Hukum

Hati-Hati Menggunakan Dinding Milik Bersama. Sembarangan Rombak Bisa Dipidana!

2 menit

Keterbatasan lahan membuat sebagian besar pengembang membuat rumah deret. Apakah rumahmu juga termasuk salah satunya? Biasanya rumah deret menggunakan prinsip dinding milik bersama. Kalau sudah begini, kamu harus berhati-hati.

Kenapa? Temukan penjelasannya dalam artikel ini!

Apa Itu Dinding Milik Bersama?

dinding milik bersama

Rumah deret adalah beberapa rumah yang bagian sisi bangunannya menyatu dengan rumah lain.

Meskipun demikian, masing-masing rumah memiliki bagian tanah yang sudah dibagi dengan ukuran tertentu.

Hal tersebut tercantum dalam Pasal 22 Ayat 2 UU No.1 Tahun 2011.

Sesuai dengan penjelasannya, apa kamu sudah terbayang akan bentuk dari rumah ini?

Ya, tentu akan ada bagian sisi dinding yang menempel satu sama lain.

Dinding ini biasanya menjadi pembatas rumah dan juga halamannya.

Dinding pembatas antara rumah yang satu dengan rumah yang lainnya ini disebut sebagai dinding milik bersama.

Berdasarkan namanya, dinding bersama ini tentunya memang diperuntukkan bagi pemilik rumah yang dindingnya saling menempel, seperti rumah deret.

dinding milik bersama

Penjelasan mengenai dinding milik bersama pun tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) pasal 633.

Berikut isi pasalnya:

“Semua tembok yang dipergunakan sebagai tembok batas antara bangunan-bangunan, tanah-tanah, taman-taman dan kebun-kebun, dianggap sebagai tembok batas milik bersama, kecuali jika ada sesuatu alas hak atau tanda yang menunjukkan sebaliknya. Bila bangunan-bangunan itu tidak sama tinggi, maka tembok batas itu harus dianggap sebagai milik bersama setinggi bangunan yang terendah.”

Baca Juga:

Rumah Kontrakan Belum Habis Tenggat Waktu tapi Sudah Disuir, Bolehkah?

Dasar Hukum Dinding Punya Bersama

dinding milik bersama

Tak jarang, seseorang memiliki sifat egois, sehingga tidak memikirkan orang lain.

Dalam hal ini, mungkin ada saja seseorang yang menggunakan dinding bersama untuk kepentingan dirinya sendiri.

Misalnya adalah membuat lubang atau bangunan baru pada dinding tersebut.

Perlu diketahui, penyalahgunaan dinding milik bersama ini memiliki penjelasan hukum.

Hal ini tercantum dalam KUHPer pasal 641. Berikut isi pasal yang menjelaskannya:

“Seorang pemilik peserta, tanpa izin dan yang lainnya, tidak boleh membuat liang atau galian pada tembok bersama atau membuat suatu bangunan yang menyandar pada tembok itu.”

dinding milik bersama

Tidak hanya itu, dalam peraturan yang sama, terdapat juga penjelasan mengenai syarat merombak bagian dari dinding milik bersama.

Penjelasan tersebut ada dalam pasal 644 yang isinya adalah

“Tidak seorang pun dari tetangga, tanpa izin dari pihak lainnya, diperbolehkan membuat jendela atau lubang pada tembok batas bersama dengan cara bagaimanapun juga. Akan tetapi ia boleh membuatnya pada bagian tembok yang ditinggikan atas biaya sendiri, asal ini langsung dikerjakan pada waktu mempertinggi tembok itu, menurut cara yang diatur dalam kedua pasal berikut.”

Baca Juga:

Tetangga Berisik Terus & Mengganggu. Bisakah Kita Tuntut?

***

Nah, itu dia penjelasan mengenai aturan dinding milik bersama.

Apakah sudah bisa dipahami?

Semoga dengan adanya artikel ini, kamu dapat lebih berhati-hati dalam bersikap dan lebih bisa menghargai hak orang lain, ya.

Simak informasi dan artikel yang tak kalah menarik lainnya di portal Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian nyaman berdesain menarik?

Cek 99.co/id dan temukan beragam proyek menarik, seperti Landmark Residence!

Mukhammad Iqbal

An English Literature graduate. A bibliophile. A midnight gamer. A cinema enthusiast.
Follow Me:

Related Posts