Gaya Hidup Kesehatan

Kenali Ciri Ciri Cacar Air & Perbedaannya dengan Cacar Api. Hati-Hati, Bisa Cepat Menular!

4 menit

Kemunculan gejala dan ciri ciri cacar air pada setiap orang dapat berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, kenali gejalanya secara umum serta perbedaannya dengan cacar api di artikel ini!

Cacar air atau chickenpox adalah penyakit kulit yang terjadi akibat infeksi virus yang menyebabkan timbulnya lenting gatal berisi cairan pada tubuh dan wajah.

Infeksi ini juga dapat menyerang selaput lendir (membran mukosa) seperti mulut.

Umumnya virus ini menyerang di masa anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit ini di usia dewasa.

Jika cacar air terjadi pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala dan komplikasi yang lebih serius, terutama jika belum pernah mengalami cacar air sebelumnya.

Penyakit ini biasanya muncul sekali seumur hidup, sangat sedikit orang yang mengalami infeksi cacar dua kali di dalam hidupnya.

Biasanya orang-orang dengan sistem daya tahan tubuh yang lemah lebih berisiko terkena penyakit ini, seperti pada bayi, ibu hamil dan lansia.

Penyebab Cacar Air

penyebab cacar air

Sumber: usnews.com

Penyebab utama cacar air adalah virus herpes varicella-zoster.

Virus ini dapat berpindah dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat dua hari sebelum lepuhan muncul.

Kemudian, virus akan tetap menular sampai semua kulit yang lepuh mengering.

Biasanya virus ini menyebar melalui

  • air liur;
  • batuk;
  • bersin;
  • memegang barang yang sebelumnya kontak dengan penderita; serta
  • kontak dengan cairan dari lepuhan.

Mengenal 5 Ciri Ciri Cacar Air

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kemunculan gejala cacar air yang dialami oleh setiap orang dapat berbeda-beda.

Meski demikian, ada gejala atau ciri-ciri secara umum yang terjadi.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri cacar air.

1. Rasa Lelah

Umumnya penderitanya akan merasakan kelelahan dan rasa yang tidak nyaman.

Rasa tidak nyaman ini terjadi pada tubuh selama satu sampai dua hari.

2. Ruam Gatal

Kemudian, ruam gatal mulai timbul di tubuh, kulit kepala, ketiak hingga wajah.

Terkadang, ruam juga muncul di dalam mulut.

Nantinya, ruam-ruam tersebut akan berubah menjadi lenting atau bintik-bintik gatal berisi cairan yang dapat melepuh, mengering dan membentuk keropeng dalam 5-10 hari.

3. Muncul 3 Fase Utama

ciri ciri cacar air

Sumber: boots.ie

Secara garis besar, penderitanya akan melewati tiga fase utama penyakit setelah ruam muncul:

  • Munculnya benjolan merah muda atau merah (papula) selama beberapa hari
  • Munculnya lepuh kecil berisi cairan yang terbentuk sekitar satu hari sebelum pecah
  • Timbul kerak dan keropeng menutupi lepuh yang rusak

4. Muncul Benjolan Baru

Setelah melewati tiga fase utama penyakit, biasanya akan muncul benjolan yang tidak berbahaya di leher, tangan, kaki atau di bagian tubuh lainnya.

Benjolan baru ini akan terus muncul di seluruh bagian tubuh selama beberapa hari hingga akhirnya berhenti dengan sendirinya.

5. Ruam Menutupi Tubuh

Pada kasus yang parah, ruam dapat menutupi seluruh tubuh.

Selain itu, lenting dapat muncul di tenggorokan, mata, selaput lendir uterus, anus hingga vagina.

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api

cacar

Sumber: hearstapps.com

Cara Penularan

Cacar air adalah penyakit kulit yang sangat menular.

Penularannya dapat terjadi melalui udara atau saat orang yang terinfeksi batuk dan bersin.

Berbeda dengan cacar air, cacar api sebenarnya tidak menular.

Namun, jika di lingkungan sekitar ada yang terkena cacar air, virusnya masih mungkin menyebar.

Jadi, jika kamu tidak terinfeksi cacar air sebelumnya dan berdekatan dengan orang yang terkena cacar api, kamu tidak berisiko tertular cacar api tetapi berisiko terkena cacar air.

Perbedaan Ciri-ciri Ruam

Kedua penyakit ini memang memiliki gejala utama yang sama-sama mengganggu, tetapi terdapat ciri-ciri lain yang membedakan dua penyakit ini.

Ruam bintik merah pada gejala cacar air akan berubah menjadi lenting yang menimbulkan rasa gatal.

Sementara pada cacar api, lenting tersebut tidak sekadar menimbulkan rasa gatal tapi juga rasa perih.

Waktu Penyembuhan

Ruam pada cacar air biasanya dapat dengan cepat berubah mengering.

Waktu penyembuhannya hanya berkisar 1 minggu ditandai dengan keropeng cacar air yang mengelupas atau meninggalkan bekas cacar air.

Sementara cacar api memerlukan waktu yang lebih lama, ruam akan mengering dan hilang dengan sendirinya selama 3-5 minggu.

Penyebaran Ruam

Perbedaan cacar air dan cacar api juga dapat dilihat melalui penyebaran ruam pada tubuh.

Ruam cacar air mulanya di temukan di bagian tengah tubuh seperti wajah dan badan bagian depan.

Pada cacar api, ruam cenderung menyebar di salah satu sisi tubuh dengan kumpulan bintik-bintik yang lebih memusat di satu area.

Namun, secara bertahap ruam juga bisa muncul pada wajah dan kulit kepala.

Perbedaan Gejala

Dalam 1-2 hari sebelum munculnya ruam, penyakit cacar air akan menunjukkan gejala awal, seperti

  • demam;
  • sakit kepala;
  • kehilangan selera makan;
  • nyeri sendi dan otot;
  • kelelahan dan perasaan tidak enak badan (malaise)

Demam biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Namun, kenaikan temperatur tubuh umumnya tidak melebihi 39 derajat Celsius.

Selain gangguan kesehatan seperti di atas, penderita juga bisa mengalami batuk dan bersin.

Sementara pada cacar api, pada dua hingga empat hari sebelum ruam muncul, akan menunjukkan gejala seperti:

  • Rasa gatal dan rasa nyeri yang menusuk di kulit.
  • Rasa nyeri yang dirasakan tepatnya berasal dari sistem saraf di dalam kulit.

Secara umum gejala awal yang dialami penderita cacar api, meliputi

  • demam;
  • sakit kepala;
  • gatal-gatal di kulit;
  • rasa nyeri di kulit;
  • tubuh menggigil;
  • mual dan muntah;
  • diare; dan
  • nyeri atau sakit perut.

Mana yang Lebih Berbahaya?

cacar api

Sumber: insider.com

Secara umum gejala cacar air bersifat lebih ringan daripada gejala cacar api.

Dari waktu penyembuhan kedua penyakit, gejala cacar air juga dapat mereda dalam waktu yang lebih singkat dari cacar api.

Terlebih, cacar air yang dialami oleh anak-anak biasanya jauh lebih cepat masa penyembuhannya dibandingkan dengan cacar air yang di alami orang dewasa.

Cacar api dapat menimbulkan gejala yang lebih parah dan berlangsung dalam jangka waktu panjang, yaitu berbulan-bulan.

Dalam kondisi ini, cacar api akan semakin sulit untuk disembuhkan.

Menurut National Foundation for Infectious Disease, tak jarang rasa nyeri yang muncul bisa menimbulkan sensasi terbakar di kulit.

Rasa nyeri bahkan bisa tetap muncul sekalipun ruam di kulit telah hilang.

Gangguan rasa nyeri pada sistem saraf kulit yang terjadi pasca penyembuhan cacar api disebut dengan post-herpetic neuralgia (PHN).

PHN lebih umum dialami oleh orang lanjut usia yang mengalami reaktivasi virus varicella-zoster.

Dapat disimpulkan bahwa semakin tua umur penderita, maka kedua penyakit sama-sama berisiko menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Hal yang paling penting adalah segera periksakan diri ke dokter jika merasa gejala-gejala yang disebutkan di atas.

Makin cepat dan tepat penanganannya, makin cepat juga proses penyembuhannya.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan cukup istirahat agar tubuh cepat pulih.

Jika kamu mengalami cacar air, perhatikan juga etika batuk dan bersin agar tidak menularkan virus pada orang di sekitar.

***

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan modern dan nyaman di Jakarta?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di Jakarta Garden City!

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts