Hukum

Hati-hati! Hewan Peliharaan Menyerang Tetangga Bisa Bikin Anda Dibui

2 menit

Banyak yang bilang, hewan peliharaan merupakan sahabat dari manusia. Selain bisa diajak bermain, tingkah-laku hewan-hewan tersebut pun sangat menggemaskan. Itu sebabnya makin banyak orang yang memilih untuk memelihara mereka, contohnya anjing, kucing, ayam, dan lainnya.

Namun ada kalanya hewan peliharaan yang jinak menjadi terlalu aktif dan agresif. Tak jarang pula mereka bisa melukai orang di sekitar. Hati-hati! Jika hal itu sampai terjadi pada tetangga sekitar, Anda bisa kena dituntut dan masuk BUI. Ayo cari tahu lebih banyak soal hukum mengenai hewan peliharaan di bawah ini.

Urbanites, Anjing kadang menjadi agresif dan kerap mengejar tetangga bahkan menggigit mereka. Ayam pun kadang begitu, mereka mengejar bahkan mematuk anggota tubuh orang hingga berdarah. Jika Anda sebagai pemilik hewan tersebut tidak mencegah perbuatan mereka, tetangga bisa menuntut lho.

Hal ini disebutkan dalam Pasal 490 butir 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), bahwa:

“Diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari, atau pidana denda paling banyak tiga ratus tujuh puluh lima rupiah barang siapa tidak mencegah hewan yang ada di bawah penjagaannya, bilamana hewan itu menyerang orang atau hewan yang lagi ditunggangi, atau dipasang di muka kereta atau kendaraan, atau sedang memikul muatan.”

Konteks kata “menyerang” diperjelas kembali oleh S.R. Sianturi, S.H. dalam buku “Tindak Pidana di KUHP Berikut Uraiannya”. Dalam halaman 389 disebutkan bahwa menyerang tidak harus menimbulkan kerugian fisik pada orang yang diserang.

Tidak Hanya Pidana, Tapi Juga Perdata

Lebih lanjut Sianturi menjelaskan, jika terjadi kerugian maka penindak dapat digugat untuk ganti rugi sebagaimana telah diatur dalam Pasal 1368 KUHP Perdata.

Adapula pasal yang menyebutkan kewajiban pemilik hewan peliharaan untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diterima tetangga akibat ulah hewan peliharannya Hal tersebut diatur dalam Pasal 1368 KUH Perdata, bahwa:

“Pemilik binatang, atau siapa yang memakainya, selama binatang itu dipakainya, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang tersebut, baik binatang itu ada di bawah pengawasannya maupun binatang tersebut tersesat atau terlepas dari pengawasannya.”

Maka itu, jika Anda lalai terhadap hewan peliharaan sehingga membuat mereka mencelakai tetangga, Anda dapat dituntut secara pidana dan juga perdata. Selain itu, ada pula orang atau tetangga yang dirugikan dapat mengajukan gugatan atas dasar Perbuatan Melawan Hukum (PMH) untuk menggugat sejumlah ganti kerugian kepada Anda sebagai pemilik hewan peliharaan tersebut.

Jika tidak ingin terkena tuntutan tetangga, jangan biarkan hewan peliharaan Anda merugikan orang lain ya Urbanites.

Semoga ulasan di atas dapat berguna bagi Anda sekalian ya. Jangan lupa terus kunjungi blog UrbanIndo dan Forum Komunitas UrbanIndo untuk mendapatkan ulasan menarik lainnya.

Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih. Beri saya masukan dengan meninggalkan komentar :)
Follow Me:

Related Posts