Hukum

Hati-Hati, Membangun Balkon Rumah Sembarangan Bisa Kena Hukum Perdata. Ini Aturannya!

2 menit

Sekilas tampak sepele, nyatanya, membangun balkon rumah ada aturan hukumnya, lo. Jika tidak diperhatikan, bisa-bisa kamu digugat dengan hukum perdata, Sahabat 99. Berikut penjelasan lengkapnya!

Pernah terbayangkan enggak sih bahwa membangun balkon di hunian bisa membuatmu terjerat masalah hukum?

Meski terdengar aneh, ini bisa benar-benar terjadi jika kamu tak hati-hati.

Pasalnya, ada aturan mengenai hal ini yang berkaitan dengan hak privasi seseorang dalam bertetangga.

Penasaran seperti apa aturannya?

Yuk, simak aturan hukum mengenai balkon rumah berikut ini!

Aturan Hukum Membangun Balkon Rumah

aturan membangun balkon rumah

Pada dasarnya, seseorang memang memiliki hak penuh atas tanah dan bangunan yang dimilikinya.

Artinya, ia bebas mendesain rumahnya sesuai keinginan selama masih sesuai dengan panduan membangun rumah.

Akan tetapi, jika komponen rumahnya memberi penghuni akses langsung ke hunian tetangga, ada aturan tambahan yang perlu diperhatikan.

Misalnya, ketika kamu membangun balkon di rumah, perlu memerhatikan kemungkinkan mendapat akses pandangan langsung ke pekarangan tetangga.

Dalam hukum perdata, situasi ini tidak diperbolehkan sesuai aturan dalam Pasal 647-649 KUH Perdata, yakni:

Pasal 647

“Orang tidak diperbolehkan mempunyai pemandangan langsung ke pekarangan tetangga yang tertutup atau terbuka maka tak bolehlah ia memperlengkapi rumahnya dengan jendela, balkon, atau perlengkapan lain yang memberikan pemandangan ke pekarangan tetangga itu, kecuali bila tembok yang diperlengkapinya dengan hal-hal itu jaraknya lebih dari dua puluh telapak dari pekarangan tetangga tersebut”

Pasal 648

“Dan jurusan penyamping atau dari jurusan menyerong orang tidak boleh mempunyai pandangan atas pekarangan tetangga, kecuali dalam jarak lima telapak”

Pasal 649

“Jarak yang dibicarakan dalam dua pasal tersebut di atas, dihitung dari sisi luar tembok yang diberi lubang dan bila ada balkon atau semacam itu yang menonjol, dan sisi terluar balkon itu sampai garis batas kedua pekarangan”

Berdasarkan aturan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan balkon rumah tidak dilarang.

Namun, jarak pandangnya harus diatur agar tidak melanggar hak privasi yang dimiliki oleh tetangga.

Jangan sampai area pandang balkon terlalu luas hingga kamu bisa mengamati aktivitas tetangga di halaman atau bahkan ruang tamu mereka ya.




Melanggar Hak Privasi Tetangga

pelanggaran hak privasi tetangga

Mengapa jarak pandang balkon harus dibatasi?

Perlu kamu tahu, dalan kehidupan sosial ada yang disebut sebagai hak privasi.

Hal ini merujuk pada kebebasan atau keleluasaan individu dalam kehidupan pribadinya.

Dalam hal ini, hak privasi merujuk pada keleluasaan seseorang untuk beraktivitas tanpa diketahui oleh umum.

Jika melanggar hak ini, maka perbuatanmu bisa dianggap sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa unsur PMH yang perlu kamu pahami:

  1. Harus ada perbuatan (positif maupun negatif);
  2. Perbuatan itu harus melawan hukum;
  3. Ada kerugian;
  4. Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian; dan
  5. Ada kesalahan.

Efeknya, tetangga bisa menuntutmu secara perdata dan meminta ganti rugi atas dasar PMH.

syarat gugatan perdata dikabulkan

Kebijakan ini diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata, yang berbunyi:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Agar ini tidak terjadi, ada baiknya kamu meminta izin tetangga terlebih dahulu sebelum membangun balkon, Sahabat 99.

Jika sudah terlanjur membangun balkon, upayakan menempuh jalan kekeluargaan seperti musyawarah terlebih dahulu sebelum beralih ke jalur hukum.

***

Semoga informasinya bermanfaat ya, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan Chelsea & Cherry Summarecon.




Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts