Berita Berita Properti

Ketahui Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun dan Cara Mengurusnya

2 menit

Sahabat 99, tentu sudah tidak asing lagi dengan hak milik atas satuan rumah susun (Sarusun) bukan? Ya, benar sekali. Sarusun adalah unit rumah susun yang digunakan secara terpisah dengan fungsi utama sebagai hunian.

dan mempunyai sarana penghubung ke jalan umum. Nah, untuk lebih mengenalinya, simaklah penjelasan berikut!

Idealnya setiap bangunan memiliki sertifikat, begitu pula dengan Sarusun. Sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (SHMSRS) dapat dimiliki oleh perorangan atau badan hukum.

Secara umum, SHMSRS sama dengan sertifikat tanah dan bangunan, perbedaannya hanya terletak pada warnanya dan terdapat persentase kepemilikan atas tanah bersama.

Tidak hanya itu, proses peralihan juga sama dengan hak sertifikat tanah dan bangunan. Prosesnya harus dilengkapi dengan data otentik yang dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Selain itu, SHMSRS juga dapat dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman kepada lembaga keuangan. Prosesnya pun sama dengan menjaminkan sertifikat pada umumnya.

Hak Milik Atas Rumah Susun

1. Pemilikan Rumah Susun

  1. Sarusun dimiliki oleh perseorangan atau badan hukum yang memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah.
  2. Hak milik Sarusun adalah hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan terpisah. Hak milik ini meliputi hak atas kesatuan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.
  3. Hak atas bagian bersama, benda bersama, dan hak atas tanah bersama sesuai dengan atas luas atau nilai Sarusun yang bersangkutan. Satuan tersebut diperoleh saat pemilik yang pertama.

Baca Juga:

Memahami Perbedaan Rumah Susun, Rusunawa, dan Rusunami. Sudah Tahu?

2. Tanda Bukti Sarusun

  1. Salinan Buku Tanah dan Surat Ukur atas Hak Tanah Bersama menurut ketentuan Peraturan Pemerintah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960.
  2. Gambar denah tingkat rumah susun yang menunjukkan Sarusun yang dimiliki.
  3. Rincian besarnya bagian hak atas bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama yang bersangkutan.

3. Dasar Hukum SHMSRS

  1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA)
  2. Pasal 46 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (UU Rumah Susun)

4. Masa Berlaku SHMSRS

Masa berlaku SHMSRS sama dengan masa berlaku hak tanah (HGB dan Hak Pakai). Dengan kata lain, jika hak atas tanah berakhir, maka SHMSRS pun ikut berakhir.

Untuk pengalihan, SHMSRS dilakukan dengan cara pemindahan hak sesuai dengan hukum yang berlaku. Pemindahan hak ini harus dilakukan dengan Akta PPAT dan didaftarkan pada kantor agrarian.

Cara Mengurus Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS)

Ketika kamu melunasi biaya pembelian rumah susun seperti unit apartemen, bukan berarti kamu langsung mendapatkan SHRMS.

Berbeda dengan SHM yang bisa langsung diurus di kantor pertanahan atau notaris, SHMSRS harus diurus dan didapatkan melalui pihak pengembang.

Berikut cara mengurus SHRMS:

1. Pemisahan Satuan Rumah Susun

Pertama-tama, pihak pengembang melakukan proses pemisahan satuan rumah susun yang meliputi tanah bersama, bagian bersma, dan benda bersama.

Lalu pihak pengembang menuangkannya dalam akta pemisahan yang dilengkapi pertelaan dalam bentuk gambar, uraian, serta batasan-batasan kepemilikan satuan rumah susun.

Akta pemisahaan ini diproses sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Badan Pertanahan Nasional No. 2 Tahun 1989 tentang Bentuk dan Tata Cara Pengisian serta Pendaftaran Akta Pemisahan Rumah Susun.

2. Pengajuan Pengesahan Akta Pemisahan

Selanjutnya, pengembang harus mengajukan akta pemisahan ke Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten/Kotamadya setempat.

3. Mendaftarkan Akta Pemisahan

Setelah akta pemisahan disahkan oleh Pemerintah Daerah, pengembang juga harus mendaftarkan akta pemisahan ke Kantor Pertanahan setempat dengan melampirkan dokumen persyaratan.

Dokumen persyaratan dalam hal ini adalah sertifikat hak atas tanah, izin layak huni, warkah, dan sebagainya.

4. Penerbitan SHMSRS

Apila akta pemisahan telah terdaftar dan buku tanah selesai dibuat, SHMSRS sudah bisa diterbitkan dengan buku tanah sebagai dasar penerbitannya.

Baca Juga:

Melalui UU Cipta Kerja, WNA Sekarang Bisa Punya Rumah Susun di Indonesia. Hmm, Kabar Baik atau Buruk?

5. Pembuatan Salinan dari Buku Tanah

Setelah terbit SHMSRS, kemudian dilakukan proses pembuatan salinan dari buku tanah terkait dengan membuat surat ukur atas tanah bersama dan gambar daerah satuan rumah susun.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Apartemen Salemba Residence?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts