Berita

Inilah Alasan Mengapa Benih Lobster “Haram” Diekspor ke Luar Negeri

2 menit

Kemungkinan pembukaan ekspor benih lobster oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, menimbulkan polemik.

Pasalnya, kebijakan ini sangat bertentangan dengan kebijakan menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti, yang melarang keras ekspor benih hewan laut yang satu ini.

Wacana pembukaan ekspor ini sendiri disebabkan oleh potensi pasar yang besar.

Potensi ini baru disadari saat Edhy mengetahui harga benih lobster yang ada di Vietnam lebih tinggi dibanding yang dijual nelayan Indonesia.

“Paling mahal itu Rp139 ribu satu benih. Gila, satu benih baby lobster itu Rp139 ribu? ‘iya pak susah barangnya sekarang. Biasanya hanya Rp 50-70 ribuan, ” ungkap Edhy seperti dilansir oleh¬†cnbcindonesia.

Jika dibandingkan dengan harga benih lobster di Indonesia yang kisarannya sekitar Rp3 ribu – Rp5 ribu, tentunya kedua harga tersebut terlihat sangat kontras.

Meskipun begitu, terdapat beberapa alasan mengapa rencana tersebut bukanlah ide yang baik untuk meningkatkan devisa negara.

Alasan Mengapa Benih Lobster “Haram” Diekspor

1. Marak Diselundupkan

benih lobster indonesia

sumber: kabar24.bisnis.com

Melansir dari money.kompas.com, kekhawatiran pertama yang dirasakan oleh Susi adalah maraknya peyelundupan.

Baca Juga:

Kebijakan Ridwan Kamil Tanam 100 Pohon untuk Warga Cerai, Tuai Kritik!

Sindikat penyelundup ini bahwan berlangsung di 13 wilayah yang meliputi Batam hingga Bandara Soekarno-Hatta.

Pada periode Januari hingga Oktober 2016 saja penyelundupan benih yang digagalkan mencapai 800 ribu ekor atau senilai Rp123,8 miliar.

Meskipun saat itu larangan penangkapan lobster sudah diterbitkan, kegiatan yang menyebabkan kelangkaan benih ini masih terus terjadi.

Benih-benih ilegal ini dipasok ke Singapura dan Vietnam dengan harga berkisar US$12 atau setara Rp156 ribu per ekor.

Selain itu, kebijakan ini juga mendapatkan penolakan dari asosiasi pengusaha perikanan dan nelayan.

2. Kerusakan Ekologi

benih lobster indonesia

Selain itu, Susi juga berpendapat bahwa ekspor benih ini dapat membuat kerusakan ekologi.

Tingginya permintaan eskpor benih akan mengakibatkan penangkapan besar-besaran.

Padahal, Susi berpendapat bahwa lobster yang dibiarkan hidup bebas hingga dewasa bisa lebih menguntungkan untuk ditangkap nelayan di masa depan.

Bayangkan saja, jika dibandingkan dengan Vietnam yang mengekspor hingga 3 ribu ton lobster setahun, ekspor Indonesia hanya mencapai 300-400 ton per tahunnya.

Tentunya, wacana ekspor benih dinilai akan lebih menguntungkan Vietnam daripada Indonesia jika mengacu pada statistik tersebut.

***

Baca Juga:

Musim Hujan Tiba, Ini Area Rawan Banjir Jakarta yang Perlu Diwaspadai!

Nantikan informasi dan berita terbaru lainnya hanya di Blog 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Kunjungi saja 99.co/id!

Mukhammad Iqbal

An English Literature graduate. A bibliophile. A midnight gamer. A cinema enthusiast.
Follow Me:

Related Posts