Berita Berita Properti

Jumlah Crazy Rich Indonesia Bertambah 67% dan Gemar Belanja Properti. Ini Alasannya!

2 menit

Jumlah Crazy Rich Indonesia bertambah 67 persen, sehingga totalnya menjadi 1.125 orang. Menariknya, para orang super kaya ini lebih tertarik menginvestasikan uangnya ke sektor properti. Kenapa ya?

Kehidupan orang-orang super kaya yang masuk dalam kategori Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) sangat menarik untuk diikuti.

Hal ini dikarenakan perannya yang sangat penting untuk mempengaruhi perekonomian nasional dan global, meski jumlahnya hanya 1 persen dari populasi global.

Lalu siapakah yang bisa dikatakan sebagai orang super kaya dalam kategori UNHWI itu?

Para crazy rich ini adalah orang yang mengantongi aset lebih dari Rp430 miliar dalam bentuk aset nyata atau atau aset tidak berwujud.

Global Head of Research Knight Frank, Liam Bailey, mengatakan para crazy rich punya dampak besar terhadap ekonomi.

Menurutnya, ketika pemangku kebijakan dan investor kurang memahami perilaku para orang super kaya ini, akan berisiko membuat kesalahan memprediksi tren ekonomi.

“Bagaimana peruntungan kalangan miliarder berubah, di mana mereka menghabiskan waktu, apa yang mereka investasikan dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, penting untuk diketahui,” kata Liam, dikutip dari Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Menariknya, saat ini crazy rich Indonesia yang jumlahnya melonjak 67 persen tersebut lebih tertarik menginvestasikan uangnya untuk membeli aset properti.

Crazy Rich Indonesia Lebih Tertarik Investasi Properti

ilustrasi crazy rich Indonesia lebih pilih belanja properti

Pertumbuhan jumlah orang super kaya di Asia, khususnya crazy rich Indonesia, sangat berpengaruh pada bisnis properti.

Hal ini dikarenakan para orang-orang super kaya ini cenderung menginvestasikan 25 persen hingga 28 persen dari jumlah dananya untuk sektor properti.

Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, mengatakan aset properti yang menarik minat para crazy rich ini misalnya perkantoran, fasilitas kesehatan, dan properti untuk masa pensiun.

Berdasarkan data, 23% dari jumlah investasi properti para orang super kaya ini dialokasikan untuk perkantoran, sementara untuk residensial sewa sebesar 20 persen.

Selain itu, orang super kaya ini sangat tertarik memiliki lebih dari satu rumah.

Hal ini terbukti, ketika sudah memiliki rumah, mereka cenderung membeli rumah kedua, rumah ketiga, dan seterusnya dengan fasilitas mewah.

Biasanya, fasilitas mewah yang diminta para orang super kaya ini adalah taman, kolam renang, dan akses transportasi yang mudah.




Mengapa mereka memilih membeli rumah lagi?

Sebanyak 28 persen di antara orang super kaya yang berinvestasi properti menjawab bahwa mereka membutuhkan upgrading rumah utama.

Sementara 21 persen lainnya adalah untuk tujuan liburan dan 19 persen menjawab, bahwa mereka hendak pindah ke negara lain.

Peluang Investasi Properti 2021

peluang investasi properti 2021

Perilaku para orang super kaya yang lebih berminat berinvestasi di sektor properti, sejalan dengan prediksi konsultan properti JLL Indonesia.

CEO Asia Pacific JLL, Anthony Couse, mengatakan bahwa tahun 2021 akan menjadi peluang yang baik untuk investasi properti.

“Pergeseran minat investor terhadap aset inti dan alternatif, ditambah dengan meningkatnya permintaan akan ruang perkantoran yang ramah lingkungan serta nyaman…

…Akan menjadi prioritas strategis yang lebih penting di dunia pasca-Covid dan menjadi landasan bagi pemulihan pasar yang sedang berlangsung,” kata Anthony Couse, dikutip dari Beritasatu.com, Selasa (29/12/2020).

Anthony mengatakan bahwa minat tinggi terhadap aset properti perkantoran tidak lepas dari efek pandemi Covid-19.

Banyak orang menginginkan sebuah area perkantoran yang mendukung protokol kesehatan dan kesejahteraan karyawan, penerapan social distancing, dan memperbanyak ruang kolaborasi.

“Sektor logistik di Indonesia sepertinya akan terus berjaya pada 2021, sementara pusat data akan terlihat lebih dominan dibanding kelas aset menarik lainnya…

…Kami juga melihat prospek yang lebih baik bagi sektor perkantoran, ritel dan perumahan, seraya pulihnya kepercayaan pasar menyusul rencana vaksinasi,” kata Head of Research, JLL Indonesia, James Taylor.

Selain itu, JLL juga memprediksi bahwa pada 2021, akan terjadi kenaikan aktivitas penyewaan properti.

Hal ini didukung oleh generasi baru penyewa properti, dukungan pemerintah, dan tingkat bunga pinjaman rendah.

Berkaca dari sejumlah faktor tersebut, investasi properti akan menjadi pilihan bagus pada tahun 2021 ini.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bali?

Bisa jadi Damara Village di Kuta Selatan adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts