Berita Properti

Di Kota Ini, Orang Boleh Tinggal dalam Mal Lho. Super Unik!

19 Maret 2017
Mal
3 menit

Lazimnya, orang-orang akan tinggal di hunian berupa rumah, rumah susun, atau apartemen. Betul ‘kan Urbanites? Tapi sekarang ini makin banyak saja alternatif tempat tinggal yang sebelumnya tak terpikir sama sekali, salah satunya ialah mal alias pusat perbelanjaan.

Terdengar sedikit aneh memang, namun tempat tinggal dalam pusat perbelanjaan ini benar-benar bisa kamu temukan di Kota Providence negara bagian Rhode Island, Amerika Serikat. The Providence Arcade, itulah nama mal yang kini telah beralih fungsi sebagai tempat tinggal.
Mal

The Providence Arcade ini sendiri masuk ke dalam sejarah Amerika Serikat yang tak terlupakan, sebab merupakan mal indoor pertama yang dibangun di benua tersebut. Saat ini bangunan pusat perbelanjaan tiga lantai tersebut sendiri telah berusia 199 tahun.

Pada tahun 2008 lalu, pusat perbelanjaan terancam ditutup karena tidak ada lagi orang-orang yang mengisi tenant-tenant. Namun sekelompok arsitek yang tergabung dalam Northeast Collaborative Architects melakukan proyek reuse bangunan sehingga mal ini pun selamat dan tetap bisa digunakan.

Sebanyak 48 tenant pada lantai dua dan tiga mal ini diubah menjadi apartemen mikro dengan desain interior yang manis dan simpel. Sementara itu, sebanyak 17 tenant di lantai utama diubah menjadi pertokoan mungil.

Tempat tinggal mungil berukuran sekitar 20-25 m² ini sudah full furnished lengkap dengan tempat tidur tingkat berukuran twins, lemari dengan empat laci, meja makan mungil, sebuah sofa, televisi layar datar 50 inch, dan juga kamar mandi.

Dapur pada apartemen mikro ini pun sudah lengkap dengan kulkas mini, sink dan mesin cuci piring, serta microwave. Sementara itu pada lantai bawah terdapat restoran, café, dan toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Menggabungkan Gaya Klasik dan Modern

Desain eksterior serta interior bangunan The Providence Arcade ini sendiri memiliki nuansa klasik Yunani yang sangat kental. Bangunan berbentuk kolom yang ikonik, dinding batu, serta atrium tengah yang dipayungi skylight cantik dan khas.

Sebagai bentuk penghormatan pada bangunan bersejarah tersebut, bentuk asli bangunan tetap dipertahankan. Para arsitek dan desainer pun hanya melakukan pemugaran dan penataan ulang pada tenant-tenant kosong dengan perabot serta perlengkapan tempat tinggal lainnya.

Tidak bisa dipungkiri, pembangunan gedung serta perumahan semakin banyak dilakukan di seluruh dunia guna memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Di tengah maraknya hal tersebut, proyek reuse semacam ini merupakan solusi yang ramah lingkungan dan sangat dibutuhkan.

Semoga ulasan di atas dapta berguna untuk kalian semua ya, Urbanites. Jangan lupa, terus kunjungi blog UrbanIndo dan Forum Komunitas UrbanIndo untuk mendapatkan ulasan menarik lainnya!

You Might Also Like