Berita Ragam

Contoh Resensi Film yang Baik dan Benar Beserta Strukturnya. Lengkap!

3 menit

Bingung cara membuat resensi film yang baik dan benar? Berikut ini 99.co Indonesia akan hadirkan contoh resensi film yang bisa banget kamu jadikan referensi!

Perlu diketahui, resensi adalah salah satu karya tulis yang biasa dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Resensi memuat ulasan mengenai suatu karya supaya pembaca mengetahui sejauh mana minat mereka terhadap karya tersebut.

Adapun hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi adalah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaatnya.

Untuk mengerjakannya, penulis bisa memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak atau tidak.

Khusus untuk film, resensi dapat memuat penilaian rumah produksi, sutradara film, tahun pembuatan, dan lainnya.

Agar kamu bisa lebih memahami pembuatan resensi film, yuk lihat deretan contohnya pada uraian di bawah ini.

Contoh Resensi Film yang Baik dan Benar

menulis

1. Contoh Resensi Film Laskar Pelangi

Identitas Film

Judul Film: Laskar Pelangi

Sutradara: Riri Riza

Produser: Mira Lesmana

Penulis Naskah: Salman Aristo, Riri Riza, Mira Lesmana,

Pemain: Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian), Mahar (Veris Yamarno), Ibu Muslimah (Cut Mini), Pak Harfan (Ikranagara), Pak Mahmud (Tora Sudiro), Zulkarnaen (Slamet Rahardjo), Bapak Ikal (Mathias Muchus), Ibu Ikal (Rieke Diah Pitaloka),Ikal Dewasa ( Lukman Sardi ), Lintang Dewasa (Ario Bayu), Pak Bakri (Teuku Rifnu Wikana), Bapak Lintang (Alex Komang), Istri Pak Harfan (Jajang C.Noer), Ayah A Ling (Roby Tumewu), Kucai ( Yogi Nugraha), Syahdan (M. Syukur Ramadan), A Kiong (Suhendri), Borek (Febriansyah), Trapani (Suharyadi), Harun (Jefry Yanuar), Sahara (Dewi Ratih Ayu), Flo (Marcella), dan A Ling (Levina).

Genre: Roman

Studio: Miles Films, Mizan Production

Durasi: 125 menit

Sinopsis

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi.

Ceritanya dimulai saat Ikal (Lukman Sardi) kembali ke kampung halamannya.

Ia menceritakan cerita masa kecil saat pertama kalinya ia masuk sekolah SD Muhammadiyyah.

Ketika itu, ada masalah saat kelasnya yang akan dibuka oleh 2 orang guru, bu Muslimah & pak Harfan itu kekurangan orang yang harus memiliki 10 orang murid.

Sementara saat itu jumlah murid hanya 9 orang.

Dari 10 orang murid ini, terbentuklah Laskar Pelangi yang terdiri atas Ikal, Mahar, Lintang, Borek, A-Kiong, Syahdan, Kucai, Trapani, Sahara, dan Harun.

Tempat belajar anak Laskar Pelangi, SD Muhammadiyyah, merupakan sekolah tertua di daerah Belitong.

Kondisi sekolah tersebut begitu menyedihkan dan juga rapuh dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah) tempat anak-anak orang kaya bersekolah.

Kelebihan Film Laskar Pelangi

Laskar Pelangi memiliki alur cerita yang bagus dan juga natural.

Selain itu, film ini dapat memperkenalkan keindahan Pulau Belitong.

Kekurangan Film Laskar Pelangi

Adapun kekurangan pada film ini bisa disebut tidak ada.

Hanya saja terdapat penggalan cerita atau adegan yang tidak ditampilkan dari novel aslinya.

2. Contoh Teks Resensi Film Animasi

Identitas Film

Judul: UP

Jenis Film: Animation, Adventure, Comedy

Sutradara: Pete Doctor, Bob Peterson

Produksi: Pixar Animation Studios

Pemain: Edward Asner (Carld Fredricksen), Jordan Nagai (Russel)




Sinopsis Film

Film UP yang ditayangkan tahun 2019 ini merupakan film yang berkisah tentang seorang kakek dan seorang anak bernama Russell yang berpetualangan untuk menemukan Paradise Fall.

Film ini bermula ketika seorang anak laki-laki bernama Carl Fredricksen dan Ellie teman perempuannya, sama-sama mengidolakan tokoh petualang  bernama Charlez Muntz.

Ketika dewasa, Carl dan Ellie menikah.

Sayangnya mereka tidak dikaruniai seorang anak.

Hingga akhirnya Carl dan Ellie memutuskan untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk ditabung.

Mereka bercita-cita untuk menemukan Paradise Fall dan mendirikan rumah di sana seperti tokoh idolanya, Charlez Muntz.

Sayangnya, cita-cita itu belum sempat terwujud bahkan ketika Carl dan Ellie sudah tua renta.

Kelebihan

Kelebihan film ini yaitu animasinya sangat menarik dengan gambaran karakter yang khas.

Film ini terasa benar-benar fresh sehingga sangat membekas dalam ingatan.

Dalam film ini juga diselipkan adegan-adegan humor yang membuat penonton tertawa dan tanpa terasa menikmati setiap petualangan yang disuguhkan.

Kekurangan

Dalam film ini, tidak ditemukan kekurangan karena UP berhasil menargetkan usia penonton baik kecil maupun dewasa.

Misalnya seperti saya yang menonton di usia 9 tahun saat ditayangkan di TV, film ini benar-benar menghibur dan sangat sayang apabila dilewatkan.

3. Contoh Resensi Film Singkat

menulis

Identitas Film

Judul film: Menebus Impian

Sutradara: Hanung Bramantyo

Produksi: Dapur Film

Tahun: 2010

Sinopsis Film

Film ini menceritakan tentang perjuangan seseorang yang kurang mampu dari segi finansial untuk meraih kesuksesan.

Orang tersebut adalah Nur yang diperankan oleh Acha Septriasa.

Diceritakan bahwa ibunda Nur bertekad untuk menguliahkan Nur dan meminta agar ia fokus terhadap kuliahnya.

Namun, Nur ingin bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

Banyak sekali masalah yang dijumpai Nur dalam film ini.

Kelebihan

Cerita dalam filmnya hampir sama persis dengan novelnya, tidak ada perubahan yang terjadi.

Film ini banyak mengandung pesan moral untuk penontonnya.

Kelemahan

Terdapat perbedaan cerita dengan novel aslinya.

Satu di antara perbedaan tersebut adalah di novelnya Nur dan Dian menikah, namun pada filmnya tidak ada.

***

Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Pantau terus update artikel terbaru di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari hunian nyaman dan aman di Tangerang?

Bisa jadi Cendana Marq & Cendana Nest adalah jawabannya.

Cek pilihan terbaik dengan harga kompetitif di 99.co/id dan rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Gadis Saktika

Gadis Saktika is an Indonesian Language and Literature graduate who specializes in Linguistics. Aside from that, Gadis is an aspiring content writer. Her experience varies from writing property, lifestyle, and politics. She also uses Google Analytics, Ahrefs, and implements SEO seamlessly in her contents to further enhance the contents she produces.

Related Posts