Berita Berita Properti

6 Fakta Rumah Adat Karo, Hunian Tradisional dari Sumatra Utara yang Berbentuk Unik

4 menit

Sahabat 99, rumah adat di Indonesia sangatlah beragam dengan bentuk yang unik serta ciri khas yang berbeda-beda setiap daerah. Ini karena penduduk Indonesia tak bisa lepas dari budaya pada masa lampau. Salah satu rumah adat yang unik tersebut adalah rumah adat karo, Sumatra Utara.

Sebelumnya, Sahabat 99 mesti tahu bahwa beragamnya rumah adat tersebut lantaran wilayah Indonesia sangat luas sekali, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Beragamnya rumah adat juga tak lepas dari banyaknya suku, kondisi lingkungan serta adat istiadat.

Keberagaman ini merupakan ciri khas sekaligus kelebihan bangsa Indonesia yang patut dijaga karena mungkin tidak dimiliki oleh bangsa mana pun.

Nah, kamu juga mungkin perlu tahu bahwa rumah adat setiap daerah juga banyak sekali.

Misalnya, di Sumatra Utara, yang memiliki banyak rumah adat, salah satunya rumah adat karo atau Siwaluh Jabu.

Jenis-jenis Siwaluh Jabu juga terbagi dua macam yaitu dari bentuk atap dan dindingnya.

Berdasarkan atap:

  • Rumah sianjung-anjung
  • Rumah Mecu

Berdasarkan dinding:

  • Rumah Sangka Manuk
  • Rumah Sendi

Untuk mengetahui lebih lanjut rumah adat karo, yuk simak penjelasan berikut yang dirangkum dari berbagai sumber.

6 Fakta Seputar Rumah Adat Karo

1. Keunikan Teknik Bangunan

Rumah adat karo

Sumber: triptus

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), rumah adat karo terkenal karena keunikan teknik bangunan dan nilai sosial budayanya.

Rumah adat ini memiliki kontruksi yang tidak memerlukan penyambungan.

Semua komponen bangunan seperti tiang, balok, kolam, pemikul lantai, konsol, dan lain-lain tetap utuh seperti aslinya tanpa adanya penyurutan atau pengolahan.

Pertemuan antar komponen dilakukan dengan tembusan atau diikat menyilang dengan ijuk untuk menjauhkan rayapan ular.

Bagian kaki rumah, bertopang pada satu landasan batu kali yang ditanam dengan kedalaman setengah meter, dialasi dengan beberapa lembar sirih dan benda sejenis besi.

Rumah adat ini berbentuk panggung sekira 2 meter dengan dinding miring dan beratap ijuk.

Letaknya memanjang 10-20 m dari timur ke barat dengan pintu pada kedua jurusan mata angin itu.

Posisi bangunan rumah adat karo biasanya mengikuti aliran sungai yang ada di sekitar desa.

Pada serambi muka semacam teras dari bambu yang disusun yang disebut ture.

2. Konsep Struktur Bangunan

rumah adat karo

Sumber: Karo.id

Struktur bangunan rumah adat karo terbagi atas tiga bagian: atap sebagian dunia atas, badan rumah sebagai dunia tengah dan kaki sebagai dunia bawah.

Pembagian anatomi rumah adat karo menggambarkan dunia atas yaitu tempat yang disucikan.

Kemudian, dunia tengah tempat keduniawian.

Sementara dunia bawah tempat kejahatan sehingga layak untuk tempat binatang peliharaan.

Bentuk rumah adat karo juga sangat megah dengan diberi tanduk.

Rumah adat batak karo biasanya berukuran 17 x 12 m² dan tingginya 12 m².

3. Mengandalkan Material Alami

Sumber: Triptus

Bagian material rumah adat ini rata-rata menggunakan material alami.

Bangunan ini simetris pada kedua porosnya, sehingga pintu masuk pada kedua sisinya kelihatan sama.

Hal ini sulit untuk membedakan yang mana pintu masuk utamanya.

Rumah adat ini dibangun dengan enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar dari pegunungan atau sungai.

Delapan dari tiang-tiang ini menyanga lantai dan atap, sedangkan yang delapan lagi hanya penyangga lantai saja.

Dinding-dindingnya juga merupakan penunjang atap kedua pintu masuk dan kedelapan jendela dipasang di atas dinding yang miring, di atas lingkaran balok.

Tinggi pintu kira-kira 1,5 meter, sehingga membuat orang yang masuk ke dalam harus menundukkan kepala dan jendela ukuran nya lebih kecil.

Pintu mempunyai daun jendela tunggal.

4. Memaksimalkan Fungsi

denah siwaluh jabu rumah adat

Sumber: dailyvoyagers

Bagian luar dari kusen jendela dan pintu umumnya diukir dalam versi yang rumit dari susunan busur dan anak panah.

Atap dijalin dengan ijuk hitam dan diikatkan kepada sebuah kerangka dari anyaman bambu yang menutupi bagian bawah kerangka dari pohon aren atau bambu.

Bubungan atap terbuat dari jerami yang tebalnya 15 sampai 20 cm.

Bagian terendah dari atap pertama dibagian pangkalnya ditanami tanaman yang menjalar pada semua dinding dan berfungsi sebagai penahan hujan deras.

Ujung dinding atap yang menonjol ditutup dengan tikar bambu yang sangat indah.

Fungsi utama dari ujung atap yang menonjol ini adalah untuk memungkinkan asap keluar dari tungku dalam rumah.

Pada bagian depan dan belakang rumah adalah panggung besar yang disebut ture kontruksinya sederhana dari potongan bambu melingkar dengan diameter 6 cm.

Panggung ini digunakan untuk tempat mencuci, menyiapkan makanan, sebagai tempat pembuangan kotoran hewan dan sebagai ruang masuk utama.

Jalan masuk menuju ture adalah tangga bambu atau kayu.

Baca Juga:

Menengok Mbaru Niang, Rumah Adat NTT yang Berada di Atas Awan

5. Rumah Adat Karo Dihuni 8—10 Keluarga

gambar rumah adat karo

Sumber: Rumah Adat Indonesia

Rumah adat karo atau Siwaluh Jabu ini biasa didiami 8 sampai 10 keluarga.

Masing-masing keluarga memiliki peran tersendiri di dalam rumah tersebut.

Didalamnya terdapat ruangan yang besar dan tidak mempunyai kamar-kamar.

Penempatan keluarga dalam rumah adat ini ditentukan oleh adat Karo

Di dalam rumah tak ada sekatan satu ruangan lepas.

Namun pembagian ruangan tetap ada, yakni dibatasi oleh garis-garis adat istiadat yang kuat, meski garis itu tak terlihat.

Masing-masing ruangan mempunyai nama dan siapa yang harus menempati ruangan tersebut, telah ditentukan pula oleh adat.

6. Penentuan Pembangunan Rumah Adat Karo

pembangunan rumah adat karo

Sumber: Netralnews

Sebelum membangun, orang Karo biasanya mengadakan musyawarah dengan teman satu rumah mengenai besar, tempat dan hal lain.

Waktu membersihkan dan meratakan tanah ditentukan oleh guru atau dukun untuk mendapatkan hari yang baik.

Hal ini tampak mulai dari penentuan tapak/lahan, pemilihan kayu di hutan, hari baik untuk pendirian rumah, pemasangan atap sampai memasuki rumah.

Semuanya dilakukan melalui upacara-upacara ritual dengan kerbau sebagai korban.

Upacara-upacara ini menunjukkan kepercayaan yang besar orang Karo akan  kekuasaan yang melebihi kekuatan manusia.

Baca Juga:

7 Jenis Rumah Adat Sumatera Utara dan Ciri Khasnya | Disertai Gambar & Penjelasan Lengkap

Sahabat 99, itulah penjelasan tentang rumah adat karo.

Keberadaan rumah adat tersebut harus senantiasa dijaga.

***

Semoga artikel artikel ini menambah pengetahuan kamu, ya.

Simak terus tulisan menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa cari rumah dengan mudah hanya di www.99.co/id.

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts