yang menyebabkan kerusakan pada otak anak.

Beberapa gangguan tersebut di antaranya adalah infeksi dari ibu, nutrisi tidak baik, dan kekurangan oksigen.

Sebelum dilahirkan, otak bayi dalam kandungan dipercaya sangat sensitif terhadap gangguan tersebut.

Otak yang mengalami gangguan akan memicu terjadinya epilepsi.

Cara Menangani Penyakit Epilepsi di Rumah

cara mengatasi penyakit epilepsi

Jika ada anggota keluarga yang menderita epilepsi, kamu bisa membantu menanganinya dengan beberapa cara ini:

1. Memberi Air Kelapa

Berilah air kelapa pada anggota keluarga yang menderita epilepsi untuk menghidari dehidrasi.

Penderita epilepsi harus dipastikan tetap terhidrasi untuk menghindari kejang.

2. Susu

Susu memiliki kandunga kalsium yang tinggi yang dapat menjaga fungsi otot dan saraf tetap normal.

Hal ini juga membantu mencegah terjadinya kejang.

3. Bawang Putih

Penderita epilepsi juga bisa meminum susu yang telah dicampur bawang putih.

Didihkanlah air susu, dan campurkan susu tersebut dengan satu siung bawang putih yang telah dihancurkan.

Minumlah campuran susu dan bawang putih setiap hari untuk mengurangi kejang.

4. Garam Epsom

Risiko kejang akibat penyakit epilepsi juga bisa dikurangi dengan mengonsumsi garamg epsom.

Garam ini mengandung magnesium untuk mengontrol impuls listrik dari otak.

5. Sering Minum

Seperti yang disebutkan di awal, penderita penyakit epilepsi harus tetap terhidrasi.

Maka dari itulah, penderita epilepsi harus sering minum air mineral dan minuman sehat lainnya, semisal jus buah.

Baca Juga:

5 Manfaat Talas untuk Mengobati Berbagai Macam Penyakit. Bisa Atasi Kanker & Serangan Jantung!

Itulah seluk-beluk mengenai penyakit epilepsi, mulai dari penyebab sampai cara penanganannya di rumah.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari sewa apartemen di Surabaya dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan apartemen idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts