Hukum

Hati-Hati, Tetangga Rumah yang Menyebalkan Bisa Ditindak Pidana!

2 menit

Siapa diantara kamu yang sering dibikin kesal sama ulah tetangga sebelah? Ternyata ada hukum bertetangga yang membahas tindak pidana, lo. Yuk, cari tahu lebih lanjut.

Terkadang banyak faktor yang menimbulkan terjadinya masalah dengan tetangga, seperti sikap yang tak menyenangkan, disebabkan oleh kendaraan, kebiasaan, atau suara berisik dari hewan peliharaan.

Beberapa contoh pelanggaran yang biasanya terjadi dapat meliputi sedang mendirikan bangunan, membuat suara bising, memelihara binatang buas, dan lainnya.

Sebagian orang mungkin kerap berpikir ini adalah hal yang sepele dan tak perlu dibesar-besarkan.

Namun, ada beberapa orang yang mungkin terganggu dengan kelakuan tetangganya tersebut.

Hukum Pidana Tetangga yang Menyebalkan

Secara hukum, aturan mengenai tata cara bertetangga tercantum dalam KUH Pidana dan KUH Perdata.

Pada Pasal 593 KUH Pidana secara tegas memberikan ancaman kurungan bagi siapapun yang membuat gaduh atau riuh, sehingga ketenteraman di sekitar menjadi terganggu.

Tak hanya itu, ada pula Pasal 671 KUH Perdata yang berbunyi:

“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak, atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan kecuali atas izin semua yang berkepentingan.”

hukum tetangga yang merugikan

Pada Pasal 1365 KUH Perdata pun menjelaskan peraturan bertetangga.

Disebutkan bahwa:

“Tetangga yang merasa dirugikan akibat perbuatan tetangganya mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum. Dalam doktrin, perbuatan melawan hukum mengandung unsur harus ada perbuatan (positif atau negatif), harus melawan hukum, ada kerugian, ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum dengan kerugian yang timbul, dan ada kesalahan.”

Baca Juga:

5 Alasan Pentingnya Sosialisasi dengan Tetangga Apartemen

Solusi Lain untuk Berbaikan dengan Tetangga

Ketika ada masalah dengan tetangga, sebaiknya selesaikan secara baik-baik bersama pengurus setempat.

Melalui cara ini, nantinya akan ditemukan kesepakatan bersama yang harus dipatuhi oleh semua warga.

Misalnya saja, dibuat kesepakatan tidak memutar lagu dengan suara yang kencang, sehingga saling menghormati satu sama lain.

Apabila tetangga masih melanggar atau perbuatannya sudah tidak bisa ditoleransi, maka kamu bisa menempuh upaya hukum.

Namun, sebelum menempuh jalur hukum, perlu alat bukti agar tuduhan semakin kuat.

Misalnya, jika tetangga selalu parkir sembarangan di depan rumah dan menghalangi akses, bisa lampirkan bukti berupa foto mobil yang terparkir.

Perlu diingat bahwa jangan sesekali melakukan tindakan pidana ketika mengingatkan tetangga yang mengganggu.

tetangga yang berisik

Menurut Mariam Darus Badrulzaman yang dilansir dari hukum online, dalam bukunya “KUH Perdata Buku III Hukum Perikatan dengan Penjelasan” disebutkan bahwa unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum (PMH) adalah sebagai berikut:

  1. Harus ada perbuatan (positif maupun negatif),
  2. Perbuatan itu harus melawan hukum,
  3. Ada kerugian,
  4. Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian, dan
  5. Ada kesalahan.

Baca Juga:

10 Manfaat Hidup Rukun Dengan Tetangga di Rumah | Ghibah? Minggir Dulu!

Jika melakukan hal diluar kendali, bisa saja kamu yang digugat oleh sang tetangga.

Hal ini sangat penting karena jika laporan sudah masuk ke polisi, maka akan sulit mundur dari proses hukum.

***

Semoga tulisan di atas dapat membantu kamu, ya!

Kunjungi Berita Properti 99.co Indonesia untuk membaca informasi seputar properti lainnya.

Kamu sedang mencari rumah dengan harga sewa murah? Temukan di 99.co/id.

Follow Me:

Related Posts