Gaya Hidup Kesehatan

5 Fakta Tanaman Bajakah | Benarkah Bisa Sembuhkan Kanker?

3 menit

Tanaman bajakah tumbuh di Kalimantan, dan sering diidentifikasikan dengan hal-hal mistik. Tumbuhan ini biasanya ditemukan di lahan gambut pedalaman. Baru-baru ini, akar bajakah diklaim dapat menyembuhkan kanker lho Sahabat 99..

Sejak zaman dahulu akar bajakah telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar secara turun temurun

Bentuk batang Bajakan bersulur, dan tumbuh dengan cara merambat meski sebenarnya strukturnya cukup kuat.

Tapi, benarkah tanaman ini bisa menyembuhkan kanker?

Yuk, simak beberapa fakta menarik mengenai tanaman Bajakah berikut ini..

Fakta Tanaman Bajakah

1. Asal dan Bentuk Tanaman Bajakah

Akar bajakah berasal dari Kalimantan Tengah dan hidup di tengah hutan.

Pohon akar bajakah hanya dapat hidup di tempat yang rimbun seperti tengah hutan, dan tidak banyak kena matahari.

Oleh sebab itu, untuk menemukan tanaman ini Anda harus masuk ke tengah hutan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Palangkaraya.

Tumbuhan ini berbentuk batang pohon tunggal yang merambat dan berwarna coklat, dengan batang akar yang kuat dan cukup besar.

Tumbuh dengan merambat, ketinggiannya bisa mencapai lebih dari 5 meter.

2. Mengandung Zat Penyembuh Kanker

Dari hasil penelitian Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Eko Suhartono..

Akar bajakah mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi melawan sel kanker.

tanaman bajakah

Baca Juga:

Cara Menanam Temulawak, Tanaman Rimpang Penuh Manfaat

Zat tersebut di antaranya saponin, denolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik.

Selain itu, jumlah antioksidan dalam akar bajakah pun cukup tinggi.

3. Cara Mengolah dan Mengonsumsi Tanaman Bajakah

Dilansir dari detikhealth, tanaman bajakah hanya diambil bagian akarnya.

Kemudian diproses untuk menjadi ramuan akar bajakah.

Begini cara mengolah dan mengonsumsi akar bajakah:

  • Akar bajakah dikeringkan di bawah matahari
  • Cacah akar bajakah setelah mengering
  • Haluskan dengan ditumbuk atau diblender
  • Seduh bubuk akar bajakah dengan takaran 1 gram dalam larutan 500 mililiter (ml) air
  • Bisa juga direbus dengan air selama 30 menit, baru kemudian diminum setiap hari
  • Air rebusan akar bajakah berwarna seperti teh, namun terasa hambar saat diminum

4. Jenis Tanaman Bajakah yang Diklaim Masih Rahasia

Di Indonesai sendiri ada lebih 100 jenis kayu bajakah.

Untuk menghindari eksploitasi, jenis tanaman bajakah yang diklaim masih dirahasiakan dari publik.

Menurut laman resmi Institut Pertanian Bogor (IPB), ada tiga jenis tanaman bajakah, yakni:

  • Bajakah Lamei: Tumbuh di hutan tropis lembab yang batangnya menyimpan banyak air yang bisa diminum.
  • Bajakah Kalalawit (Uncaria Gambir Roxb): Mengandung phenol, antibacterial, senyawa catechin, dan ekstraknya mengandung tingkat katekin yang tinggi.
  • Bajakah Tampala (Spatholobus Littoralis Hassk): Akarnya mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan saponin.

5. Belum Teruji Secara Klinis

Meski begitu, butuh proses panjang bagi sebuah obat tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.

Butuh 3-20 tahun untuk klaim sesuatu hal menyembuhkan suatu penyakit.

Ada beberapa fase penelitian mulai dari uji pra klinik hingga uji klinik.

tanaman bajakah

Sumber: gdmorganic.com

Riset yang dimulai uji pra klinik pada hewan terdiri dari 5 tahapan, yakni:

  • Uji Eksperimental in Vitro: Tujuannya untuk membuktikan klaim sebuah obat
  • Uji Eksperimental in Vivo: Untuk membuktikan klaim obat harus dilakukan percobaan pada hewan seperti tikus, kucing, anjing, kelinci, dan mencit
  • Uji Toksisitas Akut: Untuk mengetahui LD (Lethal Dose) 50 sebuah obat. Makin tinggi LD 50, makin aman sebuah obat
  • Uji Toksisitas Subkronik: Pemberian ekstrak pada hewan uji coba setiap hari selama 3 bulan, untuk mengamati kenailan/efek samping mengonsumsi suatu obat
  • Uji Toksisitas Khusus: Tujuannya untuk mengetahui keamanan obat dalam jangka panjang

Riset dilanjutkan ke tahap uji klinik bila obat terbukti aman dan berkhasiat pada hewan.

Uji klinik ini terdiri dari 4 fase, yakni:

  • Uji Klinis Fase 1: Untuk mengetahui efek dan farmakokinetik atau psoses obat sejak diminum hingga fase luar dari tubuh, yang dilakukan pada relawan sehat untuk mengetahui keamanannya
  • Uji Klinis Fase 2: Obat diberikan bagi orang sakit untuk membuktikan khasiatnya
  • Uji Klinis Fase 3: Uji coba obat diberikan pada lebih banyak sukarelawan di banyak lokasi. Jika obat aman, akan memasuki tahap izin edar dan dipasarkan
  • Post, Marketing, Surveillance: Fase ini untuk memastikan obat yang beredar di masyarakat tidak berbahaya dan harganya bagus

Baca Juga:

20 Tanaman Pangan Praktis Wajib Ditanam untuk Hadapi Wabah & Bencana

Bisakah Dibudidayakan di Rumah?

Eitss, jangan buru-buru mencari tanaman ini untuk ditanam di rumah ya Sahabat 99..

Sayangnya, tanaman bajakah tidak dapat dibudayakan karena kandungannya akan berbeda dengan yang tumbuh di habitat asli.

Selain itu, salah satu faktor yang membuat tanaman bajakah tidak dapat dibudayakan adalah..

Akar bajakah hanya tumbuh di lokasi tanah gambut dan pedalaman hutan, di mana sinar matahari tidak banyak masuk kerena tertutup rimbun pepohonan.

Jadi, tidak ada gunanya Anda membeli dan mencoba menanam Bajakah di rumah.

Sebaiknya Anda bersabar hingga tanaman ini mendapat sertifikasi resmi sebagai obat kanker.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99..

Jangan lupa kunjungi situs berita properti Blog 99 Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.

Temukan hunian impian Anda di 99.co/id!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts