Berita

Disebut Desa Miskin, Wilayah Ini Sekarang Dikunjungi Banyak Orang!

4 Juli 2019
desa miskin
2 menit

Beberapa tahun lalu, Desa Ponggok hanyalah desa miskin yang ditinggalkan para penduduknya. Tapi kini, desa ini menjadi desa mandiri dengan penghasilan miliaran rupiah per tahunnya.

Desa Ponggok yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini mampu bangkit berkat tangan dingin sang kepala desa.

Dia adalah Junaedi Mulyono, sosok penting yang telah mengubah wajah Ponggok dari desa miskin dan tertinggal menjadi mandiri dan maju.

Berkat usahanya, Junaedi Mulyono dianggap sebagai sosok kepala desa berprestasi dan bahkan dipuji oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Lalu, bagaimana Junaedi mampu mengubah citra Desa Ponggok sebagai salah satu desa miskin menjadi desa yang sukses dan mandiri?

Tingkatkan Pariwisata Desa Sebagai Tumpuan

desa miskin

Sumber: tribunnews.com

Sebelum sukses seperti saat ini, Desa Ponggok hanya mengandalkan pertanian sebagai sumber pendapatan utamanya.

Bahkan, rendahnya pendidikan dan tingginya tingkat pengangguran membuat desa ini tertinggal dari desa-desa di sekitarnya.

Namun, Junaedi mampu melihat potensi besar Desa Ponggok meskipun sedang dalam keadaan terpuruk, salah satunya dari sektor Pariwisata.

Dengan bantuan dana desa dari pemerintah, pada 2009 Junaedi mendirikan BUMDes Tirta Mandiri untuk mengelola sumber air alami sebagai objek wisata andalan.

Baca Juga:

Masjid Cipaganti: Pertama dan Tertua di Bandung Utara

Seperti dimuat oleh detik.com, Junaedi Mulyono mengatakan bahwa kini desanya menghasilkan pendapatan yang cukup besar dari pengelolaan wisata Umbul Ponggok.

Hasilnya, pendapatan terus mengalami peningkatan, bahkan hingga 50 kali lipatnya dari Rp211 juta pada 2013 menjadi Rp10,3 miliar pada 2016.

Bahkan, objek pariwisata yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri tak hanya Umbul Ponggok, tetapi ada juga toko desa, Ponggok Ciblon, dan budidaya perikanan.

Kawasan wisata Umbul Ponggok sangat menarik bagi para wisatawan karena memiliki taman bawah air yang sangat indah dengan beragam jenis ikan di dalamnya.

Seakan tak puas sampai di situ, Kepala Desa Ponggok pun membuat program satu rumah satu sarjana dengan menyediakan bantuan dana dari dana desa.

Lalu, ditambah juga dengan program rehab rumah, sanitasi, air bersih, perlindungan lansia, serta perlindungan kesehatan lewat asuransi BPJS.

Strategi Kades Ponggok dalam Mengelola Desa Miskin

desa miskin

Sumber: fakta.news

Keberhasilan Junaedi Mulyono dalam membangun Umbul Ponggok tentu bukanlah kebetulan semata.

Ada nilai kerja keras, semangat pantang menyerah, kegigihan, inovasi, kreatifitas, juga strategi cerdas di dalamnya.

Junaedi sendiri mengatakan kepada kumparan, empat strategi jitu yang dipegangnya dalam mengembangkan Desa Ponggok.

Strategi pertama adalah perencanaan tata ruang yang matang dan kedua fokus untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Lalu, fokus untuk perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) dan terakhir pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di Desa Ponggok.

Keberhasilan Desa Ponggok tak terlepas dari partisipasi langsung masyarakat dan transparansi penggunaan dana desa, tutup Junaedi.

Baca Juga:

Ada Kampung Janda di Indonesia, Ternyata Beginilah Isinya!

Semoga tulisan ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi dan artikel menarik lainnya hanya di Blog 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Cek saja di 99.co/id.

You Might Also Like