Berita Ragam

6 Contoh Puisi Ramadhan yang Singkat dan Menyentuh Hati. Cocok untuk Dibagikan di Media Sosial!

3 menit

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan. Salah satunya adalah mengucapkan selamat dan membuat puisi Ramadhan yang kemudian dibagikan di media sosial. Jika tertarik mencoba, simak kumpulan contoh puisinya di sini!

Ramadan merupakan bulan yang begitu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Pasalnya di bulan ini banyak sekali kemuliaan-kemuliaan yang diberikan oleh Allah Swt.

Untuk menyambut bulan yang suci ini, sejumlah orang pun kerap berkirim ucapan selamat, pantun, hingga puisi kepada orang terdekat.

Selain dikirimkan kepada orang-orang, kamu juga bisa membagikannya di media sosial seperti status WhatsApp atau Facebook.

Nah, jika Sahabat 99 sedang mencari puisi tentang Ramadhan yang singkat dan menyentuh hati, simak contohnya di bawah ini sebagai inspirasi!

6 Contoh Puisi Ramadhan yang Singkat & Menyentuh Hati

1. Ramadan Tiba

ramadan

foto: unsplash.com/Rumman Amin

Bila Ramadan telah tiba

Berubahlah semua suasana

Semua Muslim bersuka ria

Menyambut bulan Ramadan yang mulia

 

Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga

Sore hari boleh kita berbuka

Malam hari didirikan salat malam

Tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an

 

Bulan Ramadan bulan mulia

Sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya

Dapat mencapai kesucian dirinya

Memperoleh pahala berlipat ganda

 

Berpuasa sungguh mulia

Walaupun berat dirasa

Menahan makan sejak fajar

Menahan diri dengan hati sabar

 

Azan magrib telah terdengar

Kita berbuka terasa segar

Akhir malam makan sahur

Tak lupa kita bersyukur

2. Ramadan di Kampung

Bila Ramadan tiba

Meneteskan air mata

Semua orang bergembira

Menyambut ibadah puasa

Orang sekampung berbahagia

Masjid-masjid bersih semua

Demi menyambut tamu mulia

Bulan Ramadhan yang penuh berkah

Ramai masjid dan musala

Berkumpul ramai anak muda

Datang lebih awal orang orang tua

Untuk menikmati ibadah bulan puasa

Dari rumah terdengar lantunan

Orang-orang yang membaca Al-Qur’an

Seluruh kampung mendapat keberkahan

Dengan datangnya bulan Ramadan

3. Dalam Nikmat Tadarus

puisi ramadhan

foto: pexels.com/Anna Tarazevich

Karya Y. S. Sunaryo

 

Gerimis masih merinai di akhir Mei

Sebuah anugerah sejukan Ramadan suci

Bersama tadarus enggan berhenti

Hingga sahur nikmat tersaji

 

Betapa tinggi keagungan puasa Ramadan

Bangkitkan semangat puncaki kesadaran

Bahwa Tuhan segala sandaran

Pada Al-Qur’an sumber ajaran

 

Ajaran tentang iman dan pembebasan

Hingga manusia terikat kepada kebenaran

Berbuat kebajikan untuk kemanusiaan

Tak menyekutukan, tak hunuskan pertengkaran

 

Al-Qur’an beningkan jiwa untuk kemuliaan




Sucikan debu pada akal pikiran

Usai memakna nikmat lantunan tadarus

Jalan kehidupan semoga sejuk dan lurus

4. Marhaban ya Ramadan

Terima kasih Tuhan

Kau pertemukan hamba-Mu dengan bulan yang kudambakan

Kau berikan kami untuk harapkan sebuah ampunan

Sebuah ampunan di bulan suci Ramadan

Rasa bahagia yang tak bisa terucap oleh kata-kata

Hanya kata syukur yang terucap penuh rasa pengagungan

Rasa pengagungan penuh kebahagiaan

Karena diberi kesempatan bertemu bulan yang Kau agungkan

Kubersihkan jiwa dan raga untuk menyambutnya

Kutanamkan rasa penyesalan di hari-hari sebelumnya

Kusucikan batin tanpa rasa iri tuk memuliakan bulan yang Engkau muliakan

Kubersujud pada-Mu Tuhan semesta alam

Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an aku dendangkan

Untuk muliakan bulan yang engkau muliakan

Demi nama-Mu tuhan ku harapkan belas kasihan

Dan harapkan kekuatan tuk mengisi bulan yang engkau muliakan dengan kebaikan

Marhaban ya Ramadan

5. Di Penghujung Ramadan

puisi ramadhan

foto: unsplash.com/Rauf Alvi

Kala kerinduan belumlah usai

Kala penghayatan dalam doa belumlah sempurna

Menapaki lajunya perjalanan yang tiada henti

Menyusuri lorong yang penuh liku menghadang

 

Kuingin Kau basuh dalam renunganku

Saat Kau pancarkan cahaya dalam bulan nan mulia

Mengharapkan ampunan dalam sujudku yang panjang

Masihkah kan kupalingkan wajah ini?

 

Ingin kuhapus semua noda dan dosa

Ingin kuhempas semua kobaran emosi dalam dada

Meluruhkan jiwa yang sarat dengan hasrat

Tenggelam dalam tangisan penuh sesal

 

Sanggupkah kan kutapaki hariku?

Menyongsong esok yang telah siap menanti

 

Semoga di penghujungmu ya Ramadhan

Ampunan Illahi kan terpancar lewat pribadi nan luhur

6. Puasa Dipertanyakan

Karya Y. S. Sunaryo

 

Niaga dan kongsi banyak yang berhenti

Jam kerja dipangkas dikurangi

Tidur sepanjang hari diberi arti

Katanya, demi Ramadan bulan suci

 

Raga dimanja-manja

Lemas diduga khusuk puasa

Berkeringat banyak diwanti-wanti

Takut puasa tak kuat sehari

 

Katanya, puasa untuk Tuhan

Hingga tarawih mesti semalaman

Tadarus palingkan kehidupan

Mulut-mulut semata wiridan

 

Lalu di mana puasa hendak berperang?

Jika serba sendirian menjadi pilihan

Jalan pagi sunyi bak di pengungsian

Menangkah berperang jika sambil tiduran?

 

Ramadan mestilah bukan sebulan kemalasan

Bukan pula bulan hentikan kepedulian

Justru bangkit menangkan keimanan

Cumbui Tuhan dan berjibaku untuk martabat kemanusiaan

***

Demikian beberapa contoh puisi Ramadhan yang singkat tetapi menyentuh hati.

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian impian di Tangerang?

Temukan beragam pilihan perumahan seperti di Sky House BSD hanya di 99.co/id dan Rumah123.com, karena kami memang #AdaBuatKamu.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts