Berita

Donald Trump Diturunkan dari Kursi Presiden, Warga AS Malah Cemas. Ada Apa?

20 Desember 2019
donald trump
2 menit

DPR Amerika Serikat resmi menyetujui pemakzulan Donald Trump karena kasus pajak, penyalah gunaan kekuasaan, dan skandal seks. Indonesia dihimbau harus waspada.

Donald Trump sudah tidak asing lagi dengan kata kontroversi.

Kemanapun ia berada, selalu saja ada berita dan rumor miring yang mengikuti.

Sebelum sah diturunkan oleh DPR Amerika Serikat, Trump pernah terlibat dalam berbagai skandal negeri maupun internasional.

Namanya pernah disebut-sebut sebagai tersangka pelecehan seksual.

Sejumlah 16 wanita dengan berani maju ke hadapan para wartawan dan kepolisian untuk menuntut pertanggung jawaban Trump.

Selain kasus pelecehan, Trump juga pernah terbelit kasus pajak, dan kerja sama dengan rusia saat pemilihan presiden di tahun 2016.

Rabu kemarin, Trump resmi dimakzulkan.

Berikut berita selengkapnya.

Setelah 2 Tahun Dituntut Turun, Donald Trump Akhirnya Dimakzulkan

Rabu malam, 19 Desember DPR Amerika Serikat resmi mengakhiri pemakzulan Presiden Donald Trump.

Trump didakwa dua pasal, yaitu penyalahgunaan kekuasaan untuk kebutuhan dirinya sendiri dan aksi menghalangi penyelidikan kongres atas isu Ukraina.

Baca Juga:

Setelah Turun dari Jabatan, Barack Obama Pilih Sewa Rumah

Dari jumlah DPR yang  hadir pada rapat bersejarah tersebut, 230 anggota dewan setuju menurunkan posisi Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, sementara 197 dewan menolah pemakzulan.

Dilansir dari New Tork Times, dalam masa pemakzulan, Donald Trump masih memegang gelar dan menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat.

Jabatannya akan benar-benar copot apabila keputusan Senat di sidang berikutnya sudah bulat dan setuju atas pemecatan Trump dari White House.

Warga AS Cemas atas Sidang Senat

donald trump

Menanggapi berita di atas, warga Amerika Serikat mengaku gelisah.

Pemakzulan yang selama ini diimpikan oleh kebanyakan warga AS tersebut bisa jadi tidak terlaksanakan karena masih harus melalui satu proses lagi, yakni Sidang Senat.

Masalahnya dalam Sidang Senat, 53 Senator berasal dari Partai Republik, partai yang dulu sempat menjadi rumah politik Trump sendiri, sementara hanya 45 Senator Partai Demokrat yang akan hadir dengan 2 Senator independen.

Dikutip dari CNN, peraturan Senat AS mengungkapkan, “Persidangan proses pemakzulan dilakukan dengan pemanggilan aksi-saksi dan bukti, dan semuanya tergantung dari para Senator.”

Artinya, kemungkinan besar Trump tidak akan turun dari kursi kepresidenannya.

Sidang Senat membutuhkan 67 suara, yang berarti 20 orang dari Partai Republik untuk ada di sisi Partai Demokrat untuk Trump keluar dari kantor White House.

Menurut Undang-undang AS, apabila Trump berhasil dimakzulkan dalam sidang senat, Wakil Presiden Mike Pence akan maju sebagai pengganti Donald Trump sampai masa kepresidenannya berakhir di 20 Januari 2021.

Baca Juga:

Rumah Donald Trump Dibeli Hary Tanoe. Benarkah Adanya?

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

You Might Also Like