Berita Ragam

Facebook Umumkan Pembatasan Konten Politik di 4 Negara. Indonesia Juga Termasuk!

2 menit

Raksasa teknologi Facebook baru-baru ini mengumumkan akan adanya pembatasan sementara konten politik khusus di empat negara.

CEO Mark Zuckerberg menyatakan secara langsung rencananya untuk mengurangi jumlah postingan baru politik yang muncul di News Feeds.

Kebijakan ini masih dalam tahap uji coba dan rencananya mulai diberlakukan pada minggu-minggu mendatang di Amerika Serikat, Kanada, Brazil, dan Indonesia.

“Sasaran kami adalah untuk menjaga kemampuan orang-orang dalam menemukan dan berinteraksi dengan konten politik di Facebook, sambil menghormati selera setiap orang di kolom News Feed mereka,” kata Aastha Gupta, direktur manajemen produk Facebook, dilansir dari washingtonpost.com.

Kemudian ia menambahkan, “Penting untuk diperhatikan bahwa kami sama sekali tidak menghapus unggahan politik dari Facebook”.

Bukan rahasia umum lagi kalau unggahan-unggahan berbau politik kerap menjadi sumber ujaran kebencian hingga menyebabkan perpecahan.

Kenapa Facebook Batasi Konten Politik?

mark zuckerberg facebook

cnet.com

Pembatasan ini mulai diuji coba untuk menanggapi masalah yang dihadapi Facebook selama beberapa bulan ke belakang terkait unggahan berbau politik, terutama dari grup.

Sebelumnya, Facebook menyebutkan akan berhenti merekomendasikan hal-hal terkait grup politik dalam jangka panjang.

Kebijakan ini juga merupakan langkah Facebook menanggapi banyaknya laporan pengguna yang tidak menginginkan isu-isu politik berseliweran di kolom berita mereka.

“Kami berencana untuk menjauhkan kelompok antara kelompok sipil dan politik dari fitur rekomendasi untuk jangka panjang. Kami juga merencanakan penerapan kebijakan itu secara global,” ungkap Mark Zuckerberg.

Ini merupakan bagian dari langkah Facebook untuk meredakan suhu perdebatan politik yang kian memanas.

Pun kebijakan yang diberlakukan diharapkan dapat mencegah percakapan dan komunitas yang memecah belah karena politik.

Di balik itu, algoritma Facebook dijadikan kambing hitam karena dianggap sebagai pendorong grup-grup yang memecah belah, kejam, bahkan ekstrimis.

Tak hanya itu, eksekutif puncak Facebook juga dianggap mengabaikan masalah ini walaupun pihaknya telah membantah tuduhan tersebut.

Melalui hal tersebut, Facebook menuai kecaman dari dari beberapa politisi, salah satunya Ed Markey, karena menganggap mempromosikan kelompok politik.

“Termasuk perencanaan eksplisit pemberontakan di Gedung Capitol Amerika Serikat pada tanggal 6 Januari 2021,” tulis Mackey dalam sebuah surat yang ditujukan untuk Zuckerberg.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini kondisi politik Amerika Serikat tengah memanas karena konflik politik dalam ajang pemilihan presiden.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Pavia Village?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts