Berita Ragam

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pengusaha Ini Dulang Sukes & Masuk dalam Daftar Orang Terkaya di Dunia!

2 menit

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pemasukan dan gulung tikar. Namun, ternyata hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Menurut data Forbes yang dilansir dari Detik, beberapa dari 178 pengusaha pendatang baru bisa masuk daftar orang terkaya di dunia “berkat” wabah ini.

Pebisnis yang justru meraih kekayaan di tengah pembatasan sosial ini adalah mereka yang berkecimpung dalam bisnis layanan online.

Sebab orang-orang yang bekerja dan belajar dari rumah membutuhkan layanannya untuk tetap produktif.

Salah satunya ialah Eric Yuan, pendiri sekaligus CEO aplikasi Zoom.

Ia kini telah masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Eric Yuan Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia Berkat Zoom

Pembatasan sosial membuat banyak orang harus bekerja dari jarak jauh.

Sebagai solusi, banyak orang memanfaatkan aplikasi seperti Zoom untuk rapat kerja, sekolah virtual, dan lainnya.

Foto: Victor J. Blue | Bloomberg

Pada awalnya, Zoom menawarkan aplikasi layanan video secara gratis ke sekolah-sekolah yang terdampak virus corona di Jepang, Italia, AS, serta China pada pertengahan Maret lalu.

Layanan gratis ini membuat Zoom mulai dikenal dan diandalkan banyak orang di belahan negara yang terdampak penerapan sekolah dan kerja dari rumah.

Baca Juga:

Kerja dari Rumah Karena Corona? 5 Tips Ini Bikin Fokus dan Nyaman!

Tak terkecuali Indonesia yang saat ini mencatat lebih dari 2.738 kasus positif corona.

Alhasil, nilai perusahaan Zoom meningkat dua kali lipat dari 3 Januari-18 Maret 2020.

Sang pemilik, Eric Yuan, yang memiliki 46 persen saham bernilai US$5,5 miliar pun langsung melesat masuk ke daftar orang kaya baru di dunia berkat ini.

Saham yang ia miliki setara dengan Rp88 triliun (kurs Rp16 ribu/US$).

Layanan Online Lain yang Sukses di Tengah Pandemi Covid-19

Pendatang baru lainnya yang masuk daftar orang terkaya di dunia adalah Larry Xiangdong Chen.

Popularitasnya meroket setelah layanan program bimbingan belajar online yang ia tawarkan naik daun di tengah pandemi Covid-19.

Lewat layanan online bertajuk GSX Techedu, seperti dilansir Forbes, Rabu (8/4), Chen mengantongi kekayaan US$4,5 miliar.

Kemudian, ada Byju Raveendran yang menelurkan program pendidikan online Byju.

sumber: thenewsminute.com

Tadinya, Byju menawarkan paket belajar US$400 untuk 1.000 jam les.

Namun, sejak pandemi berlangsung, ia menggratiskan seluruh layanan bagi siswa yang terjebak di rumah hingga April 2020.

Byju mencatat 42 juta pengguna baru terdaftar, sehingga nilai perusahaan meroket menjadi US$8 miliar.

Raveendran sendiri tercatat mengantongi kekayaan US$1,8 miliar dari temuannya tersebut.

Tak hanya program pendidikan dan layanan komunikasi, layanan game online pun turut diburu masyarakat yang terpaksa berdiam diri di rumah.

Sea Limited, produsen game online yang didirikan oleh Forrest Li dari Singapura, mengalami pelonjakan nila perusahaan hingga tiga kali lipat.

Orang Terkaya di Dunia Didominasi Nama Pengusaha Tiongkok

Forbes mencatat 178 orang kaya baru berasal dari 20 negara.

China masih mendominasi jumlah orang kaya yang dilahirkannya, yakni sebanyak 80 nama.

Total kekayaan 80 para miliarder baru asal China ini mencapai US$123 miliar.

Kemudian, Amerika Serikat (AS) berada di urutan kedua sebagai negara pencetak orang kaya baru.

Setidaknya ada 44 orang kaya baru yang dilahirkan Negeri Paman Sam itu.

Meski begitu, secara nilai, total kekayaan gabungan miliarder baru AS lebih banyak US$27 miliar daripada yang dihasilkan 80 miliarder baru China.

Baca Juga:

5 Aplikasi Penunjang Work from Home Agar Komunikasi Tetap Lancar

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99..

Jangan lupa kunjungi 99.co Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.

Temukan hunian impian Anda di 99.co/id!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts