Berita Ragam

5 Dosa Soeharto kepada Soekarno hingga Akhir Hayatnya, Mulai dari Tersingkir dari Istana hingga Tolak Lokasi Makam!

3 menit

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto diwarnai dengan pertumpahan darah yang tak sedikit. Perlahan-lahan, Soeharto mulai menggembosi kekuasaan Soekarno. Pada masa peralihan tersebut, tercatat beberapa dosa Soeharto dalam merebut kursi nomor satu Indonesia.

Sejumlah kalangan menyebut tindakan Soeharto pada masa itu sebagai kudeta merangkak, sebab ia secara bertahap mengambil alih kekuasaan dari tangan Soekarno.

Dimulai dari Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Soeharto mulai bergerak cepat dengan membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tindakan Soeharto pun didukung oleh MPRS yang menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang.

Setelah itu Soeharto menangkap anggota Kabinet Dwikora yang diduga terlibat dalam PKI.

Lalu puncaknya terjadi pada tanggal 7 Maret 1967, ketika MPRS mencabut mandat Presiden Soekarno dan melantik Soeharto.

Namun sangat disayangkan, dosa Soeharto tak berhenti sebatas itu, ia kemudian memperlakukan Soekarno sebagai pesakitan.

Melansir dari merdeka.com, berikut dosa Soeharto kepada Soekarno…

5 Dosa Soeharto kepada Soekarno

1. Menjadikan Soekarno sebagai Tahanan Rumah

soekarno tahanan politik

sumber: tribunnews.com

Soekarno ditahan di Wisma Yaso yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Dulunya, rumah tersebut merupakan rumah salah satu istri Soekarno, yakni Ratna Sari Dewi.

Soeharto menjadikan Soekarno sebagai tahanan rumah dengan mengasingkannya dari dunia luar.

Akibat pengasingan tersebut, Soekarno pun mulai pikun dan beberapa saksi menyebut ia kerap berbicara sendiri.

Hingga akhirnya Sang Proklamator jatuh sakit dan menghembuskan napas terakhir.

2. Menolak Lokasi Makam Soekarno

soekarno soeharto

sumber: merdeka.com

Soekarno pernah berpesan bahwa ia ingin dimakamkan di kawasan Batutulis, Bogor.

Ia ingin makamnya berada di tengah hamparan sawah, pegunungan, dan gemiricik air.

Namun Soeharto merasa bahaya jika meletakkan makam Soekarno terlalu dekat dengan Jakarta, sehingga ia memindahkannya ke Blitar.

3. Membiarkan Penyakit Soekarno

penyakit soekarno

sumber: cyberspaceandtime.com

Selama menjadi tahanan politik, kondisi kesehatan Soekarno terus memburuk karena menderita penyakit ginjal dan rematik.

Tapi sangat disayangkan, Soekarno tak pernah diperlakukan sebagai mantan pemimpin besar, melainkan seperti penjahat politik.

Soekarno baru bisa keluar pertama kali pada tahun 1969 saat menghadiri pernikahan Rachmawati.

Pada saat itu, hampir semua hadirin menangis melihat sosok Soekarno yang tampak lemah dengan wajah membengkak.

3. Menghabisi Para Soekarnois

soeharto

sumber: kompas.com

Tak berhenti pada sosok Soekarno saja, pemerintahan Orde Baru memberantas pengagum ajaran Bung Karno karena dinilai sama bahaya dengan PKI.

Para algojo pun tak ambil pusing pada peristiwa pembunuhan massal PKI, apakah target mereka seorang komunis atau Soekarnois.

Jika mau melawan, sebenarnya massa pendukung Soekarno masih sangat banyak.

Namun Soekarno memilih mengalah dan tak ingin ada lagi banjir darah di Indonesia.

5. Menjauhkan Soekarno dari Orang-Orang Terdekatnya

presiden soekarno

sumber: okezone.com

Soeharto melarang siapapun mendekati Soekarno, termasuk keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Bahkan pengawal setia Soekarno pun tak luput dijebloskan ke penjara.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Antapani, Bandung?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts