Berita, Berita Properti

5 Hambatan Investasi Properti dan Cara Mengatasinya

14 Desember 2016
Furnitur dengan Ukuran Besar
2 menit

Seperti halnya puncak gunung es, jumlah investor properti yang sukses tentu jauh lebih sedikit dibanding yang gagal atau pemula.

Data Australian Bureau of Statistics mengungkapkan, hanya ada sekitar 9% investor yang mampu mengelola tiga properti atau lebih, sedangkan sisanya sebanyak 73% dan 18% hanya sanggup me-manage sebanyak 1 dan 2 properti secara berturut-turut.

Angka ini tentu tak jauh beda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Meskipun potensi properti di Tanah Air begitu besar, namun faktanya kebanyakan investor justru langsung mengalami kegagalan pada investasinya yang pertama. Hal ini jelas menimbulkan tanda tanya yang besar untuk beberapa pihak.

Entah bagaimana mungkin dengan jumlah populasi yang sebesar ini, investasi properti masih mengalami kerugian? Sedangkan permintaan properti di Indonesia sendiri tak pernah ada habisnya.

Tetapi inilah fakta yang terjadi sebenarnya. Sebagian besar investor merasa kapok dan tak mau bermain properti lagi karena langsung menelan kerugian sejak awal investasinya. Namun hal itu tentu tak perlu terjadi kepada kamu jika sudah mengetahui hambatan investasi properti dan cara mengatasinya.

Nah, dalam artikel untuk hambatan investasi properti , kamu akan mendapatkan pengetahuan akan hal tersebut. Kami telah merangkum beberapa hambatan berinvestasi properti berikut dengan cara mensiasatinya. Simak penjelasan di bawah ini.

#1 Cash Flow

Agen properti kondang mengatakan, hambatan terbesar yang menjegal investor dalam berinvestasi adalah kesalahan mindset. Kebanyakan dari (investor) berpikir bahwa mereka harus membayar dan melunasi cicilan investasinya dari gaji, karena pendapatan sewa tidak menutupi harga cicilan.

Jika perbedaan antara pendapatan sewa dan hipotek investasi properti minus US$10.000 dolar setahun, sementara penghasilan kebanyakan orang tak lebih banyak dari itu, maka tentu akan ada hambatan karena kamu pun harus membiaya kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu, cara yang paling tepat mengatasi hambatan cashflow ini—adalah dengan menggunakan ekuitas portofolio—untuk menutupi gap antara penghasilan sewa dan biaya kepemilikan.

Dengan begitu, kamu tak perlu mengorbankan gaji bulanan untuk menutupi hipotek dan cicilan bulanan properti kamu. Cukup dengan menjaminkan salah satu properti yang kamu miliki kepada bank, kamu bisa mendapatkan pinjaman bank untuk menutupi biaya hipotek dan cicilan properti lainnya. Namun pinjamannya harus memiliki tenggat waktu pelunasan yang lebih lama dari cicilan properti kamu.

#2 Modal

Modal merupakan salah satu hambatan terbesar yang bisa menghentikan langkah investor. Namun tak harus menghentikan langkahmu. Dengan modal yang kecil sekalipun, kamu masih bisa menjadi seorang investor yang berhasil. Bagaimana caranya?

Pilihlah lokasi dan properti dengan harga murah namun memiliki potensi besar. Salah satu faktor pemicu kenaikan harga properti dalam waktu singkat adalah perkembangan infrastruktur, dan pertumbuhan area komersial serta semakin padatnya populasi. Mintalah saran kepada para pakar atau broker untuk mendapatkan properti seperti itu.

#3 Minat

Kebanyakan orang tidak berhasil berinvestasi properti bukan lantaran tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang investor, melainkan karena memang tidak pernah punya niat untuk menjadi investor. Sebagaian besar orang membeli properti hanyalah untuk ditempati, tidak benar-benar dijadikan sarana investasi.

Namun jika kamu serius menginginkan properti sebagai sarana investasi jangka panjang, maka kamu layak menjadi investor yang sukses. Keuntungan investasi properti sangatlah besar, keseriusan dan ketekunan menyelaminya akan membawa kamu pada keberhasilan yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

#4 Tidak Realistis

Booming properti di tahun 2011 – 2013 telah melahirkan banyak spekulan properti yang berharap mendapatkan keuntungan investasi dalam “semalaman” saja. Kebanyakan dari mereka membelinya saat early bird, dan langsung menjualnya beberapa bulan kemudian. Jelas itu bukan sikap seorang investor profesional.

Seorang profesional pasti mengetahui bahwa untung besar dalam properti tidaklah bisa didapatkan hanya dalam beberapa bulan. Perlu menunggu beberapa tahun, biasanya 8 – 15 tahun. Kamu harus realistis dan sedikit bersabar untuk mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis ini.

#5 Kurang Pengalaman

Biasanya, kegagalan dalam berinvestasi properti adalah karena pembelian awal yang salah.

Investor pemula kerap kali tertipu oleh rayuan manis broker ataupun developer yang menawarkan properti “busuk” atau tidak sehat dengan sejumlah diskon dan benefit lain-lain.

Kurangnya pengalaman inilah yang akhirnya membuat mereka gagal sejak investasi pertamanya.

Sebagai antisipasi, kami perlu mengingatkan bahwasanya setiap developer ataupun agent pasti akan mengatakan bahwa produknya pasti bagus.

Tapi kenyataannya belum tentu demikian. Kamu perlu waspada dan memilah lebih jauh sebelum melakukan investasi.

Pelajari hal di atas dari sekarang yuk, Urbanites!

***

Editor: BAP

You Might Also Like