Gaya Hidup Kesehatan

Apa Itu Distimia? Yuk, Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Ini!

3 menit

Apakah kamu pernah mengalami perasaan berada dalam kondisi terpuruk dalam hidup? Hati-hati ya, bisa jadi kamu mengalami distimia.

Sebelum melanjutkan pembahasan, kami mengingatkan agar kamu tidak mendiagnosis diri sendiri dengan berbagai jenis penyakit mental ya.

Mendiagnosis diri sendiri malah akan berbahaya dan memperparah kondisi kamu lo!

Jika kamu merasa dalam kondisi terpuruk atau merasa mengalami gejala gangguan kesehatan mental, sebaiknya hubungi psikolog atau psikiater.

Jika berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, kamu akan mendapat diagnosis tepat mengenai kondisi kejiwaan kamu.

Selain itu, kamu juga akan mendapat saran atau obat yang tepat untuk memperbaiki kondisi kejiwaan.

Tanpa perlu berlama-lama, mari kita bahas mengenai distimia.

Baca Juga:

13 Cara Mengatasi Depresi Tanpa Obat yang Dapat Dilakukan | Gejala & Penyebab

Seluk-beluk Distimia

distimia

Definisi

Distimia adalah kondisi saat seseorang mengalami perasaan sedih dan putus asa secara terus menerus.

Gangguan kesehatan mental ini juga termasuk bentuk depresi kronis jangka panjang.

Kondisi ini dapat mempengaruhi suasana hati dan fisik seseorang.

Gangguan kesehatan mental ini termasuk dalam gangguan kejiwaan yang serius.

Meski gejalanya tidak separah depresi berat, tetapi biasanya penderitanya akan mengalami kondisi kejiwaan ini dalam waktu lama.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga penderita gangguan kesehatan mental ini akan berakhir dengan mengalami depresi berat.

Sejumlah gejala distimia memang mirip dengan gejala depresi.

Maka dari itu, orang awam tidak bisa sembarangan melakukan diagnosis.

Gejala Distimia

Beberapa gejala distimia datang dan pergi dalam jangka waktu lama, bahkan bisa bertahun-tahun.

Berikut sejumlah gejala distimia:

  • Kehilangan minat mengerjakan aktivitas sehari-hari atau hobi
  • Sedih, merasa hampa
  • Putus asa
  • Merasa sangat lelah
  • Merasa tidak mampu menyelesaikan masalah
  • Sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar
  • Cepat marah berlebihan
  • Produktivitas menurun
  • Menghindari aktivitas sosial atau pergaulan
  • Khawatir berlebih tentang masa lalu
  • Nafsu makan buruk atau berlebihan
  • Sulit tidur

Gejala gangguan kesehatan mental ini tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapa saja.

Jika kamu mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, segera pergilah ke psikolog atau psikiater untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Penyebab Distimia

Gangguan kesehatan mental ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi.

Namun, sampai saat ini, para ahli belum menemukan jawaban pasti mengenai penyebab distimia.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab distimia:

1. Faktor Genetik

Para pakar menyebut, tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang menderita distimia karena faktor genetik alias keturunan.

Beberapa penderita distimia ini disebut memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan kesehatan mental.

2. Trauma

Gangguan kesehatan mental ini juga bisa disebabkan oleh peristiwa traumatik di masa lalu.

Beberapa contoh peristiwa traumatik itu di antaranya adalah kehilangan pasangan, masalah keuangan, konflik dengan keluarga, hingga stres yang tinggi di lingkungan kerja.

3. Riwayat Gangguan Kesehatan Mental

Bukan tidak mungkin seseorang yang telah memiliki riwayat gangguan kesehatan mental sebelumnya, dapat menderita distimia.

Sebagai contoh, gangguan kecemasan atau bipolar dapat menjadi penyebab seseorang mengalami distimia.

4. Perubahan Struktur Kimia pada Otak

Penderita distimia juga bisa mengalami perubahan fisik pada otak mereka.

Namun, para pakar juga menyebut bahwa signifikansi perubahan struktur kimia pada otak belum dapat dipastikan 100 persen.

5. Efek neurotransmitter

Neurotransmitter adalah senyawa kimia dalam tubuh yang berfungsi menyampaikan pesan antara satu sel ke sel lainnya.

Neurotransmitter juga dapat menjadi penghubung antara otak ke seluruh jaringan sarah dan pengendalian fungsi tubuh.

Ada tiga neurotransmitter penting pada otak yang mempengaruhi suasana hati seseorang, yaitu oksitoksi, dopamin, dan serotonin.

Saat mengalami gangguan kesehatan mental, jumlah ketiga neurotransmitter tersebut turun.

6. Riwayat Penyakit Jantung dan Diabetes

Dalam beberapa kasus, penderita penyakit jantung dan diabetes juga dapat mengalami distimia.

Hal ini dikarenakan kedua penyakit tersebut menyebabkan kadar serotonin rendah, sehingga memungkinkan seseorang menderita gangguan kesehatan mental.

Cara Pengobatan

distimia

Jika mengalami distimia, kamu bisa melakukan beberapa hal mengatasinya atau menurunkan gejalanya.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Terapi obat sesuai rekomendasi dokter atau psikiater
  • Psikoterapi dengan cara berkonsultasi secara rutin pada psikolog atau psikiater
  • Menjalani pola hidup sehat, semisal makan teratur, olahraga, hindari minuman beralkohol, dan tidur yang cukup.

Baca Juga:

7 Cara Menghilangkan Rasa Cemas dan Stres Berlebih | Segera Tangani sebelum Jadi Gangguan!

Itulah seluk-beluk mengenai distimia, mulai dari definisi, gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang mencari informasi mengenai gangguan kesehatan mental.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari sewa rumah di Jakarta Selatan dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts