Berita, Berita Properti

Contoh Surat Jual Beli Tanah yang Benar Agar Transaksi Berjalan Lancar

28 Februari 2019
contoh surat jual beli tanah
8 menit

Sahabat 99, sudahkah kamu memahami contoh surat jual beli tanah yang baik dan benar?

Penting pula bagi Anda untuk mempelajari tata cara serta aturan pembelian tanah berupa properti sedari awal.

Mengapa penting? Pasalnya, hal tersebut bakal menyelamatkan Anda dari proses transaksi yang menyimpang…

Atau bahkan, mencegah terjadinya penipuan.

Antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan melihat contoh surat jual beli tanah secara detail.

Ada banyak contoh surat jual beli tanah yang bisa kamu dapatkan, baik lewat internet atau belajar langsung dari ahlinya.

Segala kebutuhan tersebut, dapat disesuaikan dengan kebutuhan diri sendiri.

Jangan lupa, selalu berdiskui dengan orang sekitar agar diberi kelancaran dalam transaksi properti.

Sebelum itu, yuk pahami pengertian surat jual beli tanah di bawah ini.

Pengertian dan Fungsi Surat Jual Beli Tanah

contoh surat jual beli tanah

Contoh surat jual beli tanah yang disusun dengan benar, dapat membantu Anda untuk memastikan kepemikan tanah—bahkan saat bertindak sebagai seorang pembeli.

Kelak, Anda bisa melihat kejelasan pemilik tanah secara pasti.

Sudah banyak penipuan yang berkedok penjualan tanah…

Namun saat transaksi sudah berjalan lancar, datang lagi orang lain yang sudah membeli tanah tersebut.

Itu artinya, Anda kena tipu oknum tak bertanggung jawab!

Supaya terhindar dari segala macam bentuk rugi berupa penipuan, ada baiknya Anda memahami contoh surat jual beli tanah yang benar.

Setelah itu, barulah melakukan prosedur selanjutnya seperti membuat akta dan keperluan lain.

Manfaat surat jual beli tanah ini bukan hanya dapat melindungi Anda sebagai pembeli dari tindak penipuan saja…

Tapi juga jika Anda bertindak sebagai penjual.

Secara garis besar, memahami surat jual beli tanah dapat mengantisipasi jika salah satu pihak—baik Anda maupun pihak luar—bertindak di luar janji.

Surat perjanjian jual beli tanah ini, dibuat oleh pihak penjual dan pembeli untuk menjelaskan hak serta kewajiban yang tidak boleh dilanggar oleh kedua belah pihak.

Transaksi properti yang satu ini, tentu membutuhkan tanda kesepakatan berupa surat karena nilai harganya cukup besar…

Keberadaan surat jual beli tanah, kelak dapat membantu segala kebutuhan terkait transaksi tanah.

Bisa dijadikan bukti, tanda jadi, dan berbagai macam bentuk keperluan lainnya.

Setelah urusan selesai, Anda dan pihak lain telah terikat untuk melaksanakan hak dan kewajiban yang sesuai dengan pasal dalam surat perjanjian tersebut.

Jika ditinjau dari dunia bisnis, surat jual beli tanah sangat penting.

Hal ini dikarenakan jika suatu hari nanti timbul sebuah permasalahan, maka surat tersebut dapat menjadi bukti.

Tak hanya digunakan untuk bisnis besar saja, surat perjanjian juga berlaku untuk bisnis kecil.

Sudah jelas ‘kan, Sahabat 99?

Jangan sampai Anda mengabaikan fakta di atas, ya…

Sekarang, saatnya kita melihat contoh surat jual beli tanah yang benar di bawah ini.

Contoh Surat Jual Beli Tanah yang Umum Digunakan

Ingin membuat surat jual beli tanah berdasarkan ketentuan pada umumnya?

Anda dapat melihat contohnya sebagai berikut:

 

SURAT PERJANJIAN

JUAL BELI TANAH

 

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

 

  1. Nama : Dadang Charlie

Umur               : 69 Tahun

Pekerjaan         : Wiraswasta

NIK:                : 3204090612500007

Alamat            : Jalan Zeus No. 13, Garut

 

Dalam hal ini bertindak atas nama pribadi dan selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

II.Nama           : Nuri

Umur               : 43 Tahun

Pekerjaan         : Pegawai Swasta

NIK                 : 1612880305890003

Alamat            : Jalan Miami No. 69, Bandung

Dalam hal ini bertindak atas nama pribadi dan selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Untuk selanjutnya bersama-sama PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA disebut sebagai Para Pihak.

Dalam hal ini para pihak menyatakan bahwa PIHAK PERTAMA selaku pemilik menjual tanah kepada PIHAK KEDUA yakni :

Sebidang tanah dengan luas 500 m2 yang teletak di Jalan Leles Garut XV No. 77 dengan hak Sertifikat Hak Milik Tanah Nomor 5089.

Dengan batas-batas tanah sebagai berikut :

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Jalan Leles Garut XIV
  2. Sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Leles Garut XII
  3. Sebelah timur berbatasan dengan Kantor Kecamatan Leles Garut
  4. Sebelah barat berbatasan dengan Sungai Batanghari.

Dengan adanya perjanjian ini para pihak sepakat bahwa kepemilikan atas tanah PIHAK PERTAMA berpindah hak milik kepada PIHAK KEDUA. Perjanjian ini berlaku sejak setelah tanggal penandatangan oleh para pihak dan saksi-saksi.

Sehubungan dengan jual beli di atas, maka Para Pihak dengan penuh kesadaran setuju dan sepakat untuk mengadakan perjanjian dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

HARGA

Jual beli objek tanah dalam perjanjian tersebut disepakati dengan harga Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

PASAL 2

METODE PEMBAYARAN

Pembayaran atas jual beli tanah dalam perjanjian ini dilakukan tunai ke nomor rekening PIHAK PERTAMA pada hari yang sama dengan penandatanganan perjanjian atau selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah perjanjian penandatanganan.

PASAL 3

DOKUMEN KELENGKAPAN

PIHAK PERTAMA wajib menyerahkan dokumen kelengkapan tanah pada hari penandatanganan perjanjian atau selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah perjanjian penandatanganan.

PASAL 4

PENYERAHAN DOKUMEN

Penyerahan dokumen kelengkapan kepada Notaris yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah penandatangan perjanjian dan pelunasan ke rekening PIHAK KEDUA.

PASAL 5

PEMBATALAN PERJANJIAN

Jika ditemukan dokumen bermasalah dan/atau tidak sesuai dengan Pasal 4 maka akan dikembalikan kepada PIHAK PERTAMA dan uang yang telah dibayarkan kepada PIHAK PERTAMA dikembalikan lagi kepada PIHAK KEDUA secara lunas. Dengan ini perjanjian jual beli tanah dianggap batal demi hukum.

PASAL 6

PENYELESAIAN SENGKETA

Segala sengketa yang nanti timbul dari Surat Perjanjian Jual Beli Tanah ini telah disepakati oleh PARA PIHAK untuk diselesaikan melalui jalan mediasi, jika tidak terjadi penyelesaian maka akan diselesaikan di Pengadilan Negeri di mana objek perjanjian ini berada.

Demikian Surat Perjanjian Jual Beli Rumah ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan antara PARA PIHAK dan supaya dipatuhi sebagai hukum yang mengikat PARA PIHAK.

 

Garut, 28 Februari 2019

 

PIHAK PERTAMA               PIHAK KEDUA

  (Dadang Charlie)                            (Nuri)

SAKSI PERTAMA                SAKSI KEDUA

(Hendro Purnomo)                (Sandityo Wardhono)

***

Contoh surat jual beli tanah di atas, biasanya umum digunakan oleh sejumlah pihak.

Namun, ada beberapa jenis aset tanah yang dibuat dalam format berbeda…

Contohnya surat jual beli tanah sawah.

Melihat Contoh Surat Jual Beli Tanah Sawah

Ada jual beli tanah biasa, ada juga jual beli tanah sawah.

Kedua hal tersebut memang serupa, namun terdapat perbedaaan spesifik yang perlu Anda amati sebagai berikut:

 

SURAT PERJANJIAN

JUAL BELI TANAH SAWAH

 

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

 

Nama               : Budi Susanto

Umur               : 42 tahun

Pekerjaan         : BUMN

Alamat            : Jalan Tegal Parang 1, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (penjual).

 

Nama               : Firman Amalul

Umur               : 38 Tahun

Pekerjaan         : Seniman

Alamat            : Jalan Kalibata Timur II No. 2, Pancoran, Jakarta Selatan

Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (pembeli)

 

Pada tanggal 26 Juni 2018 pihak ke I. Telah menjual, lepas/mutlak sebidang tanah sawah seluas 123 M2 kepada pihak ke II dengan harga tunai Rp. 450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi dengan tunai.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Sebelah barat : Berbatasan dengan tanah Asep Suhendra

Sebelah timur : Berbatasan dengan tanah Menuk Sukmaningrum

Sebelah utara : Berbatasan dengan Tanah Wiwin Yuniarti

Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah Alfredo Sipatuhar

Maka, sejak tanggal 28 Februari 2019, tanah sawah tersebut di atas telah menjadi hak milik pihak ke II.

Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah tersebut baik pihak ke I (penjual) maupun pihak ke II (pembeli) juga saksi-saksi semuanya menyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani, dan segala sesuatu dengan itikad baik.

Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

 

Jakarta, 28 Februari 2019

Pihak Ke I                                                                                              Pihak Ke II

 

(Budi Susanto)                                                                                       (Firman Amalul)

 

Saksi-saksi

 

Sanksi I                                            Sanksi II                                         Sanksi III

 

(Apriadji)                                          (Waluyo)                                        (Sabrie)

***

Sudah cukup jelas, Sahabat 99?

Ragam contoh surat jual beli tanah ini, tak pelak digunakan untuk membantu Anda melihat referensi rujukan yang baik.

Semakin tertata surat Anda, semakin baik pula hasil yang didapat kelak.

Sekarang, saatnya kita memahami aspek lain perihal tanah yuk!

Jenis-jenis Tanah Berdasarkan Status dan Fungsinya

contoh surat jual beli tanah

Sahabat 99, Anda dapat menambah wawasan dengan mengetahui berbagai mcam jenis tanah.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam membedakan.

Sebagai contoh, jenis tanah meliputi:

– Tanah Sawah

Harga yang ditawarkan jenis tanah ini relatif murah dibanding dengan status fisik pekarangan.

Namun, dibutuhkan perizinam tambahan, yakni dikenal dengan nama izin pengeringan.

Pada praktik di lapangan, status fisik sawah memang wajib dilakukan pengeringan.

– Tanah Pekarangan

Harga yang ditawarkan relatif lebih mahal daripada status fisik tanah.

Namun, ANda tidak memerlukan lagi proses izin pengeringan lahan.

Segera melakukan pengolahan lahan dan proses lainya, sehingga lahan segera siap launching

– Status Tanah Tidak bersertifikat

Tanah tak bersertifikat yang dimaksud bukan benar-benar tanpa sertifikat…

Tetapi, tanah yang masih butuh proses sertifikat atau peningkatan hak.

Ada beberapa penyebutan untuk status tanah seperti.

Jenis-jenis tersebut meliputi tanah negara, hak garap, Letter C, Letter D dan berbagai istilah lainnya.

Untuk lahan seperti ini, diperlukan proses sertifikat sebelum dilakukan prosea perizinan lebih lanjut.

Keuntungan mendapat lahan seperti ini, kamu dapat melakukan negosiasi pembayaran dengan jangka waktu yang lebih panjang.

***

Tanah juga dibedakan berdasarkan jenis sertifikat yang dimiliki.

Pahami perbedaannya sebagai berikut:

– Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat model ini lazim dimiliki oleh perseorangan sebagai bukti atas lahan.

Keuntungan membeli lahan dengan SHM adalah kepemilikan dan proses izin yang lebih cepat.

Setidaknya, Anda tak perlu melewati proses sertifikasi lahan dan non-sertifikasi ke Sertifikat Hak Milik.

Akan tetapi, percepatan ini masih harus diselidiki karena perizinan di tiap daerah tidak dapat disamaratakan.

Terkadang, pemerintah setempat mewajibkan lahan bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Jika begitu caranya, Anda harus menurunkan status SHM menjadi HGB.

– Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

Sertifikat jenis ini pada umumnya dimiliki perusahaan.

Tanah bersifat sementara dengan jangka waktu tertentu

Kendati demikian, tanah jenis ini dapat dinaikkan haknya menjadi SHM.

Keunggulan memiliki sertifikat ini adalah status kepemilikan yang lebih pasti dan perizinan pun tak membutuhkan waktu lama.

Apalagi bila pemerintah daerah setempat memberlakukan sistem kewajiban lahan bersertifikat HGB.

***

Sudah paham dan dapat melakukan transaksi jual beli tanah?

Faktanya, urusan Anda tak akan selesai sampa di sini saja.

Ada beberapa hal yang harus ditangani…

Salah satunya sertifikat tanah.

Proses Mengurus Sertifikat Tanah

Sertifikat tanah dibuat sebagai bentuk legalitas atau kepemilikan properti baik berupa tanah atau bangunan.

Bukan hanya memperjelas status hukum tanah, adanya sertifikat tanah juga dapat membantu Anda untuk menghindari sengketa yang dapat terjadi di masa depan.

Syarat membuat sertifikat tanah, meliputi:

– Fotokopi KTP pemohon yang telah dilegalisir pejabat berwenang

– Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir

– Fotokopi kartu keluarga (KK) dari pemohon

– Fotokopi NPWP

– Izin mendirikan bangunan (IMB)

– Akta jual beli (AJB)

– Pajak Penghasilan (PPh)

– Bukti pelunasan pembayaran bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Baca Juga:

Cara Mudah Membuat Sertifikat Tanah (Syarat dan Proses)

Jika sudah mengumpulkan persyaratan di atas, Anda dapat melanjutkan proses secara mandiri dengan tahapan sebagai berikut:

Ada tiga tahapan yang akan dilalui dalam pembuatan sertifikat tanah, yaitu:

  1. Mendatangi Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Setempat

Pemohon dapat mendatangi loket pelayanan dengan membawa dokumen yang telah disiapkan sebagai syarat membuat sertifikat tanah.

Anda lalu diminta untuk mengisi formulir, melakukan pembayaran biaya pengukuran serta pemeriksaan tanah.

  1. Petugas BPN Melakukan Pengukuran Tanah

Setelah permohonan diterima, petugas dari BPN akan melakukan proses pengukuran tanah.

Anda sebagai pemohon pun harus hadir dalam proses ini.

Hasil dari pengukuran tersebut, akan dilanjutkan untuk pembuatan surat keputusan dari BPN pusat.

  1. Membayar pendaftaran SK hak

Tahap terakhir adalah membayar pendaftaran SK hak.

Setelah melunasinya, Anda pun bisa mendapatkan sertifikat tanah.

***

Waktu pembuatan sertifikat tanah beragam, tergantung dari luas serta peruntukan dari tanah itu sendiri.

Tak hanya melihat contoh surat jual beli tanah…

Blog 99.co Indonesia juga bakal menyiapkan kebutuhan lainnya saat Anda hendak membeli atau menjual jenis properti yang satu ini.

Terlebih, jika Anda adalah seorang investor.

Mulai sekarang, ada baiknya agar kita memahami kelebihan dan kekurangan investasi tanah.

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tanah

contoh surat jual beli tanah

Seiring berjalannya waktu, harga tanah makin lama makin terkoreksi dengan sendirinya.

Itu tandanya, investasi tanah kembali bergairah.

Jika tujuan Anda memahami contoh surat jual beli tanah…

Maka, pahamilah kelebihan serta kekurangannya terlebih dahulu.

Salah satu kelebihan investasi tanah adalah kenaikan capital gain yang tinggi.

Baca Juga:

Ini Dia 8 Plus dan Minus Melakukan Investasi Tanah. Wajib Tahu!

Umumnya, persentase tersebut bisa mencapai 20 sampai 25 persen.

Namun, angka tersebut bergantung pada lokasi tanah berada.

Sementara itu, kekurangan yang mencolok antara lain bisa tidak mendapatkan pemasukan dalam jangka panjang.

Bila membiarkan tanah kosong melompong dalam waktu lama, sudah pasti Anda tidak akan mendapat pemasukan apa-apa.

Meski begitu, apapun pilihan yang diambil, tentukan secara bijak.

Semoga bermanfaat ya, Sahabat 99!

Pastikan Anda melakukan transaksi terkait jual beli tanah di 99.co/id.

Tak lupa, dapatkan informasi menarik lewat Blog 99.co Indonesia.

You Might Also Like