Berita Properti

Heboh Pemilik Dituntut Pengelola Apartemen. Ini Perlu Anda Ketahui!

14 Agustus 2017
Pemilik Apartemen
2 menit

Beberapa waktu ke belakang ini, berita penuntutan salah satu pemilik apartemen di Jakarta oleh pengelola santer terdengar. Disebu-sebut, hal ini bermula dari komplain yang disampaikan seputar tempat tinggalnya. Satu perkara belum selesai, kejadian serupa pun kembali terjadi di Kota Bandung.

Mungkin beberapa dari Anda yang kini bermukim di apartemen ikut bertanya-tanya, “masa hanya karena menyampaikan masukan, pengelola tega melaporkan penghuninya?” Dari kejadian ini kita harus belajar, maka itu ayo ketahui mengenai hak dan kewajiban sebagai pemilik hunian tersebut berikut ini.

UU No.20 Tentang Rusun

Peraturan mengenai seluk-beluk apartemen telah dijelaskan dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun. Coba pelajari peraturannya agar Anda lebih jelas jika menghadapi situasi yang sama, khususnya mengenai hak dan kewajiban sebagai penghuni apartemen pada pasal 89 dan 90.

PPJB Hanya Mengatur Jual Beli

Pada UU No.20 2011 sendiri disebutkan bahwa PPJB digunakan sebagai tanda ikatan antara pembeli dengan penjual sebelum apartemen rampung. Mungkin banyak dari Anda yang masih bingung apa saja hal yang berada di dalam PPJB.

Umumnya PPJB apartemen berisikan seputar harga unit yang akan dibeli, fasilitas yang termasuk dana pembelian unit, waktu serah terima, nama pembeli, hingga garansi dari unit apartemen tersebut. Hal-hal mengenai kenyamanan, uang iuran, hingga peraturan pengelolaan tidak ada di dalamnya.

Itu mengapa, jika terjadi penyelewengan hak Anda sebagai pemilik apartemen, cek kembali PPJB yang dipegang. Jika hal-hal tercantum dan Anda diminta untuk menaatinya, maka tanyakan secara tegas pada pengelola.

Baca Juga: Tips Membeli Apartemen

Pengembang Hanya Mengelola 1 Tahun

Tahukah Anda bahwa pengembang wajib mengelola apartemen, maksimal satu tahun dari serah terima unit? Hal ini diatur di dalam pasal 59 soal Masa Transisi Pengelolaan Rumah Susun Sebelum jatuh pada Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

Saat masa pengelolaan berada di tangan pengembang, segala biaya untuk apartemen akan ditentukan besarnya oleh pengelola. Biaya ini sebenarnya sudah diatur dalam pasal 57 yang meyebutkan pembagian besarannya harus proporsional antara pengelola dan pemilik apartemen.

Sangat disayangkan, bisa saja ada beberapa oknum pengembang untuk meraup keuntungan dari penghuni. Hal ini pun kerap menimbulkan masalah karena biaya perawatan yang masih dikelola pengembang dapat terus naik tanpa persetujuan pemilik apartemen.

Pembentukan P3SRS, Harus!

P3SRS merupakan organisasi yang terdiri dari penghuni dan pemilik apartemen. Pembentukan P3SRS ini sendiri wajib dilakukan berdasarkan pasal 74 UU No.20 Tahun 2011. Fungsi dari organisasi ini sendiri ialah mengurus kepentingan para pemilik dan penghuni seputar pengelolaan kepemilikan benda bersama, bagian bersama, tanah bersama, dan penghunian apartemen tersebut setelah masa transisi yang disebutkan di atas.

Lebih Berhati-hati!

Bagi Anda yang berniat untuk tinggal dan membeli unit apartemen dalam waktu dekat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan seksama. Satu hal yang paling penting ialah isi dari dari PPJB yang akan ditandatangani di depan notaris.

Jangan sampai Anda terlewat dan jadi salah informasi mengenai status, hak, serta kewajiban sebagai pemilik unit apartemen tersebut. Jika di masa datang ada hal yang tidak diinginkan, sementara hal tersebut telah tertuang pada PPJB, tentu ini akan merugikan Anda.

Selain itu, sebelum membeli serta serah terima, kembali pastikan bahwa unit apartemen Anda sudah dalam keadaan yang prima. Cek kembali interior ruangan serta fasilitas seperti saluran air, listrik, atau bahkan internet.

Semoga hal-hal penting yang UrbanIndo ulas di atas dapat berguna bagi Anda semua ya! Jangan sampai karena kurangnya informasi mengenai hunian tersebut, Anda sebagai pemilik apartemen jadi dirugikan.

You Might Also Like