Berita Ragam

Jangan Anggap Remeh! Masyarakat yang Langgar PSBB Jakarta Bisa Kena Denda Rp100 Juta!

2 menit

PSBB Jakarta sudah berlangsung mulai hari Jumat (10/4/2020) hingga Kamis (23/4/2020). Kini petugas bertindak tegas bagi masyarakat yang melanggar akan dikenai denda Rp100 juta hingga kurungan penjara.

Melansir dari Kompas.com, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta diikuti dengan beragam sanksi bagi masyarakat yang melanggar.

Dalam kurun waktu mulai Jumat, (10/4/2020) dan berakhir pada Kamis (23/4/2020) seluruh warga wilayah DKI Jakarta hanya diperbolehkan keluar rumah apabila dalam kondisi darurat.

Seperti, memenuhi kebutuhan pokok atau bekerja di sektor tertentu yang mendapat pengecualian.

Warga juga diwajibkan menggunakan masker apabila keluar rumah.

Aturan PSBB diterbitkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini ditambah dengan pernyataan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Melanggar Aturan PSBB Jakarta Bisa Kena Denda Rp100 Juta

Terhitung mulai Senin (13/4/2020) Kombes Sambodo Purnomo Yogo dan jajarannya akan menindak tegas para pengendara kendaraan bermotor yang melanggar aturan PSBB Jakarta.

Penindakannya terbagi dalam dua tahap.

Tahap pertama adalah mewajibkan para pelanggar untuk mengisi sebuah blanko yang berisi pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Kita akan berikan semacam blanko teguran bagi masyarakat yang melanggar PSBB. Kita minta turun dari kendaraannya, kita minta mengisi blanko. Kemudian, mereka membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” kata Sambodo kepada wartawan Kompas, Minggu (12/4/2020).

Sambodo melanjutkan, polisi akan merekam proses pengisian blanko itu untuk dijadikan arsip data pihak kepolisian.

Kemudian, tahap kedua adalah pemberian sanksi kepada para pengendara yang melanggar aturan PSBB untuk kedua kali.

Sanksi ini sudah tertera dalam peraturan PSBB Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp100 juta.

Berikut rinciannya.

Baca Juga:

Kasus Virus Corona Korea Utara Hasilnya Nol Karena Penderita Langsung Dieksekusi Mati?

Aturan Mengenai Sanksi Denda Rp100 Juta dan Kurungan Penjara

Dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan sudah dijelaskan:

Ayat (1) Setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Ayat (2) Setiap orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan.

Di dalam Pasal 93, masih dalam Undang-Undang yang sama dijelaskan sanksi sebagai berikut:

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalma Pasal 9 Ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraaan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pdana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah).”

Masih dilansir dari situs yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa sanksi pelanggaran juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan pada Nomor 9 Tahun 2020.

“Dalam Pasal 27 pelanggaran PSBB dikenakan sanksi sesuai peraturan perundangan sesuai pidana, mulai pidana ringan, dan jika berulang bisa lebih berat,” kata Anies.

Anies meminta kepada warga DKI Jakarta dan sekitarnya agar mematuhi peraturan PSBB guna memutus rantai penularan Covid-19.

Sebab, belum ada tanda-tanda perlambatan penularan Covid-19, baik di level Jakarta maupun skala nasional.

Baca Juga:

PSBB Jakarta Mulai Diterapkan, Ini Fasilitas Umum dan Jenis Kendaran yang Boleh Beroperasi

Semoga informasi di atas bisa membantu kamu, ya.

Temukan update terbaru terkain pandemi Covid-19 di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu lagi mencari situs jual rumah murah? Temukan di 99.co/id.

Cynthia Novianti

Content Writer for 99.co. Love cats eyes and ice cube. *krok-krok*
Follow Me:

Related Posts