Berita Berita Properti

Harga Rumah Subsidi 2019 Bakal Alami Kenaikan. Jadi Berapa Ya?

2 menit

Program rumah subsidi tetap akan bergulir pembangunannya di tahun 2019. Rumah-rumah bantuan pemerintah ini dibuat khusus untuk masyarakat MBR yang kesulitan memiliki hunian. Harganya pun dirancang agar tidak melebihi angka Rp200 juta. Lantas, berapa harga rumah subsidi di 2019 nanti?

Harga Rumah Subsidi Terus Naik

Pemerintah melalui Program Sejuta Rumah terus melakukan pembangunan hunian-hunian murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Program yang telah dijalankan sejak tahun 2015 ini dibagi menjadi beberapa zona harga yaitu:

  • Pulau Jawa (kecuali Jabodetabek);
  • Sumatera (kecuali Kep. Riau & Bangka Belitung)
  • Sulawesi;
  • Riau & Bangka Belitung:
  • Jabodetabek;
  • Maluku & Maluku Utara;
  • Bali & Nusa Tenggara;
  • Papua & Papua Barat.

Di tiap lokasi ini, harga rumah subsidi dirancang agar tidak menembus Rp200 juta.

Maka itu pemerintah membuat batasan harga di tiap-tiap lokasi dengan rincian sebagai berikut:

harga rumah subsidi

Skema pembelian rumah subsidi pun dibuat seringan mungkin agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memilikinya dengan mudah.

DP mulai 1% hingga cicilan dengan tenor 20 tahun ditawarkan pemerintah kepada masyarakat.

Kenaikan Harga Rumah Subsidi 2019

Pada tahun 2019, pembangunan program sejuta rumah pun masih akan tetap bergulir.

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis harga pasti untuk rumah-rumah murah tersebut.

Di sisi lain, pengembang dan organisasi Real Estate Indonesia (REI) telah mengusulkan kenaikan harga rumah yaitu 10%-20%.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata seperti yang dinukil 99.co dari kontan.co.id.

Ia pun menjelaskan bahwa sistem kenaikan harga rumah subsidi pada tahun 2018 sebesar 5% sangat baik karena hanya memperhitungkan inflasi.

Sementara itu di tahun 2019, akan banyak faktor yang harus diperhatikan seperti inflasi dan juga biaya konstruksi yang naik karena penguatan Dolar.

Selain itu menurut Soelaeman, biaya marketing, bunga bank, dan lain-lain pun belum dimasukkan ke dalam formula harga rumah subsidi di tahun sebelumnya.

Memperhitungkan hal tersebut, maka diusulkan kenaikan rata-rata 10% untuk rumah-rumah subsidi.

Adapun wilayah Aceh, Batam, Bali, dan Yogyakarta diusulkan naik hingga 20% karena mempertimbangkan harga tanah dan biaya konstruksi.

***

Bagaimana pendapat Anda soal usulan kenaikan harga rumah subsidi ini, Urbanites?

Semoga kehadiran rumah murah bersubsidi di tahun 2019 tetap bisa membantu MBR segera punya rumah ya, Urbanites!

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts