Berita Berita Properti

Harga Rumah di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan Tokyo

2 menit

Walaupun dicap sebagai negara maju, harga properti di Amerika Serikat ternyata masih tergolong murah. Harga rumah di Jakarta bahkan dilaporkan lebih tinggi!

Harga properti di Indonesia semakin mahal, membuat volume penjualan yang terus menurun.

Menurut Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, di akhir tahun 2019 Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan penjualan properti sebesar -15,90%.

Ini merupakan kontraksi paling terpuruk semenjak tahun 2017.

Di tahun 2020, nasibnya masih sama.

Kebanyakan orang mengaku kesusahan membeli properti karena harganya yang mahal dan prosesnya yang berbelit.

Bahkan riset baru menunjukkan bahwa harga rumah di Jakarta lebih mahal dibandingkan kota-kota “mahal” lainnya, seperti New York dan Tokyo.

Bagaimana bisa?

Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Harga Rumah di Jakarta Semakin Hari Semakin Mahal

kota jakarta

New York dan Tokyo memiliki reputasi sebagai kota maju dengan teknologi tinggi dan ekonomi yang merata.

Kedua kota ini didominasi oleh penduduk kelas menengah ke atas yang hidup di dalam rumah mencukupi atau mewah.

Oleh karena itu, harga properti di New York dan Tokyo pun lebih tinggi dibandingkan kota-kota lainnya di setiap negara tersebut.

Namun, harga properti di Tokyo dan New York ternyata tidak sebanding dengan harga rumah di Jakarta.

Dikutip dari cnbcindonesia.com yang melansir riset World Bank Time To Act 2019, harganya bahkan lebih mahal dari kota internasional lainnya seperti London, Bangkok, dan Kuala Lumpur.

Risetnya dilakukan dengan membandingkan rasio perhitungan harga rumah terhadap pendapatan.

Executive Director Jakarta Property Institute, Wendy Haryanto, membeberkan salah satu alasannya disebabkan oleh birokrasi yang rumit dan berbeli-belit.

“Ongkos birokrasi tinggi ini yang menyebabkan harga rumah demikian mahal dan terus naik,” jelas Wendy seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga:

Harga Rumah Turun Tajam, 3 Properti Mewah di AS Diobral. Bagaimana di Indonesia?

Birokrasi Berbelit, Salah Siapa?

Tidak hanya itu, Wendy Haryanto juga menjelaskan ongkos birokrasi secara lanjut.

Menurut Wendy, ongkosnya mencakup rendahnya peringkat kemudahan berbisnis serta proses perizinan tertentu, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Wendy juga menyebutkan bahwa para developer yang sudah diizinkan membangun juga masih mengalami cukup banyak pembatasan.

Terutama mengenai perihal penambahan serta peluasan koefisien lantai bangunan (KLB) yang belum berubah mengikuti dinamika aktual dan kebutuhan pasar.

Pengembang yang ingin memenuhi kebutuhan pasar yang melonjak dengan cara membangun cluster atau properti tertentu diharuskan membayar kompensasi tinggi.

Hal ini akhirnya menyebabkan dengan kurangnya pembangunan rumah di Ibu Kota, sehingga harga rumah di Jakarta pun semakin meningkat.

Selain Jakarta, harga rumah di Bandung pun sangat tinggi.

Bandung menduduki peringkat ketujuh, sementara Jakarta berada di peringkat 11.

Pada riset World Bank Time To Act 2019, harga rumah tertinggi ada di kota Shenzen.

Berikut daftar harga rumah di kota-kota besar dunia selengkapnya:

  1. Shenzhen (19,8)
  2. Hong Kong (19,4)
  3. Taipei (15,1)
  4. Beijing (14,5)
  5. Manila (14,0)
  6. Shanghai (14,0)
  7. Bandung (12,1)
  8. Mumbai (11,9)
  9. Denpasar (11,9)
  10. Seoul (10,8)
  11. Jakarta (10,3)
  12. London (8,5)
  13. Bangkok (7,7)
  14. New York (5,7)
  15. Singapura (4,8)
  16. Yokohama (4,8)
  17. Kuala Lumpur (4,0)
  18. Osaka-Kobe-Kyoto ( 3,5)

Baca Juga:

6 Cara Mendapatkan Harga Rumah yang Tepat untuk Dijual Tahun 2020

Jadi, mimpi mana yang pernah kamu alami?

Semoga ulasannya cukup menginformasi ya, Sahabat 99!

Pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang sedang mencari hunian mewah tetapi ramah di saku seperti Soho Pancoran Tebet, langsung saja kunjungi 99.co/id!

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts