Berita Ragam

Doa Berbuka Puasa dan Artinya yang Kerap Dibaca Rasulullah. Jangan Sampai Salah Bacaan!

Advertisement
3 menit

Memulai puasa harus disertai dengan niat, sementara membatalkannya harus diiringi dengan doa. Nah kira-kira, sudahkah kamu hafal doa berbuka puasa dan artinya yang benar, Sahabat 99? Yuk, temukan jawabannya dalam artikel di bawah ini!

Puasa secara istilah bermakna menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Untuk mengawali ibadah satu ini, kamu harus membaca niat di malah hari sebelum sahur.

Lalu ketika berbuka, kamu harus memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum makan dan minum.

Doa berbuka puasa ini berlaku untuk puasa daud, senin kamis, sunah, maupun puasa ramadan.

Berikut penjelasan lengkap terkait doa berbuka puasa dan artinya yang kerap dibaca Rasulullah.

Doa Berbuka Puasa dan Artinya

1. Riwayat Muaz bin Zuhrah

memanjatkan doa berbuka puasa dan artinya

Sumber: timesofisrael.com

Doa berbuka puasa yang lazim diamalkan di Indonesia berasal dari sahabat Nabi, Muaz bin Zuhrah.

Bacaan ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Bukhari, dan Muslim dengan bunyi sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

 “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu” (HR. Abu Dawud, Bukhari, dan Muslim)

Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mu-lah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka,”.

2. Riwayat Abdullah bin ‘Umar

Doa berbuka puasa kedua berasal dari sahabat Mabi Muhammad, Abdullah bin ‘Umar.

Bacaan ini diriwayatkan Abu Dawud dengan bunyi sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah” (HR. Abu Dawud)

Artinya, “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, Insya Allah,”.

3. Riwayat Anas bin Malik

bacaan doa buka puasa ajaran Rasulullah

Sumber: medium.com

Berikutnya ada bacaan berbuka puasa yang berasal dari sahabat Anas bin Malik.

Doa ini diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan Albaihaqi dan isinya adalah sebagai berikut:

اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مَنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu, taqabbal minnii innaka antassamii’ul aliim” (HR Ibnu Abi Syaibah dan Albaihaqi)

Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizki-Mu aku berbuka, maka terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui,”.

4. Gabungan Doa Buka Puasa

Ulama dari Mazhab Syafi’i Sulaiman Albujairimi kemudian menggabungkan doa-doa di atas menjadi satu bacaan.

Alasan utamanya, karena setiap doa memiliki keutamaannya sendiri, Sahabat 99.

Tercantum dalam Hasyiyatul Bujairimi alal Khatib (2006, juz II: 385), isi doanya adalah sebagai berikut:

للّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

“Allahumma laka sumtu wabika aamantu wa bika wa’alaika tawakkaltu dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah. Yaa waa si’al fadhli ighfirlii alhamdulillahilladzi hadaanii fasumtu warozaqii faafthortu”.

Artinya, “Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Zat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya,”.

Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Ajaran Rasulullah

tata cara berbuka puasa yang benar

Hal yang lazim dilakukan umat Islam adalah membaca doa sebelum berbuka.

Kebiasaan ini tampaknya berasal dari amalan doa sebelum makan pada umumnya, yakni membaca basmalah kemudian dilanjutkan dengan doa.

Padahal nyatanya, doa berbuka puasa seharusnya dibaca setelah membatalkan puasamu.

Hal ini dijelaskan oleh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam kitabnya Hasyiyah I’anah at-Thalibin (1995).

“Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka.” (Juz II, hlm. 297).

Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara berbuka puasa seperti yang telah dicontohkan Rasulullah:

  1. Siapkan air putih dan kurma minimal 3 biji, disunahkan untuk menyediakan kurma dalam jumlah ganjil
  2. Tunggu suara azan magrib dan pastikan itu benar sesuai waktunya
  3. Jika telah mendengar azan maka bacalah “Bismillah“, kemudian makan kurma dan minum air
  4. Apabila tidak ada kurma, minum air putih diutamakan sebelum menu takjil lainnya
  5. Ucapkan doa berbuka setelah membatalkan puasamu
  6. Setelah itu, dianjurkan untuk salat magrib terlebih dahulu sebelum makan berat

Jangan lupa, selain puasa kamu juga dianjurkan untuk salat tarawih selepas Isya selama bulan Ramadan, ya.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Pantau terus informasi seputar properti lewat Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cari dan temukan properti idamanmu hanya di 99.co/id.

Ada beragam pilihan proyek perumahan menarik seperti Defontein Menteng.

Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts