Berita

Wajib Tahu! Ada Hak Pekerja yang Kamu Miliki Saat Berstatus Karyawan

1 Mei 2019
hak pekerja
3 menit

Dalam dunia pekerjaan, hak dasar pekerja melekat sejak kamu ditetapkan sebagai karyawan dalam sebuah perusahaan. Walaupun sedang dalam masa probation atau percobaan, ada hak pekerja yang bisa kamu dapatkan. Yaitu, mulai dari keselamatan kerja, kesehatan, dan kesempatan untuk berkembang di perusahaan itu.

Sebagai karyawan yang teladan kita harus tahu bahwa semua tenaga kerja di Indonesia dilindungi oleh UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Diantaranya adalah, aturan kontrak kerja, PHK, gaji, cuti, dan masih banyak lagi.

Apakah kamu sudah mengetahui seperti apa isi dari peraturannya?

Bila belum, sebaiknya simak baik-baik hak pekerja di bawah ini.

Hak-Hak Tenaga Kerja

hak pekerja

1. Hak Pekerja untuk Mengembangkan Potensinya

Hak ini tercantum dalam UU No. 21 Tahun 2000 dan UU 12/2003.

Undang-undang ini menyatakan bahwa setiap pekerja dalam suatu perusahaan memiliki hak untuk mengembangkan potensi kerja baik minat, bakat, dan kemampuan.

2. Hak Pekerja Menerima Upah yang Layak

Peraturan pemerintah yang mengatur ini adalah Peraturan Menteri (PERMEN) No. 1/1999, PP 8/1981 dan Undang-Undang 13/2003.

Undang-undang ini mengatakan bahwa setiap karyawan memiliki hak untuk mendapatkan upah atau gaji yang layak.

Besaran upah dapat dilihat ketika pekerja sudah berada dalam perusahaan tersebut lebih dari tau tahun.

Adanya diskriminatif besaran upah terhadap pekerja perempuan dan pekerja laki-laki tidak diperbolehkan.

Selain itu diatur dalam pasal 93 ayat 2, karyawan tetap harus digaji perusahaan meski tanpa bekerja.

Ini bisa dilakukan apabila tengah menikahkan anak, istri melahirkan/keguguran, keluarga dekat meninggal, sedang melanjutkan pendidikan dari perusahaan, dan sebagainya.

3. Hak Dasar Pekerja atas Jaminan Sosial dan K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja)

hak pekerja

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan jaminan sosial dan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJSTK dan BPJS Kesehatan.

Jaminan ini dapat membantu kamu di saat kondisi yang membutuhkan.

4. Hak Membentuk Serikat Pekerja

Undang-undang Nomor 21 tahun 2000 dan UU No 13 tahun 2003 mengatur tentang hak ini.

Sebagai media penyalur aspirasi pekerja memiliki kapasitas hukum untuk embuat perjanjian kerja dengan perusahaan.

Tetapi, kalian harus ingat ya, Sahabat 99, perjanjian kerja yang diusulkan harus disepakati bersama dan isinya mencakup hak dan kewajiban buruh maupun serikatnya.

Kemudian, harus ada tandatangan dari pihak-pihak yang terkait termasuk orang-orang penting dalam perusahaan tersebut.

Baca Juga:

Memahami Keberadaan dan Regulasi Hukum Rumah Dinas

5. Hak Pekerja untuk Berlibur, Cuti, dan Istirahat

Perusahaan wajib untuk memberikan kompensasi jika karyawan bekerja di luar jam kerja dengan memberikan upah lembur.

Selain itu, dalam waktu kerja seseorang mendapatkan hak untuk menunaikan ritual keagamaannya.

Dalam hak istirahat, para pekerja diberikan maksimal 1 jam setelah bekerja selama 4 jam dan seterusnya.

Pekerja mendapatkan libur 1 hari untuk 6 hari kerja dalam satu minggu, atau 2 hari libur untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Sedangkan untuk cuti tahunan bisa kamu lakukan setelah 12 bulan bekerja dengan memperoleh 12 cuti hari kerja.

Terakhir, hak istirahat pekerja.

Kamu yang sudah bekerja lama pada suatu perusahaan hingga tujuh dan delapan tahun akan mendapatkan 1 bulan penuh cuti sekurang-kurangnya 2 bulan.

Namun, kamu tidak berhak lagi atas hak istirahat tahunan dalam dua tahun kedepan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 tahun.

6. Kamu Punya Hak untuk Melakukan Aksi Mogok Kerja

Nah, aksi mogok kerja ini diatur dalam keputusan Menteri nomor 232 tahun 2003 dan UU tentang Ketenagakerjaan.

Aksi mogok kerja ini tetap harus dilakukan sesuai prosedur yaitu, pekerja harus menginformasikan rencana tersebut sekurang-kurangnya 7 hari sebelum berlangsung.

7. Hak Pekerja untuk Perlindungan atas PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)

Apabila kamu mengalami peristiwa PHK saat sedang sakit dengan keterangan surat dokter, sedang menjalankan kewajiban negara, atau tengah menjalankan ibadah, menikah, dan sebagainya kamu harus menolaknya.

Sebab, hal itu bertentangan dengan peraturan UU yang berlaku.

Surat PHK harus jatuh ke tangan secara langsung tanpa perantara.

Kemudian, pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak maka berhak mendapatkan uang pesangon yang disesuaikan dengan masa kerja

8. Aturan Jam Kerja untuk Pekerja Perempuan

hak pekerja

Hak ini diatur dalam keputusan Menteri nomor 224 tahun 2003.

Jam kerja perempuan tidak boleh melebihi shift 3 yaitu antara jam 23.00 WIB sampai 7.00 WIB.

Shift 3 ini dilarang untuk pekerja perempuan yang umurnya di bawah 18 tahun.

9. Hak Pekerja Mengenai Hubungan Kerja

Hak ini diatur dalam 2 pasal UU Ketenagakerjaan yaitu pasal 56 dan 60.

Pasal ini mengatur tentang status kepegawaian, yaitu freelance dan tetap.

Pasal 60 menyatakan bahwa perjanjian kerja untuk pekerja freelance dapat menyaratkan masa percobaan kerja paling lama 3 bulan.

10. Aturan Jam Kerja

UU pasal 7 menyatakan bahwa 7 jam satu hari untuk pekerja yang bekerja enam hari dalam seminggu, dan 8 jam bagi pekerja yang bekerja lima hari dalam seminggu.

11. Hak Cuti Haid

Banyak pekerja perempuan yang tidak mengetahui tentang hak cuti haid ini.

Hak ini tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 93 yang membolehkan cuti antara 1-2 hari kerja.

Cuti ini tidak akan mengurangi jatah cuti tahunan kamu, kok

Tetapi ada beberapa perusahaan yang menerapkan pemotongan upah bagi pekerja yang mengambil jatah cuti haid.

12. Hak Pekerja Perempuan Yaitu, Cuti Melahirkan

Para pekerja yang tengah hamil akan mendapatkan jatah libur 1,5 bulan sebelum melahirkan, dan 1,5 bulan pascamelahirkan.

Jadi total cuti yang akan kamu dapatkan adalah tiga bulan.

Tapi, biasanya pengaplikasian cuti ini bisa dinegosiasikan dengan perusahaan.

Misalnya pekerja ingin menggunakan jatahnya lebih banyak pascamelahirkan, dan lebih sedikit sebulum melahirkan.

Ini boleh saja dilakukan asalkan tidak melebihi batasnya yaitu tiga bulan.

Baca Juga:

5 Pekerjaan Sampingan yang Bisa Dilakukan Sambil Mengawasi Anak

***

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu ya, Sahabat 99!

Simak informasi yang kamu butuhkan mengenai properti hanya di Blog 99.co Indonesia.

Tertarik untuk membeli aset masa depan? Lewat 99.co semua ada!

You Might Also Like