Berita

Hailey Cilik Bangun Rumah untuk Tunawisma, Sendirian!

3 menit

Kesempatan memiliki rumah ternyata tidak untuk semua orang, Urbanites. Masih banyak orang-orang di luar sana yang tidur, makan, dan melakukan aktivitas di jalanan. Tapi ternyata masih banyak pula orang-orang yang peduli akan nasib mereka dan menyediakan tempat tinggal agar mereka bisa berteduh. Seperti gadis cilik yang belum genap berusia 15 tahun ini, Hailey Fort namanya.

Hailey cilik yang berasal dari Bremerton, Washington, Amerika Serikat (AS) membangun sebuah shelter atau rumah berukuran kecil yang dapat digunakan orang-orang tak mampu di lingkungannya. Rumah mini pertama yang ia buat bentuknya seperti rumah mainan, tapi muat sebagai tempat tidur untuk satu orang dewasa. Rumah tersebut didesain ringan agar mudah diangkat sehingga dapat dipindahkan untuk dipakai oleh tunawisma lainnya.

Dengan menggunakan bor listrik, senapan paku, dan alat-alat bangunan lainnya, Hailey menyelesaikan proyek bangunan shelter tersebut secara mandiri. Layaknya rumah berukuran besar pada umumnya, rumah mini tersebut pun dilengkapi dengan dinding, lantai, atap, serta jendela. Desain interior dan eksteriornya dipilih sederhana tapi sangat menarik. Contohnya pada bagian dalam, pada bagian lantai diberikan finishing coat untuk menjaga tampilan serta keawetan kayu. Sementara bagian dinding, dipilih warna yang senada yaitu cream agar suasana terkesan lebih hangat. Sementara itu pada bagian luar, ia memilih warna cat biru terang untuk dinding, warna yang senada namun sedikit lebih muda pada atap, serta warna putih yang menyejukkan mata untuk bagian jendela.

Walau ukurannya mini, namun seluruh material yang Hailey gunakan tidak asal-asalan lho, Urbanites. Hal itu ia lakukan agar sang tunawisma yang berteduh di dalamnya tetap merasakan aman walau cuaca sedang buruk. Gadis berkaca mata itu memilih vinil sebagai material lantai, dinding kering, genting sebagai atap, dan dinding dari palet kayu daur ulang. Sementara itu, penerangan untuk rumah tersebut menggunakan lampu bertenaga surya.

Untuk masalah biaya, Hailey mendapatkan banyak dukungan dari kedua orang tua, kakek, dan masyarakat lainnya. Dana sekitar US$3000 atau setara dengan Rp39 juta pun berhasil terkumpul. Selain berhasil mengumpul uang, dirinya juga mendapatkan sokongan dari sebuah toko material berupa bahan bangunan serta diskon harga barang hingga 50%.

Hailey memang sudah tak asing lagi dengan aktivitas pertukangan dan bangun-membangun rumah. Sebab hal itu sudah mengalir di dalam darahnya, karena sang kakek dan sang ayah bekerja sebagai kontraktor. Tak hanya berbakat, Hailey pun dikenal memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Ketika ia melihat seorang lelaki di pinggir jalan yang menggelandang karena bangkrut, ia langsung memutuskan untuk membangun rumah sebagai tempat berteduhnya.

Dalam sebuah wawancara dengan media setempat Hailey mengatakan dirinya benar-benar tak ingin ada tunawisma yang kehujanan dan menderita karena cuaca buruk yang akhir-akhir sering terjadi. “Rasanya tidak tepat jika ada tunawisma. Saya pikir setiap orang harusnya punya tempat tinggal,” ujarnya.

Setelah satu proyek rumah shelter selesai, rencananya akan dilanjutkan dengan pembangunan 12 unit lainnya. Jika sudah selesai, rumah-rumah tersebut akan ditempatkan di beberapa rumah ibadah yang bersedia di kota tempat tinggalnya.

Sungguh mulia ya Urbanites apa yang dilakukan Hailey si gadis cilik ini. Ketika teman-teman sebayanya asyik bermain dan narsis-narsisan di media sosial, ia malah lebih memilih untuk melakukan sesuatu yang sangat berguna bagi orang sekitar.

Semoga informasi yang kami sajikan tersebut dapat berguna dan menginspirasi Anda Urbanites. Yuk, simak terus berita, tips, dan info-info lainnya seputar dunia properti yang tak kalah menarik, hanya di blog UrbanIndo!

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts