Berita Ragam

Dampak Corona, Angka Pengangguran & Kemiskinan Diprediksi Melonjak Tajam!

2 menit

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan rencana antisipasi dampak corona terburuk yakni adanya lonjakan tajam angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Presiden Joko Widodo sendiri sebelumnya telah menetapkan wabah virus corona (Covid-19) sebagai bencana nasional.

Sama seperti yang dialami oleh negara lain, pandemi Covid-19 juga berdampak cukup signifikan terhadap ekonomi Indonesia.

Kelumpuhan ekonomi juga telah berdampak pada badai PHK masal di sejumlah daerah.

Jika pandemi corona ini tak segera diatasi, cepat atau lambat prediksi lonjakan angka pengangguran dan kemiskinan pun akan menjadi kenyataan.

Peningkatan Angka Pengangguran dan Kemiskinan Jadi Dampak Corona Terburuk

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, dalam skenario terburuk, angka kemiskinan bisa meningkat sebanyak 3,78 juta orang.

Kondisi tersebut bisa semakin buruk dengna adanya tambahan 5,2 juta pengangguran.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2019, jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 7,05 juta orang.

Dampak corona yang mengerikan ini terlihat sangat jelas pada angka pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut Sri Mulyani, angka pertumbuhan ekonomi yang tadinya ditargetkan 5,3 persen diperkirakan hanya akan tercapai sebanyak 2,3 persen.

Baca Juga:

Dampak Corona, Debitur Bisa Libur Cicilan KPR Hingga 1 Tahun. Ini Syaratnya!

Bukan tak mungkin, bila pandemi ini tak segera berakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 diperkirakan akan tumbuh negatif 0,4 persen.

“Untuk PDB saat ini kita estimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Baseline kita di 5,3 persen akan turun di 2,3 persen…

…Bahkan, jika situasi sangat berat mungkin juga menurun sampai negatif growth 0,4 persen,” ungkap Sri Mulyani lewat siaran konferensi video, Selasa (14/4) sebagaimana dikutip Kompas.com.

Pemerintah Siapkan Berbagai Kebijakan untuk Antisipasi Dampak Corona

Sejauh ini, dampak corona terberat dirasakan oleh masyarakat di Pulau Jawa, kemudian diikuti Sumatera, Bali, serta Nusa Tenggara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Misalnya dengan dikeluarkannya Perppu No 1 Tahun 2020 mengenai jaring pengamanan bidang kesehatan, pengamanan sosial untuk masyarakat, kinerja ekonomi, dan sistem keuangan.

Selain itu, dikeluarkan juga Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang realokasi dan refocusing Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Kartu Prakerja Jadi Langkah Andalan Membendung Lonjakan Pengangguran dan Kemiskinan

Menurut Airlangga, realisasi Program Kartu Prakerja juga dinilai bisa menjadi langkah efektif untuk mengatasi dampak pandemi corona.

Sri Mulyani pun menjelaskan adanya sejumlah perubahan terkait Program Kartu Prakerja.

“Pertama, kartu prakerja kita naikkan, dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Itu bisa 5,6 juta masyarakat yang terdampak PHK ini bisa di-absorb.

Ini belum termasuk BP Jamsostek yang masih memiliki uang iuran dari perusahaan yang bisa dipakai untuk berikan benefit kepada masyarakat yang terkena PHK,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (14/4) seperti dilansir Medcom.id.

Selain itu, pemerintah juga telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk kebutuhan darurat seperti dana desa dan juga anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca Juga:

Waspada, Ada Gejala Virus Corona Baru Muncul | Yuk Kenali Ciri-Cirinya!

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99.

Daripada disimpan dan dibaca sendiri, mending share artikel ini ke media sosial yuk.

Jangan lupa bookmark blog 99.co Indonesia untuk informasi menarik lainnya.

Ingin cari properti? Pastikan untuk mencarinya di 99.co/id.

Elmi Rahmatika

Scribo ergo sum. I write, therefore I am.

Related Posts