Berita Ragam

7 Contoh Limbah B3 Rumah Tangga dan Cara Menanganinya. Jangan Dibuang Sembarangan!

4 menit

Selain harus memilah sampah organik dan anorganik, kamu juga harus terbiasa memisahkan sampah B3, Sahabat 99. Apa itu sampah B3? Yuk, kenali contoh limbah B3 rumah tangga dan langkah penanganannya berikut ini!

Tahukah kamu, rumah tangga juga dapat menghasilkan sampah B3, lo.

Sayangnya, tidak semua orang memahami cara untuk menangani jenis limbah satu ini.

Akibatnya, sampah B3 masih dicampur dengan sampah biasa.

Padalah, setiap limbah B3 harus ditangani dengan langkah khusus, Sahabat 99.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh limbah B3 dan cara penanganannya yang perlu kamu ingat!

Apa Itu Limbah B3?

Sebelum membahas jenis dan contohnya, mari pahami dulu makna istilah limbah B3.

Kepanjangan dari istilah Limbah B3 adalah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Artinya, limbah tersebut mengandung zat beracun dan berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.

Dalam PP No. 18 Tahun 1999 jo PP No. 85 Tahun 1999 bahkan dijelaskan bahwa kuantitas kecil dari sampah ini saja bisa merusak lingkungan, kesehatan, dan mengancam kelangsungan makhluk hidup.

Karakteristik utama dari sampah B3 adalah sebagai berikut:

  • Mudah meledak;
  • Mudah terbakar;
  • Bersifat reaktif;
  • Beracun;
  • Berbahaya dalam fase padat, cair, maupun gas;
  • Menyebabkan iritasi;
  • Bersifat korosif; serta
  • Karsiogenik, mutagenik, dan lainnya.

Apakah mungkin rumah tangga menghasilkan limbah seperti ini?

Faktanya, beberapa kegiatan rumah tangga pun menghasilkan buangan yang berbahaya, lo.

Oleh sebab itu, penting bagimu untuk mengenali contoh sampah B3 rumah tangga serta cara menanganinya, Sahabat 99.

Tujuannya agar faktor risiko dari limbah dapat diminimalisir.

Contoh Limbah B3 dalam Sampah Rumah Tangga dan Penanganannya

1. Baterai Bekas

contoh limbah b3 bekas baterai

Perhatikan, berapa banyak barang di rumahmu yang beroperasi dengan memanfaatkan daya baterai?

Ada remote control, jam dinding, jam meja, dan mungkin alat-alat lainnya.

Jika baterai kehabisan daya, tentu kita akan langsung menggantinya dengan baterai baru bukan?

Lalu membuang baterai bekas begitu saja ke tempat sampah.

Perlu kamu ingat, baterai merupakan salah satu contoh sampah B3 rumah tangga, Sahabat 99.

Benda satu ini mengandung berbagai logam berat seperti merkuri, nikel, timbal, kadmium, dan lithium.

Oleh sebab itu, kamu harus membuangnya dengan langkah berikut:

  • Pisahkan baterai dari sampah lain dan pasang selotip bening pada kedua ujungnya
  • Simpan dalam wadah khusus yang tidak konduktif
  • Buang di fasilitas pengolahan limbah B3, kamu bisa menghubungi pemerintah setempat untuk mencari informasi lokasinya

2. Neon dan Bohlam Bekas

bohlam sampah B3 rumah tangga

Contoh limbah B3 berikutnya adalah lampu neon dan bohlam bekas.

Tahukah kamu, dalam setiap lampu bohlam setidaknya ada 5 miligram merkuri.

Senyawa tersebut sangat berbahaya bagi metabolisme kita dan dapat berakibat fatal jika terakumulasi dalam tubuh.

Oleh sebab itu, penanganannya pun tidak boleh sembarangan.

Jangan membuangnya begitu saja ke tempat sampah umum, namun buang ke fasilitas pengolahan limbah B3 seperti baterai.

Selain merkuri, lampu neon dan bohlam bisa melukai petugas sampah jika pecah di dalam kantong sampah.

3. Kaleng Aerosol Kosong

contoh limbah b3 kaleng aerosol kosong

Ada banyak produk rumah tangga yang dikemas dalam bentuk kaleng atau spray.

Misalnya saja obat nyamuk, pewangi ruangan, hairspray, dan lainnya.

Nah, kemasan seperti ini tentu memiliki propellant yang ditekan serta bahan kimia berbahaya di dalamnya.

Jika terkena panas, kaleng bisa meledak dan melukai siapapun disekitarnya.

Jadi, jangan sekali-kali mencampur kaleng aerosol kosong dalam sampah umum!

Ingat, Tempat Pembuangan Umum di Indonesia masih sering membersihkan sampah dengan membakarnya.

Bayangkan apa yang akan terjadi jika banyak kaleng aerosol terbakar secara bersamaan di TPU?

4. Termometer Merkuri

sampah b3 termometer merkuri

Sumber: dreamstime.com

Di rumah kamu masih menggunakan termometer merkuri?

Jika iya, berhati-hatilah ketika menggunakan dan membuangnya.

Di dalam termometer ini ada sekitar 500 miligram merkuri yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Zat ini bisa merusak syaraf dan harus dijauhkan dari bayi serta anak kecil.

Kalau kamu ingin membuangnya, pastikan memberikannya ke pusat pengelolaan limbah berbahaya, ya!

5. Wadah Bekas Kosmetik

wadah bekas kosmetik

Sumber: waste360.com

Duh, jangan biasakan membuang kosmetik bekas atau kadaluarsa di tempat sampah biasa, ya.

Tanpa kamu ketahui, beberapa kosmetik bisa jadi mengandung bahan kimia berbahaya.

Bahan-bahan ini akan terurai dengan mudah jika terkena air, lalu mengontaminasi air tanah.

Bahkan jika wadahnya sudah kosong, kamu harus memisahkannya dan membawanya ke tempat daur ulang.

Sebagai solusi, gunakan kosmetik yang menyediakan program untuk mendaur ulang produk mereka.

Agar kamu tidak kebingunan untuk mengolah sampahnya kelak.

6. Botol Bekas Cairan Pembersih

botol bekas cairan pembersih

Sumber: raw-bottles.org

Contoh sampah B3 rumah tangga berikutnya adalah botol bekas cairan pembersih maupun deterjen cair.

Cairan pembersih tentu mengandung banyak bahan kimia yang beracun dan berbahaya.

Bahan kimia ini umumnya mudah terbakar, maka dari itu kamu dianjurkan untuk membawanya ke tempat sampah khusus.

Agar tak perlu bolak-balik, atur jadwal setiap 2-3 minggu sekali untuk mengantarkan limbah B3 rumah tangga.

Selama belum jadwal pembuangan, pastikan sampah-sampah ini tersimpan dengan aman jauh dari jangkauan anak.

7. Obat Kadaluwarsa

cara membuah limbah obat kadaluwarsa

Sumber: earth911.com

Tahukah kamu, obat kadaluarsa juga termasuk limbah B3, lo.

Memang sisa obat di rumah tidak sebanding dengan limbah farmasi di rumah sakit.

Akan tetapi tetap saja pembuangan yang dilakukan sembarangan bisa membahayakan.

Oleh sebab itu, sebaiknya kembalikan obat kadaluarsa ke apotek jika kamu bingung bagaimana menanganinya.

Pihak apotek tentu lebih memahami cara penanganan obat kadaluwarsa dibandingkan masyarakat awam.

Atau, kamu bisa melepas label dan bungkusnya kemudian serahkan ke lembaga kesehatan setempat sesuai dengan prosedur.

***

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan South D’nuansa.

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts