Berita Berita Properti

Memahami Garis Sempadan Bangunan dari Fungsi, Dasar Hukum, hingga Sanksi

3 menit

Jika kamu sedang membangun atau mencari rumah, penting untuk memahami apa itu Garis Sempadan Bangunan (GSB). Ini penting supaya rumah kamu terhindar dari segala macam risiko. Lagi pula, GSB juga sudah diatur dalam undang-undang.

Secara sederhana, GSB adalah soal pengaturan jarak antar suatu bangunan dengan bangunan yang lainnya.

Misalnya, jarak antara rumah yang kamu bangun dengan rumah tetangga ataupun muka jalan.

Setiap daerah, memiliki aturan tersendiri berapa jarak ideal GSB sesuai rencana detil tata ruang.

Untuk mengetahui apa itu GSB, mari kita simak penjelasan secara sederhana berikut yang dirangkum dari pelbagi sumber.

Baca Juga:

Mengenal Arsitektur Lanskap, Potret Keindahan Seni pada Bangunan

Penjelasan Garis Sempadan Bangunan

1. Gambaran GSB Secara Umum

pengertian garis sempadan bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, GSB memiliki peranan penting dalam membangun suatu  rumah atau bangunan.

Sebagai garis batas minimal, maka GSB berperan membatasi bangunan dengan batas lahan yang dimiliki.

Apakah itu dengan jalan, tepi pantai, tepi sungai, rel kereta, jaringan tegangan tinggi, ataupun bangunan tetangga.

Namun, ada pula bangunan rumah yang saling berdempetan atau menempel satu sama lain yang tak sesuai batas minimal.

Adapun jika berada di pinggir jalan, maka garis sempadan diambil dari sebagai jalan sampai bangunan terluar di tanah yang dikuasai.

2. Dasar Hukum GSB

dasar hukum gsb

Dasar hukum GSB  telah diatur dalam undang-undang.

Ini berada pada Pasal 13 Undang-Undang No. 28 Tahun  2002 tentang Bangunan Gedung.

Dalam beleid itu, dijelaskan bahwa GSB adalah garis yang membatasi jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu massa bangunan terhadap batas lahan yang dikuasai.

Kemudian, disebutkan pula pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.

Pada beleid itu, GSB merupakan aturan yang harus dikeluarkan oleh penguasa wilayah seperti gubernur, bupati, atau wali kota.

Dengan adanya payung hukum, maka pembangunan suatu bangunan tak bisa sembarangan.

3. Fungsi

gsb

Secara sederhana, fungsi GSB adalah untuk menjamin kemanan dan kenyaman di sekitar.

Adanya jarak suatu bangunan akan meminimalisir sebuah risiko.

Misalnya, adanya bangunan roboh, kecelakaan lalu lintas, maupun kebakaran.

Bayangkan, jika tidak ada jarak antar suatu bangunan, maka risiko yang dihadapi akan jauh lebih besar.

Mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau area kawasan jika GSB tidak sesuai.

Untuk itu, GSB berfungsi mengatur supaya pembangunan tak asal-asalan.

4. Jarak Ideal

garis sempadan bangunan yang ideal

Sumber: arsitur.com

Jika sudah memahami apa itu GSB, maka pertanyaannya selanjutnya berapa jarak ideal batasan sebuah GSB?

Kamu harus paham, hal ini tentu tergantung dari tiap-tiap daerah.

Di area-area tertentu, bahkan ada yang memiliki GSB nol.

Ini artinya tidak ada batas sedikitpun antara bangunan dengan sekitarnya.

Secara umum, besaran GSB sama dengan setengah dari lebar jalan.

Semakin lebar jalan, maka akan semakin besar nilai GSB.

Untuk pemukiman perumahan, standar GSB yang ditetapkan dapat berkisar antara 3 meter – 5 meter.

Sementara bangunan yang terletak di pinggir jalan, maka GSB ditentukan berdasarkan fungsi dan kelas jalan.

Selain itu, juga dilihat dari dari sisi depan dan samping bangunan. 5

5. Bangunan Terluar

gsb

Sumber: arsitag.com

Persepi tentang sisi bangunan terluar kadang kala masih salah kaprah.

Sebagian menilai sebagai sisi bangunan terluar adalah pagar rumah.

Namun, ini sebenarnya adalah dari sisi luar bangunan fisik itu sendiri dengan komposisi lengkap dimulai dari sloof, pondasi, pasangan bata, jendela, pintu, atap dan plafond.

Sementara itu, jika melakukan renovasi sebuah rumah, bangunan tambahan yang melewati batas GSB masih bisa ditolerir.

Hanya saja, toleransi ini berlaku untuk sifat bangunannya, bukan bangunan ruang.

Contohnya, jika renovasi itu adalah membangun pergola yang berfungsi sebagai penyangga atap carport.

Maka, atap pergola tidak boleh menjorok ke lahan atau keluar pagar.

Persoalan bisa memanjang jika carport itu malah dibangun ruang tidur yang dilengkapi komposisi struktur.

Hal ini bisa berujung sanksi.

6. Sanksi

aturan garis sempadan bangunan

Sumber: suluttenggo.wordpress.com

Jika kamu membangun suatu rumah lalu mengesampingkan GSB, maka kamu bisa dikenakan sanksi sesuai aturan tiap daerah.

Sanksi yang diberikan dapat berupa peringatan tertulis, denda hingga maupun pembongkaran.

Hal ini juga sudah tertuang berdasarkan Undang-undang No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Selain itu, jika ketahuan membangun bangunan yang melebihi GSB, maka bisa dikenakan sanksi lain.

Sanksinya terdiri dari 10 persen dari nilai bangunan yang sedang atau telah dibangun.

Baca Juga:

Rumah Hook Lebih Mahal, Benarkah Biaya Mengurusnya Juga Tinggi?

Sahabat 99, demikian penjelasan secara sederhana apa itu Garis Sempadan Bangunan atau GSB.

Setelah kamu memahaminya, jangan lupa untuk perhatikan GSB sebelum membangun rumah, ya.

Ikuti terus berita properti lainnya hanya di 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa cari rumah idaman di 99.co/id

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts