Berita Ragam

7 Hadist Menuntut Ilmu Bagi Setiap Muslim, Amalan Kekal untuk Kita!

3 menit

Ilmu merupakan bekal manusia yang berharga. Oleh karena itu setiap muslim diwajibkan menuntut ilmu sebagaimana disebutkan dalam hadist menuntut ilmu.

Tanpa ilmu, tidak akan sempurna agama dan amal ibadah seorang muslim sebab ilmu adalah kunci dari segala kebaikan.

Imam Syafi’i pernah berkata, “Belajarlah karena tidak ada orang yang terlahir dalam keadaan berilmu. Setiap manusia terlahir dalam keadaan suci, tanpa dosa, dan tidak berilmu. Namun, manusia dibekali akal pikiran dan insting untuk belajar.”

Maka itu, simak hadist menuntut ilmu dalam Islam ini!

Hadist Menuntut Ilmu dalam Islam

1. Menuntut Ilmu Itu Wajib

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah. Kewajiban ini tidak memandang status sosial atau gender seseorang.

Apabila sudah turun perintah Allah Swt. yang mewajibkan sesuatu, maka setiap muslim harus bersikap sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat).

Hadist menuntut ilmu itu wajib disebutkan sebagai berikut:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah No. 224)

2. Pendidikan Karakter

Setinggi dan seluas apapun ilmu yang kita miliki tanpa dibarengi dengan karakter yang baik justru hanya akan memberikan kerugian.

Oleh karena itu menuntut ilmu saja tidak cukup, tapi juga harus ada pendidikan karakter yang baik.

Sebab dari pendidikan karakter, kita mengerti budaya dan moral yang harus dipegang.

Seperti halnya disebutkan dalam hadis berikut ini:

“Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarmu.” (HR. Tabrani)

3. Dimudahkan Jalan Menuju Surga

anak membaca alquran

Salah satu keutamaan menuntut ilmu bagi seorang muslim adalah Allah Swt. akan memudahkannya untuk mengerjakan amal saleh.

Dengan senantiasa mengerjakan amal saleh, kita akan lebih bertakwa kepada Allah dan Dia pun akan memudahkan jalan menuju surga.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ . رَوَاهُ مُسْلِم

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

4. Salah Satu Bentuk Jihad

Disebutkan dalam hadis sebelumnya bahwa menuntut ilmu merupakan hal istimewa karena bisa membuat kita lebih dekat dengan Allah.

Ternyata manfaat menuntut ilmu tidak hanya sebatas itu, tapi barang siapa yang menempuh perjalanan menuntut ilmu akan selalu disertai keberkahan di setiap langkahnya.

Dalam setiap langkah kita menuntut ilmu, kita digolongkan sebagai orang yang jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah).

(مَنْ خَرَجَ فِيْ طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِيْ سَبِيْلِ الله حَتَّى يَرْجِعَ ( رَوَاهُ التِّرْمِذِي

“Siapa yang keluar dari rumah dalam keadaan menuntut ilmu, maka ia termasuk fi sabilillah sampai ia kembali pulang.” (HR. Turmudzi)

5. Memupuk Rasa Rendah Hati

Kepada seorang guru, selayaknya kita selalu memberikan rasa hormat dan rendah hati.

Tanpa sikap rendah hati, kita akan cenderung bersikap congkak dan selalu menganggap diri lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

Dengan adanya sikap rendah hati, kita lebih bisa meraih ketentraman dan ketenangan.

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

“Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah kamu kepada orang yang kamu belajar darinya.” (HR. Turmudzi)

6. Ilmu adalah Amalan yang Kekal

anak anak laki mengaji

Seperti kita ketahui, selepas kematian, maka terputus dirinya dari dunia. 

Namun hal tersebut bukan berarti kita tidak bisa memiliki amal yang tetap mengalir, meskipun selepas kematian.

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali tiga hal; dari sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak saleh.” (HR. Muslim No. 1631)

7. Ilmu adalah Warisan Paling Berharga

Hal yang paling berharga di bumi ini bukanlah harta kekayaan, tapi ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas.

Sebab ilmu dan wawasan tidak akan pernah ada habisnya.

Berikut hadist menuntut ilmu yang menyebutkan bahwa ilmu adalah warisan paling berharga:

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Keutamaan orang berilmu di atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Para Nabi tidaklah mewariskan dirham dan dinar, akan tetapi mereka mewarisi ilmu. Maka barang siapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil keberuntungan yang besar” (HR. Abu Dawud No. 3641)

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts