Berita Ragam

Contoh Surat Peringatan (SP) dan Ketentuan yang Berlaku bagi Karyawan

3 menit

Sedang diharuskan membuat surat peringatan (SP) untuk karyawan yang melanggar ketentuan perusahaan? Yuk, lihat informasi lengkap beserta contoh surat peringatan pada artikel ini!

Setiap perusahaan memiliki peraturan yang tidak bisa dilanggar oleh karyawannya.

Dengan begitu, sebagai seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, wajib hukumnya mengikuti peraturan yang berlaku.

Sayangnya, tidak semua karyawan bisa berperilaku demikian.

Terkadang ada karyawan yang melakukan kesalahan, baik itu kesalahan ringan maupun berat.

Bagi mereka yang melanggar, mau tak mau akan mendapat teguran berupa surat peringatan.

Pada artikel kali ini, 99.co Indonesia telah menghimpun informasi penting beserta contoh surat peringatan yang bisa kamu simak pada uraian di bawah ini.

Ketentuan Pemberian Surat Peringatan

menulis surat

Sejatinya, pemberian surat peringatan dalam dunia kerja itu sudah diatur dalam Pasal 161, Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Bunyinya seperti berikut:

(1) Dalam hal pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada pekerja/buruh yang bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut.

(2) Surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) masing-masing berlaku untuk paling lama 6 (enam) bulan, kecuali ditetapkan lain dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Macam-Macam Surat Peringatan

Secara garis besar, surat peringatan (SP) terbagi menjadi tiga, yaitu SP pertama, kedua, dan ketiga.

Masing-masing berlaku selama enam bulan atau sesuai dengan perjanjian kerja.

Bila selama enam bulan perilaku karyawan tersebut membaik, itu artinya ia sudah terbebas dari SP pertama.

Akan tetapi, jika masa SP pertama belum selesai dan karyawan melakukan pelanggaran berbeda, perusahaan dapat memberikan SP kedua hingga SP ketiga.

Lalu, bagaimana jika karyawan yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran setelah masa SP pertama habis?

Jika hal tersebut terjadi, surat yang diberikan padanya kembali ke SP pertama, bukan SP kedua.

Hak Karyawan yang Terkena PHK

karyawan

Apabila karyawan sudah diberi surat peringatan dan masih melanggar aturan, perusahaan akan menindaklanjuti yang bersangkutan untuk diberlakukan Pemutusan hubungan kerja (PHK).

Keputusan tersebut baru dapat dilakukan oleh perusahaan jika karyawan tersebut tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik setelah diberikan SP ketiga.

Walaupun di-PHK, hak karyawan masih bisa diperoleh, seperti yang diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat 1 tentang Ketenagakerjaan:

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggnatian hak yang seharusnya diterima.”

Melansir dari cermati.com, adapun hak karyawan yang di-PHK menurut UU Ketenagakerjaan, antara lain:

1. Uang Pesangon

Ketentuan perhitungan uang pesangon dalam UU Ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:

  • Masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 bulan upah
  • Masa kerja 1 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 2 tahun, 2 bulan upah
  • Masa kerja 2 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 3 tahun, 3 bulan upah
  • Masa kerja 3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 4 tahun, 4 bulan upah
  • Masa kerja 4 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 5 tahun, 5 bulan upah
  • Masa kerja 5 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, 6 bulan upah
  • Masa kerja 6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 7 tahun, 7 bulan upah
  • Masa kerja 7 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 8 tahun, 8 bulan upah
  • Masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 bulan upah

2. Uang Penghargaan Masa Kerja

Selanjutnya, perhitungan uang penghargaan masa kerja pun sudah ditetapkan, yakni sebagai berikut:

  • Masa kerja 3 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6 tahun, 2 bulan upah
  • Masa kerja 6 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9 tahun, 3 bulan upah
  • Masa kerja 9 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12 tahun, 4 bulan upah
  • Masa kerja 12 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 tahun, 5 bulan upah
  • Masa kerja 15 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 18 tahun, 6 bulan upah
  • Masa kerja 18 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 21 tahun, 7 bulan upah
  • Masa kerja 21 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 24 tahun, 8 bulan upah
  • Masa kerja 24 tahun atau lebih, 10 bulan upah

3. Uang Penggantian Hak

Uang penggantian hak yang seharusnya diterima antara lain sebagai berikut:

  • Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur
  • Biaya pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja
  • Penggantian perumahan, serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat
  • Hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama

Contoh Surat Peringatan

Contoh Surat Peringatan 1

contoh surat peringatan

sumber: sleekr.co

Contoh Surat Peringatan 2

contoh surat peringatan perusahaan

sumber: glints.com

Contoh Surat Peringatan 3

contoh surat teguran karyawan

sumber: ems.ekrut.com

***

Nah, itulah informasi serta contoh surat peringatan yang bisa kamu simak.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya, Sahabat 99.

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Cinere?

Cek saja di 99.co/id dan temukan pilihan menarik lainnya!

Gadis Saktika

Sempat jadi jurnalis politik dan sekarang menulis konten di 99.co Indonesia. Berpengalaman menjadi fans KPOP dan sekarang sedang bersenang-senang menjadi NCTzen. Who's with me?

Related Posts