Berita Ragam

Wow, Ini Beda Harga Minyak Goreng di Indonesia dan Malaysia. Indonesia kok, Lebih Mahal Dua Kali Lipat?

2 menit

Melonjaknya harga minyak goreng tengah menjadi masalah utama di Indonesia. Ini merupakan dampak dari kenaikan harga komoditas di luar negeri. Namun, rupanya di Malaysia fenomena lonjakan harga ini tidak terjadi, lo. Berikut informasi selengkapnya!

Kenaikan harga yang terjadi ini adalah sebuah ironi yang menyedihkan.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.

Bahkan kita memiliki jutaan hektare lahan yang dimanfaatkan sebagai perkebunan sawit.

Namun, tetap saja pemerintah tidak bisa mengontrol harga minyak goreng di pasaran.

Hal ini sangat jauh berbeda dengan kondisi di Malaysia, negara penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia.

Untuk lebih jelasnya, simak informasi berikut ini, ya.

Harga Minyak Goreng di Indonesia Melonjak

harga minyak goreng indonesia vd malaysia

Sumber: wartadigital.id

Tingginya harga minyak goreng di Indonesia terjadi setelah pemerintah resmi mencabut aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pada awalnya, pemerintah menetapkan bahwa HET minyak goreng adalah Rp14 ribu per liter.

Sayangnya, hal ini menyebabkan kelangkaan minyak goreng terjadi di pasaran.

Ini karena angka tersebut kabarnya jauh di bawah ongkos produksinya yang melonjak akibat kenaikan harga bahan baku minyak sawit mentah (CPO).

Oleh sebab itu pemerintah memutuskan untuk melepaskan harga pada mekanisme pasar.

Alhasil, ini menyebabkan pelonjakan harga yang cukup signifikan di pasaran.

Dilansir dari kompas.com, di beberapa ritel modern kemasan minyak goreng 2 liter harganya nyaris Rp50 ribu per bungkus.

Artinya, per liter minyak goreng kini bernilai Rp25 ribu di pasaran.




Beda Jauh dari Harga Pasaran di Malaysia

harga minyak goreng malaysia lebih murah

Kondisi pasar ini jauh berbeda dengan Malaysia yang nilai minyak gorengnya masih stabil.

Menurut laman resmi Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Halehwal Pengguna, nilai minyak goreng kemasan sederhana di sana adalah RM2,5 atau setara dengan Rp8.500,- per kg.

Rendahnya harga ini merupakan efek dari adanya program Cooking Oil Stabilization Scheme (COSS).

Tidak hanya mengatur agar pengemasan minyak dalam plastik polybag sederhana, pemerintah juga menggelontorkan dana sebesar RM1,9 miliar atau Rp6,48 triliun untuk subsidi minyak.

Sementara, untuk produk non-subsidi harganya memang lebih mahal, yakni RM27,9 atau sekitar Rp95.100,- per kemasan 5 kg.

Artinya, per kilogram minyak goreng non-subsidi nilainya adalah Rp19.020,-

Namun, harga ini hanya berlaku di sejumlah wilayah Malaysia dan hanya untuk konsumen yang bergerak di bidang industri makanan.

Sebagai catatan, di perbatasan Indonesia-Malaysia pun harga pasaran masih terbilang rendah.

Dilansir dari niaga.asia, per liter minyak goreng di sana harganya hanya Rp21 ribu saja.

***

Semoga informasi harga minyak goreng ini bermanfaat untukmu, ya.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Yuk, kunjungi 99.co/id serta Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impian!

Ada banyak pilihan properti menarik, seperti kawasan The Zora di Tangerang.




Hanifah

Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts