Berita

Cegah Kejadian Bunuh Diri, Pengelola Apartemen Diminta Sediakan Ini

31 Agustus 2017
HGB
1 menit

Setelah kasus bunuh diri di sebuah apartemen bilangan Cimbuleuit, kejadian serupa kembali terjadi di Bandung tepatnya di daerah Cicadas. Supaya hal ini bisa diantisipasi dan tidak menyebabkan kematian, Polretabes Bandung pun meminta pengelola apartemen untuk menyediakan alat pertolongan.

Dikutip dari daerah.sindonews.com, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengimbau para pengelola apartemen untuk menyediakan matras bantalan udara dan jaring penyelamat. Bukan hanya apartemen, pengelola gedung bertingkat pun perlu untuk memilikinya.

“Kami mengimbau para pengelola gedung-gedung bertingkat di Kota Bandung menyiapkan sarana pengamanan, minimal jaring penyelamat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa peristiwa tersebut bisa saja terjadi di mana saja, kapan saja, dan dilakukan oleh siapa saja. Jika langkah antisipasi berupa penyediaan alat pengaman tersebut sudah dilakukan, maka orang sekitar yang berada di lokasi kejadian bisa melakukan pencegahan.

“Jaring penyelamat ini nanti disiapkan oleh pengelola gedung jika melihat ada orang yang hendak lompat dari atas gedung. Selain jaring, pengelola gedung bertingkat juga wajib menyiapkan alat pemadam kebakaran di tiap lantai,” tambahnya.

Pentingnya Mengenali Gejala Bunuh Diri

Bunuh diri terjadi akibat tekanan kehidupan serta kesehatan mental yang dialami oleh korban. Sebelum melakukan aksinya, korban biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti tengah stres dan putus asa. Penting untuk keluarga serta tetangga sekitar untuk mengetahui gejala ini sebagai langkah pencegahan.

Dilansir dari halaman alodokter.com, Anda yang mengenali gejala ini pada kerabat dianjurkan untuk melakukan beberapa hal-hal berikut ini:

  1. Selalu Berikan Semangat

Pikiran negatif dapat ditangkal dengan mengajak serta orang untuk berpikir positif. Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan semangat tiap kali bertemu dan berpapasan dengan kerabat yang mengalami stres. Lambat laun, ia pun bisa terbuka pada Anda dan memberitahukan apa yang tengah dideritanya.

  1. Pendengar Baik

Saat kerabat yang dilanda stres bercerita mengenai kondisinya, sebisa mungkin jadilah pendengar. Selain itu, cobalah untuk memberikan saran yang baik padanya. Ketika ia mengatakan ingin bunuh diri atau mengakhiri hidupnya, berikan pengertian sehingga dapat dimengerti olehnya.

  1. Anjurkan ke Psikiater

Menjadi teman cerita seseorang yang mengalami stres bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan ahli yang tepat untuk menangani kondisi tersebut. Berikanlah saran pada kerabat tersebut untuk segera bertemu dengan ahli kejiwaan atau psikiater.

Semoga ulasan yang UrbanIndo berikan di atas dapat bermanfaat untuk Anda ya, Urbanites. Jangan ragu untuk membagikannya ke halaman media sosial Anda agar dapat membawa kebaikan bagi kerabat Anda.

You Might Also Like