Berita

Dampak Urbanisasi Pasca Arus Balik, Jakarta Semakin Padat

11 Juni 2019
dampak urbanisasi
2 menit

Setelah sepi ditinggal oleh penduduknya untuk beberapa saat, kota-kota besar di Indonesia berangsur-angsur kembali dipadati oleh penduduknya. Tak jarang orang-orang yang pulang mudik membawa sanak sodaranya untuk diajaka mengadu nasib di kota metropolitan. Tentunya, dampak urbanisasi pasca arus balik Lebaran ini akan memengaruhi kota-kota tersebut, tak terkecuali Jakarta.

Seperti dilansir di Pos Kota News, simak yuk pembahasan mengenai kebijakan urbanisasi di DKI Jakarta.

Peningkatan Pendatang Baru dari Tahun Sebelumnya

dampak urbanisasi

Menurut perkiraan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), terdapat sekitar 71 ribu pendatang baru yang masuk ke ibu kota.

Dibandingkan dengan pendatang baru pada tahun lalu yang mencapai 69 ribu orang, peningkatan angka ini tentunya tidak bisa dibilang sedikit.

“Tahun lalu jumlah pemudik itu 5.865.000 kemudian arus baliknya 5.934.000, selisihnya 69 ribu, tapi angka selisihnya itu dari tahun ke tahun tidak beda banyak. Kalau proyeksi kira-kira sekitar 71 ribu, dibandingkan tahun lalu 69 ribu,” jelas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, seperti dikutip dari Harian Jogja.

Kebijakan Pemprov DKI

Jakarta sendiri tahun ini tidak akan melaksanakan Operasi Yustitusi Kependudukan (OYK) terhadap para pendatang baru dengan alasan Jakarta adalah kota terbuka.

Namun, pemerintah pun berharap bahwa para pendatang haruslah memiliki keterampilan yang mumpuni agar bisa mendapatkan pekerjaan di ibu kota.

“Kami berharap dengan ada pembangunan di banyak wilayah di Indonesia, maka lapangan pekerjaan pun tersedia di banyak tempat. Kalau dulu lapangan pekerjaan memang terkonsentrasi di DKI, sekarang ada banyak tempat lapangan kerja, jadi kami berharap itu akan terjadi,” kata Anies.

Apa Itu OYK?

OYK sendiri adalah kegiatan pendataan pendatang yang baru saja masuk ke Jakarta.

Biasanya, kegiatan ini dilaksanakan pasca Lebaran dan secara umum dilakukan di area pemukiman padat penduduk, rumah kontrakan, rumah susun, serta apartemen.

Pro dan Kontra OYK

dampak urbanisasi

Tentunya, kebijakan Anies Baswedan mengenai OYK mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Baca Juga:

Jakarta Sepi: Potret Kota Besar yang Ditinggal Mudik Penduduknya

Di satu sisi, kebijakan ini didukung oleh banyak orang, namun di sisi lain banyak orang juga menilai bahwa OYK masih diperlukan untuk tujuan tertib kependudukan.

Sikap Anies yang terlihat tidak ingin menyentuh para pendatang dari luar kota dengan OYK ini bisa dipahami jika dilihat dari sisi keadilan.

Pasalnya, kegiatan ini biasanya hanya menyentuh kalangan bawah daripada kalangan atas.

Namun, bukan berarti kegiatan OYK yang diinginkan oleh masyarakat ini harus ditiadakan begitu saja.

Melonggarkan tertib administrasi kependudukan dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggun jawab yang hendak menyusup ke dalam ibu kota.

***

Inilah dampak urbanisasi di Jakarta yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga:

Ada 10 Pekerjaan tak Libur Saat Lebaran? Ini Dia!

Semoga tulisan ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cari segala kebutuhan propertimu hanya di 99.co/id.

You Might Also Like