Hukum

Selamat Hari Konsumen Nasional. Cari Tahu Apa Saja Hak Konsumen Properti, yuk!

3 menit

Sebelum Anda membeli rumah, ada baiknya mengetahui apa saja hak konsumen perumahan atau properti. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam transaksi.

Apapun produk dan layanan yang ditawarkan oleh penjual sebaiknya memberikan kepuasan atau memenuhi standar dan ekspekstasi pembelinya.

Termasuk juga dalam bisnis jual beli properti.

Konsumen memiliki berbagai hak atas rumah yang telah dijadikan objek jual beli.

Untuk mengenal lebih dalam mengenai hak konsumen properti, artikel 99.co Indonesia kali ini akan membahas mengenai hal-hal seputar hak konsumen properti yang penting untuk diketahui.

Mengenal Hak Konsumen

1. Hak Konsumen dalam Undang-undang

Undang-undang Perlindungan Konsumen atau UUPK No. 8 Tahun 1999 mulai sah diberlakukan sejak 20 April 1999.

Sejak saat itu, 20 April diperingati sebagai Hari Konsumen Nasional.

Melansir laman kominfo.go.id, Hari Konsumen Nasional sendiri bertujuan untuk:

  • Sebagai upaya penguatan kesadaran secara masif akan arti pentingnya hak dan kewajiban konsumen.
  • Sebagai pendorong meningkatnya daya saing produk yang dihasilkan pelaku usaha dalam negeri.
  • Menempatkan konsumen pada subjek penentu kegiatan ekonomi sehingga pelaku usaha terdorong untuk dapat memproduksi dan memperdagangkan barang/jasa yang berkualitas serta berdaya saing di era globalisasi.
  • Menempatkan konsumen untuk menjadi agen perubahan dalam posisinya sebagai subjek penentu kegiatan Ekonomi Indonesia.
  • Mendorong pemerintah dalam melaksanakan tugas mengembangkan upaya perlindungan konsumen di Indonesia.

UUPK No. 8 Tahun 1999 ini juga mengatur secara rinci soal pemberian perlindungan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

Cakupan hukum yang berlaku mengenai:

  • Hak dan kewajiban konsumen.
  • Hak dan kewajiban pelaku usaha.
  • Cara-cara mempertahankan hak dan menjalankan kewajiban tersebut.

Calon konsumen diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk serta pengembang properti yang diinginkan.

Cari tahu kredibilitas dan reputasi pengembang terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli produk.

Pertimbangkan beberapa aspek, seperti:

  • Lokasi
  • Harga
  • Tipe rumah
  • Status tanah
  • Fasilitas lingkungan
  • Skema pembayaran

Baca Juga:

PLN Berikan Token Listrik Gratis, Begini Langkah Mudah Untuk Mendapatkannya. Coba, yuk!

2. Mengenal Perlindungan Konsumen

Meski UUPK No. 8 Tahun 1999 lebih mengutamakan kepentingan konsumen, namun bukan berarti aturan ini akan merugikan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Pelaku usaha diharapkan dapat belajar untuk senantiasa memperbaiki kualitas produk atau layanan yang diberikan dengan berpedoman pada undang-undang ini.

Sebagai landasan hukum, UUPK No. 8 Tahun 1999 memberikan perlindungan pada konsumen serta pelaku usaha yang disadari oleh kedua belah pihak, baik konsumen dan pelaku usaha.

Diperlukan sosialisasi dan edukasi di kalangan pelaku bisnis dan konsumen.

Diperlukan juga kesadaran dan kecermatan saat melakukan transaksi antara konsumen dan pelaku usaha.

UU No, 8 Tahun 1999 merupakan landasan hukum yang kuat bagi pemerintah serta lembaga swadaya masyarakat yang peduli akan konsumen Indonesia.

Berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat 1 UU no 8 tahun 1999 definisi perlindungan konsumen meliputi seluruh upaya untuk memastikan kepastian hukum demi memberikan perlindungan kepada konsumen.

Terdapat 6 asas yang dianut dalam perlindungan konsumen sesuai ketentuan UU no 8 tahun 1999 pasal 2 yaitu:

  • Manfaat
  • Keadilan
  • Keseimbangan
  • Keamanan
  • Keselamatan konsumen
  • Kepastian hukum

Melansir laman JurnalHukum.com, perlindungan ini mencakup proteksi agar konsumen tidak memperoleh barang dan atau jasa yang tidak sesuai dengan kesepakatan.

Selain itu, tidak mendapatkan barang atau jasa yang melanggar ketentuan undang-undang, serta perlindungan terhadap syarat-syarat yang tidak adil bagi konsumen.

3. Apa Saja Hak Konsumen Pembeli Properti

Sebagaimana yang telah diatur pada pasal 4 Undang-undang No. 8 Tahun 1999, konsumen atau pembeli properti memiliki hak, antara lain:

  • Kenyamanan, keamanan dan keselamatan. Ketiga hal tersebut harus sesuai dengan nilai tukar dan kondisi sesuai perjanjian.
  • Pembeli properti berhak atas data yang jelas dan kejujuran mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa.
  • Pembeli berhak didengar pendapat dan keluhannya.
  • Jika terdapat masalah, pembeli berhak mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa konsumen secara layak.
  • Konsumen berhak mendapatkan pembinaan atau edukasi yang dibutuhkan mengenai produk atau jasa.
  • Konsumen berhak diperlakukan secara benar dan jujur tanpa diskriminasi.
  • Konsumen berhak mendapatkan kompensasi, ganti rugi atau penggantian, jika barang atau jasa yang diterima tidak sesuai janji atau kesepakatan.

Baca Juga:

Belanja Kebutuhan di Pasar Online Selama di Rumah Aja, yuk! Ini Daftarnya (Dilengkapi Kontak)

Mengenal Kewajiban Pengembang

hak konsumen

Sebagai pelaku usaha, pengembang memiliki kewajiban seperti yang diatur dalam pasal 7 UU No. 8 Tahun 1999, antara lain:

  • Harus memiliki itikad yag baik dalam melakukan kegiatan usahanya.
  • Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi produk dan jasanya.
  • Memberikan penjelasan tentang penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
  • Pengembang atau pelaku usaha harus memperlakukan konsumen properti dengan benar dan jujur.
  • Tidak diskriminatif terhadap konsumen.
  • Jaminan kualitas barang maupun jasa harus berdasarkan ketentuan standar yang berlaku.
  • Pengembang memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mencoba barang atau jasa dengan memberikan jaminan atas barang yang dijual.
  • Jika konsumen dirugikan, maka pengembang harus memberikan kompensasi, ganti rugi atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang atau jasa yang dijual.

***

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Baca juga artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari properti masa depan?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impian di Jakarta, Surabaya, atau kota lainnya.

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves scandinavian design
Follow Me:

Related Posts