Berita Berita Properti

Ini Dia 5 Desa Adat Indonesia yang Jadi Situs Kekayaan Dunia | Arsitekturnya Khas!

3 menit

Berbicara soal ragam budaya di Indonesia rasanya tak ada habisnya. Sebab kekayaan budaya yang dimiliki sangat beragam. Beberapa desa adat Indonesia bahkan masuk daftar UNESCO sebagai situs kekayaan dunia.

Keragaman budaya merupakan salah satu daya tarik Indonesia.

Setiap suku dan daerah memiliki ciri khas mereka sendiri yang sangat unik.

Hal ini terutama terlihat dari tempat tinggal dan cara hidup masyarakat setempat.

Saking uniknya, beberapa desa adat pun masuk sebagai situs kekayaan dunia.

Desa Adat Indonesia yang Jadi Situs Kekayaan Dunia

1. Desa Adat Penglipuran

desa adat penglipuran

Sumber: traverse.id

Desa Panglipuran merupakan kampung adat yang berada di Pulau Dewata, Bali.

Kawasan ini pernah meraih predikat sebagai desa terbersih ketiga di dunia.

Saat masuk ke desa ini pengunjung akan melihat rumah yang seragam tapi tak sama.

Setiap rumah memiliki angkul-angkul, yakni pintu gerbang khas arsitektur Bali.

Penghuni desa juga menjajakan cindera mata dan oleh – oleh untuk pengunjung di rumah mereka.

Mulai dari minuman tradisional hingga aksesoris pakaian.

2. Desa Wae Rebo

wae rebo

Sumber: kompas.com

Desa Wae Rebo merupakan salah satu desa budaya tercantik yang diakui dunia.

Letaknya di Kecamatan, Satarmasem, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Di desa ini terdapat tujuh rumah yang berdiri kokoh sejak lama, dikenal pula sebagai Mbaru Niang.

Mbaru Niang merupakan bangunan dengan tinggi 15 meter yang memiliki bentuk unik, yakni kerucut dan ada lima lantai di dalamnya.

Selain kekentalan adat istiadatnya, pemandangan yang disuguhkan pun sangat memikat mata.

Sayang rasanya jika hanya berkunjung sebentar ke desa yang ditetapkan sebagai situs kekayaan dunia oleh UNESCO ini.

Baca Juga:

Omo Sebua dan Omo Hada, Rumah Adat Nias yang Tahan Terhadap Gempa. Uniknya!




3. Desa Dayak Pampang

desa dayak pampang

Sumber: dictio.id

Jika berkunjung ke Kalimantan Timur, kurang rasanya bila tak mengunjungi desa Dayak Pampang.

Kampung adat satu ini memiliki ciri khas pada rumah adatnya yang disebut Lamin Adat Pamung Tawai.

Ada ukiran-ukiran dan dekorasi yang mendetil khas suku Dayak di setiap sudutnya.

Kamu juga bisa menikmati beragam pertunjukkan kesenian khas Dayak seperti Tari Bangen Tawai, Tari Hudoq, dan masih banyak lainnya setiap akhir pekan.

4. Desa Adat Baduy

kampung baduy

Sumber: indonesiakaya.com

Berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Suku Baduy terkenal karena masih memegang teguh adat leluhur di tengah era digital ini.

Baduy sendiri terdiri dari dua kelompok atau golongan yaitu suku Baduy Luar dan Baduy Dalam.

Keduanya memiliki perbedaan dari aturan adat, kebiasaan, dan pakaiannya.

Jika hendak berlibur ke sana, salah satu hal yang harus kamu ingat adalah untuk tidak mendokumentasikan apapun di daerah Baduy Dalam.

5. Desa Adat Gurusina

desa gurusina indonesia

Sumber: kumparan.com

Desa Adat Gurusina terletak di Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Desa ini disebut sebagai kampung adat megalitikum paling tua di Flores.

Terdapat 33 rumah adat yang terbuat dari kayu, bambu, dan alang – alang di sana.

Tak hanya kekayaan budaya dan sejarahnya yang menarik, letaknya yang berada di kaki gunung Inerie membuat desa ini memiliki panorama yang indah.

Baca Juga:

Mengenal 4 Fakta Rumah Adat Mandar atau Rumah Boyang dari Sulawesi Barat

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Ingin punya rumah di Jakarta, Bali, Malang, atau Yogyakarta?

Tunggu apalagi, segera kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu!




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts