Berita Berita Properti

Mengenal Jenis Rumah Adat Suku Asmat yang Sarat akan Filosofi

2 menit

Tahukah kamu seperti apa bentuk rumah adat suku asmat? Nama suku ini pasti sudah sering kamu dengar, karena suku Asmat adalah suku terbesar yang ada di Papua.

Suku Asmat banyak dikenal orang karena kerajinan ukiran kayunya yang keren.

Sebenarnya, ada hal lain yang juga tak kalah keren dari hasil kerajinan ukiran kayunya; yaitu, rumah adat yang mereka jadikan sebagai tempat tinggal.

Ada dua jenis rumah adat yang dimiliki.

Keduanya memegang teguh filosofi bahwa tidak ingin adanya campur tangan dari masyarakat luar dengan memegang teguh nilai-nilai mereka sendiri.

Jew, Rumah Adat Suku Asmat untuk Para Bujang

rumah adat suku asmat

Sumber: papua.us

1. Syarat Pembangunan

Sebab rumah ini adalah rumah sakral bagi masyarakat Asmat, pembangunannya harus memenuhi syarat yang telah ditentukan dan tidak boleh sembarangan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan rumah Jew, yaitu sebagai berikut:

  • Berbentuk rumah panggung;
  • Menggunakan material kayu yang harus didirikan menghadap ke arah sungai;
  • Secara umum memiliki luas bangunan 10×15 meter;
  • Menggunakan tiang penyangga yang terbuat dari kayu besi dan diukir sesuai ciri khas suku Asmat;
  • Menggunakan atap yang terbuat dari anyaman daun sagu atau daun nipah; dan
  • Tanpa menggunakan paku, melainkan menggunakan tali rotan atau akar tumbuhan.

Baca Juga:

5+ Ragam Rumah Adat Papua | Ada yang Tinggal di Atas Pohon!

2. Fungsi

Rumah bujang ini dianggap keramat oleh masyarakat suku Asmat karena memiliki fungsi yang istimewa dalam struktur masyarakat mereka.

Bisa dibilang rumah bujang ini berfungsi seperti balai desa.

Latar belakang dibangunnya rumah bujang adalah untuk melakukan kegiatan tradisional khusus.

rumah adat suku asmat

Sumber: okezone.com

Lebih dari itu, rumah ini juga berfungsi sebagai tempat untuk mendiskusikan urusan yang bersangkutan dengan kehidupan para warga.

Rumah ini juga berfungsi sebagai tempat untuk menyelenggarakan upacara keagamaan, rapat adat, membuat kerajinan, perencanaan perang, dan lainnya.

Noken, alat berburu khas suku Asmat, juga disimpan di rumah ini. Konon katanya, tidak sembarang orang boleh menyentuh noken yang disimpan di rumah bujang.

3. Ketentuan Rumah Bujang

Berbicara soal siapa yang menghuni rumah bujang, bisa ditebak dari namanya. Penghuninya adalah kaum laki-laki.

Lebih tepatnya kaum laki-laki yang belum menikah alias bujang.

Rumah ini juga memiliki ketentuan dalam hal penyediaan tungku api.

Jika di desa tersebut ada 10 keluarga, maka rumah bujang harus memiliki 10 tungku api di dalamnya.

Tsyem, Rumah Adat Suku Asmat untuk Keluarga

Sumber: taufiqurokhman.com

1. Syarat Pembangunan

Material yang digunakan untuk pembangunan Tsyem sama seperti rumah bujang, yakni berbahan natural dan tidak menggunakan paku.

Hanya saja, rumah tsyem harus didirikan di sekeliling rumah bujang karena ukurannya yang lebih kecil.

Ukuran rumah tsyem seluas 3x4x4 meter.

2. Fungsi

Menyangkut fungsi, rumah tsyem memiliki fungsi yang berbeda dari rumah bujang.

Bisa dibilang, rumah ini ibarat rumah warga yang mana dihuni oleh keluarga.

Tidak ada fungsi spesial atau sakral pada rumah ini karena kegiatan penting diselenggarakan di rumah bujang.

3. Ketentuan Rumah Adat Suku Asmat Tsyem

Titik pembeda antara rumah bujang dan rumah tsyem terletak pada kentuan penghuninya.

Rumah bujang hanya diperuntukkan bagi mereka para lelaki bujang yang belum berkeluarga, sedangkan rumah Tsyem diperuntukkan untuk yang telah berkeluarga.

Umumnya, rumah tsyem dihuni oleh 2-3 pasang keluarga yang terdiri dari 1 keluarga senior (inti) dan 2 keluarga junior.

Biasanya, jumlah anggota keluarga inti masyarakat Asmat 4-5 atau 8-10 orang.

Baca Juga:

40 Gambar Rumah Adat yang Ada di Seluruh Indonesia

Semoga artikel ini memperluas cakrawala pengetahuan tentang keragaman Indonesia, Sahabat 99!

Selalu pantau Berita Properti 99.co Indonesia untuk mengetahui informasi paling update saat ini.

Tak lupa, temukan properti impianmu hanya di 99.co/id.

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts