Berita Berita Properti

Fakta Rumah Belanda, Peninggalan Sejarah yang Kerap Disebut Angker!

3 menit

Bangunan Belanda, atau rumah Belanda, masih sering kita lihat di beberapa tempat di Indonesia. Nuansa klasik Eropa ala jaman kolonial menjadi ciri khas hunian satu ini. Meski tampak indah dan bernilai sejarah, rumah ini identik dengan kesan angker lho..

Beberapa bangunan peninggalan Belanda kini kosong dan terbengkalai.

Sehingga memunculkan beragam kisah mistis di masyarakat Indonesia.

Meksi begitu, tak sedikit yang sebenarnya masih terawat dan ditinggali.

Terlebih, rumah Belanda memiliki karakter kuat dan nilai historis yang mendalam.

Ciri Khas Rumah Belanda

rumah belanda

Sumber: detik.com

1. Desain Klasik Eropa di Masa Kolonial

Bangunan-bangunan kolonial identik dengan nuansa klasik Eropa, sehingga nilai artistiknya sangatlah tinggi.

Kesan yang terlihat dari desainnya adalah kokoh, sederhana, namun tetap estetik.

Penggunaan warna putih sebagai cat eksterior sangat dominan, seakan ini memang menjadi salah satu ciri rumah Belanda.

Pada bagian atap, tampak penggunaan gambler roof (atap melengkung).

Namun, tipe arsitektur bangunan Belanda di Indonesia sedikit berbeda dengan desain bangunan Belanda yang ada di negara asalnya.

2. Fasad Rumah Belanda Umumnya Simetris

Fasad hunian ini umumnya berupa segi empat, segi lima, atau segi enam, dengan pintu masuk di bangun pada bagian tengah atau tepi kanan fasad.

Tampilan muka eksterior atau fasad cenderung simetris, meski ada juga beberapa rumah yang mengaplikasikan fasad asimetris.

Baca Juga:

Baca Juga:

8 Rumah Angker di Indonesia yang Pernah Dijadikan Film Layar Lebar

Selain itu, pada bagian depan kita akan menemukan serambi atau porch yang ada di lantai dasar.

Area tersebut digunakan sebagai ruang berkumpul keluarga, atau tempat berlangsunnya acara minum teh.

Kegiatan sore hari khas orang-orang Eropa sejak abad pertengahan.

3. Material dan Denah Bangunan Belanda

Bangunan rumah Belanda biasanya memanfaatkan material seperti batu alam, batu bata, hingga clapboard siding.

Sementara denah dasarnya sendiri tak jauh berbeda dengan rumah biasa.

Sumber: radartasikmalaya.com

Ada area makan, area keluarga, kamar tidur, dan kamar tamu.

Yang membedakannya adalah area tengah rumah yang langsung mengarah ke ruang-ruang utama dalam hunian.

4. Gaya Furnitur yang Digunakan

Furnitur bernuansa Belanda di jaman kolonial sangat bervariasi.

Mulai dari yang sederhana hingga dipenuhi ornamen pada permukaannya.

Pada masa kolonial, teknik veneering dan marquetry biasanya diterapkan pada furnitur rumah.

Pada kamar tidur, kita akan menemukan lemari pakaian atau wardrobe yang cukup lebar.

Biasanya ada ruangan kecil yang dibuat dengan sekat untuk memisahkan lemari dengan tempat tidur, meski masih dalam satu ruangan.

5. Kelebihan dan Kekurangan Rumah Belanda

Rumah Belanda biasanya tidak terlalu tinggi dan jarang dibuat bertingkat.

Kalaupun bertingkat, mereka lebih senang menerapkan bangunan 1, 5 lantai.

Artinya, luas lantai atas tidak sebesar lantai bawah.

Desainnya cenderung stabil, tradisional, namun mampu memberi kesan nyaman.

Namun karena masih mengikuti desain klasik Eropa, posisi area makan dibuat terpisah.

Selain itu, jika rumah dibuat bertingkat maka lokasi kamar tidur biasanya berada di lantai atas.

Cukup menyulitkan bagi Anda yang tak menyukai kegiatan naik-turun tangga.

Identik dengan Kesan Angker, Mengapa?

rumah belanda

Sumber: Kemdikbud

Usia bangunan Belanda yang cukup tua membuat bangunan ini lekat dengan kesan angker.

Terlebih, ia menjadi saksi bisu sejarah Kemerdekaan Indonesia yang penuh pertumpahan darah.

Kisah-kisah mistis di bangunan kolonial ini umumnya datang dari kesaksian para kuncen atau penghuni rumah.

Konon katanya, sering muncul penampakan makhluk halus di bangunan-bangunan Belanda yang mereka jaga.

Misalnya saja di Mess Tinggi atau Villa Yuliana yang terletak di tengah ibu kota Watansoppeng.

Beberapa orang mengaku sering mendengar suara derap langkah bak serdadu di sini.

Tak hanya itu, ada ruangan yang pintunya sering terkunci tiba-tiba dengan sendirinya.

Museum Fatahillah di Jakarta pun menyimpan kisah angker lho Sahabat 99..

Salah satunya, adanya bau menyengat darah yang kerap tercium di sana dan penampakan noni-noni Belanda.

Wahh, menyeramkan ya…

Baca Juga:

Inspirasi Desain Rumah Bergaya Kolonial Belanda, Elegan dan Klasik

Bagaimana, apa Anda tertarik memiliki rumah Belanda sebagai hunian?

Temukan informasi-informasi menarik lainnya di berita properti 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu sekarang!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts