Gaya Hidup Kesehatan

9 Fungsi Hati, Cara Merawat, dan Kebiasaan Buruk Penyebab Penyakit Liver. Catat, ya!

4 menit

Fungsi hati memiliki peran yang sangat esensial bagi kinerja organ tubuh secara menyeluruh. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Hati merupakan salah satu organ tubuh paling penting.

Tanpa hati, organ lain tidak akan bekerja dengan maksimal dan kita pun tidak akan bisa bertahan hidup.

Hati bertempat di dalam rongga perut, tepat di sebelah kanan bawah diafragma.

Secara garis besar, fungsi hati adalah sebagai alat ekskresi yang membuang racun dan sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh.

Namun ternyata, menyeleksi racun bukanlah satu-satunya fungsi hati.

Organ inti ini masih memiliki peran penting lainnya untuk menjaga kesehatan tubuh.

Yuk, kita pelajari satu-satu!

Apa Fungsi Hati bagi Kesehatan Manusia?

organ hati

1. Menyimpan Mineral dan Vitamin

Menyimpan mineral dan vitamin di dalam tubuh adalah fungsi hati yang cukup umum.

Semua vitamin dan mineral yang masuk ke dalam tubuh akan melewati hati sebelum disebar sesuai dengan kebutuhan.

Jika jumlahnya berlebihan, hati akan menyimpan sisa mineral dan vitamin untuk dibagikan di kemudian waktu.

Jenis vitamin yang disimpan di dalam hati adalah vitamin yang larut terhadap lemak, seperti A, D, E, dan B12.

2. Menyimpan Glikogen

Selain vitamin dan mineral, hati juga menyimpan glikogen.

Glikogen adalah gula otot yang dihasilkan dari perubahan glukosa.

Glukosa merupkan hasil dari hormon insulin.

Jadi, secara tidak langsung, penyimpanan glikogen ini dapat mengontrol kadar gula di dalam darah.

3. Sekresi Bilirubin

Bilirubin adalah zat yang terbentuk dari proses penguraian sel darah merah.

Fungsi bilirubin adalah untuk pemberi warna urine dan feses, yang mana digunakan sebagai pengukur kesehatan tubuh.

Apabila warnanya pucat atau menghitam, tandanya ada sesuatu yang salah di dalam tubuhmu.

Sebelum memberi warna, bilirubin memecah senyawa sel darah merah berbahaya.

Sel-sel yang sudah dipisahkan nantinya akan dibuang bersamaan dengan urine dan feses.

4. Membantu Membentuk Sistem Antibodi

antibodi

Fungsi hati manusia selanjutnya adalah untuk mendukung pembentukan sistem antibodi atau imun tubuh.

Hati dapat menangkal beragam penyakit untuk masuk ke dalam tubuh menggunakan sel kupffer atau sistem makrofag.

Mekanisme tersebut akan menghalau bakteri dan virus di dalam darah atau sistem pencernaan, lalu membuangnya melalui anus.

Mekanisme yang sama juga mampu membunuh bakteri dan virus yang sudah lama bersarang di dalam tubuh.

Bakteri dan virus yang berkurang secara otomatis akan meningkatkan sistem imun tubuh dan membuat kita lebih kebal dari penyakit.

Baca Juga:

Mengenal 6 Fungsi Lambung pada Manusia. Ternyata Bukan Hanya sebagai Alat Pencerna!

5. Menyempurnakan Eritrosit

Hati membantu pembentukan eritrosit atau sel darah merah.

Untuk membentuk eritrosit yang sempurna, hati membutuhkan bantuan dari zat ulang seperti hermatin.

6. Mempertahankan Cairan Tubuh

Tubuh memerlukan jumlah air yang cukup untuk bertahan.

Nah, salah satu tugas hati adalah untuk memastikan air dan cairan di dalam tubuh tetap normal dan tidak merembes.

Hal ini dilakukan dengan cara memproduksi protein flasma.

Proteinnya menjaga cairan agar tidak tembus ke jaringan tubuh, menjaganya tetap pada kadar yang normal.

7. Menghindari Penggumpalan Darah

penggumpalan darah

Fungsi hati manusia selanjutnya adalah untuk mencegah penggumpalan darah.

Penggumpalan darah merupakan salah satu kondisi kesehatan yang mematikan.

Gumpalannya dapat menghambat sirkulasi darah, menimbulkan beragam komplikasi, seperti penyakit jantung sampai leukimia.

Untuk memecah gumpalan darah, hati mengeluarkan protrombin dan fibrinogen.

Apabila gumpalan darah semakin membesar, itu merupakan sebuah tanda kalau hati sudah tidak bekerja secara maksimal.

8. Memproduksi Trigliserida dan Kolesterol

Dilansir dari halodoc, hati bertanggung jawab untuk memproduksi trigliserida, protein, dan kolesterol.

Ketiganya dialirkan sesuai kebutuhan melalui pembuluh darah.

Fungsi dari protein, kolesterol, dan trigliserida adalah untuk membantu produksi hormon pertumbuhan anak.

9. Menghasilkan Cairan Empedu

Cairan empedu merupakan hasil dari sel darah merah yang sudah diolah di dalam hati.

Cairan ini memiliki fungsi tertentu, yaitu untuk meleburkan lemak yang terkandung di dalam makanan.

Lemak yang tersisa akan diolah kembali dan dibuang bersamaan dengan feses.

Cara Merawat Hati agar Selalu Sehat

1. Lakukan Pemeriksaan ke Dokter

periksa hati ke dokter

Agar fungsi hati tetap bekerja dengan lancar, kamu perlu memeriksakan kesehatannya ke dokter.

Ini merupakan cara yang paling mudah untuk merawat dan menilai kesehatan hati.

Tes fungsi hati dilakukan dengan pengambilan sampel darah.

Setelah itu, para tim profesional akan meneliti senyawa-senyawa di dalamnya untuk melihat apa kadarnya cukup, kurang, atau berlebihan.

Berikut adalah senyawa yang diukur saat melakukan tes kesehatan hati.

Aspartat Aminotransferase (AST)

Tes ini dilakukan dengan mengukur enzim AST di dalam hati.

Jika kadarnya tinggi, tandanya hati sedang tidak sehat.

Alanin Transaminase (ALT)

Alanin transaminase adalah enzim yang bertugas untuk mengolah protein.

Enzim ALT yang terdeteksi di atas rata-rata merupakan pertanda peradangan atau penyakit hepatitis.

Gamma-Glutamyl Transferase (GGT)

Enzim gamma-glutamyl transferase diproduksi oleh hati.

Namun, enzim ini juga dapat ditemukan pada organ lainnya seperti ginjal, otak, atau pun pankreas.

Pemeriksaan enzim GGT diperlukan untuk melihat kesehatan saluran hati dan empedu.

2. Menjaga Pola Makan Sehat

Ada banyak hal yang bisa kita coba untuk merawat kesehatan hati, salah satunya adalah dengan menjaga pola makan.

Perbanyak makan makanan yang mengandung protein dan vitamin, termasuk sayur dan buah-buahan.

Kamu juga perlu menghindari makanan yang dibumbui terlalu banyak MSG karena bisa mengikis dinding hati.

Semakin banyak MSG yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko bocor hati.

Kondisi ini bisa dibuktikan dengan melihat warna urine.

Warna urine yang semakin kotor dan berubah menjadi cokelat adalah tanda penyakit hati.

3. Hindari Alkohol dan Minum Banyak Air Putih

dilarang minum minuman beralkohol

Air putih berfungsi untuk menetralisir racun dan membantu proses penyerapan di dalam tubuh.

Setiap manusia membutuhkan setidaknya 8 gelas air setiap harinya untuk menjaga kesehatan tubuh.

Namun, kamu juga perlu berhati-hati dengan efek sampingnya, karena jumlah yang berlebih bisa menyebabkan sirosis hati.

Selain mengonsumsi terlalu banyak air putih, sirosis hati juga bisa disebabkan oleh alkohol.

4. Menghindari Kebiasaan Buruk yang Merusak Hati

Tanpa kita sadari, kebiasaan yang kita lakukan setiap harinya dapat merusak hati.

Beberapa kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi jika diteruskan, lama-kelamaan akan mengikis dinding hati dan menyebabkan kebocoran.

Berikut adalah kebiasaan buruk yang bisa menjadi penyebab penyakit liver.

  • Terlalu Sering Mengonsumsi Masakan yang Mengandung Banyak Garam

Garam yang menumpuk di hati akan susah dibuang dan membuatnya bengkak.

Kadar garam yang berlebih di dalam hati juga bisa menyebabkan peradangan.

  • Tinggal di Lingkungan Kotor

Kuman dan bakteri yang bersarang di sekitar kita dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan memperburuk kerja hati.

Virus yang biasa menyerang hati adalah hepatitis A dan E.

  • Terlalu Sering Merokok

Asap rokok menyebabkan 3 efek negatif untuk hati, yaitu pengikisan, keracunan, dan pengurangan imun.

Racun rokok yang berdiam di dalam hati akan menyebabkan peradangan yang bisa berujung pada kematian.

Baca Juga:

10 Fungsi Ginjal yang Penting bagi Tubuh Manusia dan Cara Merawatnya. Pangkal Panjang Umur!

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99..

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang tertarik tinggal di hunian minimalis dan modern seperti Vida Bekasi, langsung saja kunjungi 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts