Berita Ragam

Ragam Contoh Teks Negoisasi Berbagai Topik dan Strukturnya (Termasuk Nego Tanah & Sewa Rumah)

3 menit

Kamu masih bingung membuat teks negoisasi yang baik dan benar? Jangan cemas, 99.co Indonesia telah merangkum contoh teks negoisasi yang baik dan benar sesuai dengan strukturnya. Panduan ini akan memudahkan kamu dalam melakukan negoisasi terkait berbagai hal.

Sahabat 99, pasti kamu pernah melakukan negoisasi dengan orang lain termasuk dalam transaksi jual beli barang atau jasa.

Nah, dalam setiap negoisasi itu pasti terdapat proses tawar menawar, kan?

Tawar menawar ini lumrah dilakukan untuk mencapai kesepakatan antara satu dengan yang lainnya.

Negoisasi ini biasa terjadi dan tanpa disadari begitu berjalan saja.

Dengan negoisasi, seorang pembeli berharap bisa mendapatkan barang dengan harga murah, sedangkan penjual tetap menerima laba.

Bahkan, tak jarang dalam proses negoisasi itu berakhir win-win solution.

Bagi kamu yang masih kebingungan soal teks negoisasi, yuk simak selengkapnya di bawah ini.

Teks Negoisasi Adalah

Teks negosiasi merupakan salah satu konsep materi yang bertujuan untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.

Teks negosiasi adalah sebuah teks yang berisi kegiatan antar manusia maupun antar kelompok dan terjadi untuk mencapai suatu kata sepakat satu sama lain.

Dikutip mypurohith, kunci utama dalam teks negosiasi adalah kata sepakat.

Teks negosiasi memiliki tujuan yang sangat esensial yaitu mencapai kesepakatan di antara pihak tertentu.

Memiliki tujuan maupun maksud yang berbeda, tetapi mencapai suatu nilai yang sama.

Tujuan Teks Negosiasi

negosiasi

Di samping mencapai kesepakatan bersama, teks negosiasi juga memiliki beberapa tujuan lain, lo.

Salah satunya tujuan tersebut adalah menyelesaikan suatu konflik atau permasalahan yang berlarut.

Tujuan teks negoisasi:

  • Mencapai sebuah penyelesaian atau jalan keluar terhadap sebuah konflik atau kasus.
  • Mencapai kesepakatan antara tokoh atau kelompok.
  • Mencapai kesamaan dalam kepentingan maupun tujuan dalam suatu permasalahan.
  • Membuat persamaan dalam persepsi, pengertian, atau cara pandang.
  • Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada pihak yang dirugikan.
  • Tujuan paling dasar dari teks negosiasi adalah mencapai sebuah kesamaan dalam berbagai hal dan penyelesaian terhadap suatu konflik atau permasalahan.

Ciri-Ciri Teks Negoisasi

Sebelum mengetahui contoh teks negosiasi, ada baiknya pahami dulu ciri-ciri teks negoisasi.

Ini penting supaya dapat membedakannya dengan teks lain.

Berikut beberapa ciri-ciri teks negosiasi:

  • Menghasilkan suatu kesepakatan bersama.
  • Kesepakatan yang dihasilkan tidak menghilangkannya, tetapi mengurangi keinginan kedua belah pihak.
  • Saling menguntungkan satu sama lain.
  • Memiliki kesamaan tujuan.
  • Sebuah sarana mencapai penyelesaian.
  • Berupa dialog antartokoh atau kelompok, teks narasi, maupun gabungan dari keduanya.

Contoh Teks Negoisasi yang Baik dan Benar Sesuai Struktur

Struktur teks negoisasi terdiri dari orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, pembelian, hingga penutup.

Berikut adalah contoh teks negoisasi yang baik dan benar sesuai struktur tersebut.

1. Contoh Teks Negoisasi Jual Beli Ponsel

Penjual : “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”
Pembeli : “Siang. Saya sedang mencari ponsel Sumsang serie 666. Apakah ada?”
Penjual : “Oh, ada. Mau ponsel baru atau bekas, Pak?”
Pembeli : “Kalau bekas, berapa harganya, Pak?”
Penjual : “Harganya Rp13 juta, Pak.”
Pembeli : “Wah, mahal juga, ya. Boleh ditawar, kan, Pak?
Penjual : “Boleh, Pak. Bapak nawar berapa?
Pembeli : “Kalau ponselnya masih bagus, saya tawar Rp11,5 juta, Pak.”
Penjual : “Saya jamin masih bagus, Pak. Bapak bisa lihat sendiri. Harga segitu belum dapat, Pak.”
Pembeli: “Iya, Pak. Saya cek masih bagus. Jadi, berapa kurangnya?
Penjual: “Paling jadi Rp12,6 juta, Pak. Termasuk garansi dan lainnya masih komplet.”
Pembeli : “Masih kemahalan Pak. Di tempat lain tadi ada yang baru Rp12,5 juta, tapi rekondisi.”
Penjual : “Kalau di sini walaupun bekas, tapi original, Pak. Masih belum ada cacat juga.”
Pembeli : “Ya sudah, kalau Rp12,2 juta bagaimana, Pak?”
Penjual : “Naik sedikit lagi saja, Pak. Jadi, Rp12,5 juta?”
Pembeli : “Gini saja, Pak. Saya tawar terakhir Rp12,3 juta? Biar tengah-tengah, bagaimana?”
Penjual : “ Ya sudah, Pak. Boleh, deh.”
Pembeli : “Terimakasih, Pak.”
Penjual : “Sama-sama.”

2. Contoh Teks Negoisasi Jual Beli Tanah

Pembeli: “Halo. Selamat siang, Pak. Apa kabar?”
Penjual: “Baik, Pak. Bagaimana dengan Bapak?”
Pembeli: “Syukur, baik juga. Begini, melanjutkan pembicaraan tempo lalu, apa tanah yang di Lembang masih ada, Pak?
Penjual: “Oh, masih, Pak. Beberapa ada yang nawar, tapi belum cocok.”
Pembeli: “Setelah saya berdiskusi dengan istri, saya berminat beli tanah Bapak di Lembang. Lokasinya juga cocok untuk usaha agrobisnis. Harga pasnya berapa, Pak?”
Penjual: “Saya jual Rp3,5 miliar, Pak. Luas tanah 3.000 meter persegi, sudah cukup terjangkau.”
Pembeli: “Kira-kira masih bisa turun lagi tidak, ya? Kalau Rp3,2 miliar bagaimana?”
Penjual: “Wah, masih jauh, Pak. Ini statusnya juga sudah Sertifikat Hak Milik. Paling minta naik sedikit lagi.”
Pembeli: “Kalau Rp3,2 miliar bagaimana? Jujur, saya adanya segitu, Pak.”
Penjual: “Begini saja, Pak. Saya minta Rp3,3 miliar, tapi sisanya boleh lah menyusul sesuai kesepakatan. Nanti, kita bicarakan soal teknisnya seperti apa.”
Pembeli: “Alhamdulillah. Setuju kalau begitu, Pak. Nanti malam saya ke rumah Bapak buat setorkan tanda jadi.”
Penjual: “Terima kasih, Pak.”

3. Contoh Teks Negoisasi Sewa Rumah

Penyewa: “Selamat pagi, apakah pemilik rumah ini ada di rumah?”
Pemilik: “Selamat pagi, kebetulan saya sendiri. Dengan siapa?”
Penyewa: “Saya yang mau lihat-lihat rumah ini. Kemarin saya yang kontak, Bapak.”
Pemilik: “Oh. Bapak yang berminat itu, ya. Silakan masuk, Pak.”
Penyewa: “Terima kasih.  Saya boleh lihat-lihat dulu, Pak?”
Pemilik: “Boleh. Silakan.”
Penyewa: “Setelah saya cek, masih bagus. Tapi saya mau tanyakan dulu harga sewa dan yang lainnya, Pak.”
Pemilik: “Rumah type 36, luas tanah 72 meter persegi. Rencana mau saya sewakan Rp30 juta per tahun.”
Penyewa: “Wah, tinggi juga ya, Pak.”
Pemilik: “Di sini air-nya bagus, lingkungan aman, akses terjangkau. Soal harga sewa bisa nego, kok, Pak.”
Penyewa: “Kalau Rp25 juta, bagaimana?”
Pemilik: “Harga segitu belum dapat, Pak. Mohon maaf.”
Penyewa: “Ya. Sudah. Pasnya berapa, ya?”
Pemilik: “Paling Rp27 juta, Pak.”
Penyewa: “Ok, kalau begitu. Saya beri tanda jadi dulu, ya.”
Pemilik: “Baik, Pak. Sebentar, saya ambilkan kuitansi dan meterai dulu.”
Penyewa: “Siap, Pak.”
Pemilik: “Ini, Pak. Silakan ditandatangani.”
Penyewa: “Terima kasih. Sudah deal, ya.”
Pemilik: “Sudah, terima kasih. Segera kabari kalau ingin ditempati, ya.”
Penyewa: “Baik, Pak. Terima kasih. Saya pamit dulu.”

 4. Contoh Teks Negoisasi di Pasar

Pembeli: “Permisi, di sini ada jengkol, Bu?”
Penjual: “Ada, Bu. Baru datang tadi pagi.”
Pembeli: “1 kg berapa, Bu?”
Penjual: “Rp60.000.”
Pembeli: “Wah, belum turun, ya, Bu.”
Penjual: “Iya, Bu. Belum turun lagi. Dari suplier naik imbas Corona,”
Pembeli: “Tapi ini jengkolnya masih bagus ya, Bu?”
Penjual: “Bagus, Bu. Jengkolnya tua, Ibu bisa pilih sendiri silakan saja.”
Pembeli: “Bu, bisa kurang? Rp50.000 saja, ya?
Penjual: “Belum dapat, Bu. Untungnya sedikit. Paling Rp57.000,”
Pembeli: “Ya sudah, bungkus 2 kg saja, Bu. Ini uangnya,”
Penjual: “Siap, terima kasih, Bu.”

***

Itulah contoh teks negoisasi yang baik dan benar sesuai strukturnya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Ikuti terus tulisan informatif lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek rumah incaranmu dari sekarang hanya di www.99.co/id!

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts